Kayak apa sih aku 3 tahun yang lalu??

September 24th, 2006 by mfrasyid1

Kayak apa sih aku 3 tahun yang lalu?? Masih banyak yang kuinget, tapi
banyak juga yang lupa. Kemaren iseng2 buka diary elektronik di masa lalu,
hihihi lucu juga ya kalo nginget, bahwa di masa lalu aku tuh pernah nulis kayak
gini dan gitu lho… yang di bawah ini sih ga bersifat secret, jadi gapapa kalo
dipublish hehehe… Ceritanya sekitar pertengahan September 2003, pas aku lagi
ikutan olimpiade matematika nasional di Balikpapan.

 

————————————————————————————————————

 

15 September 2003

It is very hot
here! Feel like the sun is angry with us
. Gila, dirasa-rasa
panasnya lebih panas daripada Pekalongan. Wajar sih, habis ini kan di
khatulistiwa, dan mataharinya ngungkup banget. Perlombaannya baru besok dan
lusa, dan hari ini acaranya upacara pembukaan. Masing-masing kontingen defile
dulu (kayak olimpiade olahraga), terus dibuka secara resmi oleh Pak menko kesra
Jusuf Kalla. Sorenya ada technical meeting, dan katanya lombanya besok dan lusa
essay semua, terus akan dipilih 5 orang peraih emas, 10 perak, 15 perunggu.
Yang sedikit buruk, yang dapat medali belum tentu ikut pembinaan di Bandung
biar ke luar negeri, soalnya passing grade kelas 2 dan 3 dibedakan. Ya sudah,
yang penting aku akan berusaha semaksimal mungkin saja deh.

 

16 September 2003

For today and
tomorrow I did it all. For today and tomorrow, I studied very hard, I prayed, I
hoped everyone’s support, etc
. Akhirnya olimpiade sains nasional pun kujalani
juga. Lombanya di SLTP 1 Balikpapan (sekolahnya bagus lho!). Empat soal dalam
waktu tiga jam, alhamdulillah aku cukup dapat mengerjakan dan aku yakin nilaiku
cukup tinggi, meskipun aku tidak tahu perbandingannya dengan peserta lain (dari
Jakarta ataupun daerah lainnya). Yang jelas, aku sudah mengerjakan semaksimal
mungkin, dan kini aku tinggak berkonsentrasi untuk lomba hari kedua besok.
Insya Allah, aku akan memperoleh hasil terbaik sesuai kemampuanku. Tentu saja,
aku mengharapkan aku memperoleh medali emas. Oleh karena itu, aku tetap belajar
tetapi jangan sampai pikiranku kacau. Sebelum larut malam, aku beristirahat.

 

17 September 2003

Maybe what I
write in my paper influence my future. Maybe what I write decide what I’m gonna
do after I graduate from SMU 1 Pkl
. Soal hari ini menurutku lebih sulit daripada
kemarin, tetapi bagaimanapun, aku berusaha semaksimal mungkin untuk
mengerjakannya. Alhamdulillah, akhirnya kuselesaikan juga. Plong deh rasanya.
Aku sudah berusaha, tetapi akhirnya Allah yang menentukan. Oleh karena itu, aku
berusaha untuk tidak memusingkan soal tadi maupun kemarin, karena aku yakin,
Allah akan memberikan yang terbaik untukku. Setelah ashar, aku dan teman-teman
diajak jalan-jalan oleh kepala dinas ke Mal Fantasi, terus diajak makan sama
bermain game di sana. Wah asyiik, terima kasih ya, Pak kepala dinas (besoknya
dia muncul di koran).

 

18 September 2003

Allah, if I am
the best, then let me show all I have, and let the one who is really really
proper be the winner
. Akhirnya hari ini penutupan plus pengumuman
pemenang. Aku menyerahkan sepenuhnya kepada Allah apapun yang terjadi. Yang
penting, aku sudah berusaha semaksimal mungkin. Akhirnya, aku berada di urutan
ke-8 dari 85 peserta, yang berarti aku memperoleh medali perak plus uang Rp
4.000.000,-, dan hampir pasti aku akan dipanggil ke Bandung untuk pembinaan
lebih lanjut. Alhamdulillah, Allah telah memberikan yang terbaik bagiku. Juara
I dari Kaltim, II Jakarta, III Bali, IV Jatim, V Jateng (Taruna), VI dan VII
Jabar, baru VIII aku. Juara umum diraih Jakarta, baru disusul Jawa Tengah.
Semoga hasil ini dapat memacu aku untuk belajar lebih giat lagi dan dapat
berprestasi serta mengembangkan kemampuanku lebih jauh lagi.

 

————————————————————————————————————

 

Hihihi.. whaddya think?? Apakah tulisan di atas seperti aku yang
sekarang? Atau jauh berbeda? Aku sendiri tidak tahu. Wallahu’alam.

Hanya sebuah tulisan

September 21st, 2006 by mfrasyid1

Ya.. hanya sebuah tulisan dariku.. Tulisan sederhana yang merupakan kewajiban tiap peserta PPSDMS (Program Pembinaan Sumber Daya

Manusia Strategis) tiap bulannya… Tapi semoga aku menulisnya bukan karena tuntutan itu.. tapi memang karena kepedulianku.. Semoga.. Entah ada yang membaca atau tidak, tapi sekali lagi, semoga bisa bermanfaat =)

 

Indonesia dan Kemerdekaan Seutuhnya

Oleh : Muhamad Fajrin Rasyid (peserta PPSDMS Regional 2 Bandung angkatan 2)

 

 Sudah
satu bulan berlalu sejak kita merayakan hari kemerdekaan Indonesia ke-61, 17
Agustus 2006 lalu. Meskipun demikian, hakikat kemerdekaan masih tetap menarik
untuk diperbincangkan. Topik utama yang menjadi perbincangan masyarakat umum
adalah, sudahkah kita benar-benar menjadi negara yang merdeka? Memang secara de
jure, bangsa kita sudah merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, dan diakui pula beberapa
tahun kemudian oleh dunia internasional - termasuk Belanda pada tahun 1984. Bagaimana
dengan kenyataannya? Hal ini sepertinya masih perlu dipertanyakan. Apakah
negara merdeka bergantung kepada pihak luar dalam menentukan kebijakan ekonomi
di negaranya sendiri? Apakah negara merdeka boleh memiliki budaya yang bukan
negaranya sendiri, yang diikuti oleh sebagian besar rakyatnya sendiri? Dua hal
tersebutlah yang kini jelas-jelas melanda bangsa kita.

 Dalam
bidang perekonomian, sudah bukan rahasia lagi bahwa negara kita termasuk negara
yang memiliki jumlah utang luar biasa, yaitu 1500 trilyun rupiah. Apabila
ditinjau dari segi jumlah penduduk Indonesia yang mencapai sekitar 220 juta
orang, ini berarti bahwa setiap penduduk Indonesia menanggung utang sekitar 7
juta rupiah. Suatu jumlah yang tidak sedikit untuk ukuran kebanyakan penduduk
Indonesia. Dalam bidang sosial budaya, kebanggaan akan kebudayaan negeri
sendiri boleh dikatakan sudah sangat langka. Pakaian-pakaian yang dikenakan
orang Indonesia dalam kesehariannya, apa-apa saja yang ditonton setiap malam, makanan
dan minuman yang menjadi favorit kebanyakan masyarakat, setidaknya cukup
menjadi bukti bahwa warga Indonesia menjadikan Barat sebagai sandaran budaya
dalam segala hal.

 Dua
hal tersebut setidaknya menjadi parameter yang menunjukkan bahwa ternyata
negara Indonesia belum sepenuhnya menjadi negara yang merdeka. Salah satu
parameter negara yang merdeka seutuhnya adalah negara tersebut sangat diakui
eksistensinya dalam dunia internasional. Jepang adalah contoh yang paling baik
untuk merepresentasikan hal ini. Kondisi Indonesia yang tidak terpandang, atau
setidaknya hanya dipandang sebelah mata, dalam percaturan internasional sekali
lagi menunjukkan kekurangan negara Indonesia dalam pembentukan negara merdeka
seutuhnya.

 Lantas,
apa yang diperlukan untuk membentuk negara Indonesia merdeka seutuhnya? Dua hal
utama yang dibutuhkan adalah pendidikan dan pembentukan karakter. Pendidikan
dibutuhkan karena pendidikan adalah elemen utama yang membuat masyarakat dapat
bergerak ke arah yang lebih baik. Sayangnya, kualitas pendidikan di Indonesia
masih sangat jauh tertinggal jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya.
Oleh karena itu, seyogyanya pendidikan menjadi elemen utama di bangsa ini yang
harus ditingkatkan mutunya. Sementara itu, pembentukan karakter dibutuhkan karena
dengan hal tersebut, Indonesia dapat membangun kebudayaannya menjadi lebih
kokoh, di samping itu pula pada akhirnya dapat membentuk kemandirian ekonomi
dan politik, yaitu menentukan sendiri kebijakan dalam negeri yang sesuai dengan
kondisi di negeri tersebut.

 Pada
kedua hal utama tersebut, seorang pemimpin di Indonesia memiliki peran yang
sangat utama. Beberapa hal utama yang menunjukkan hal ini antara lain, pertama, pemimpin adalah teladan.
Apabila pemimpin dapat menunjukkan kepada rakyatnya bahwa ia adalah seorang
pribadi yang berkualitas dengan daya intelektualitas, emosional, dan
spiritualitas tinggi sehingga menjadikan dirinya sebagai pribadi yang
berkarakter kuat dan tidak bergantung pada orang lain, maka rakyat Indonesia dengan
sendirinya akan mencoba untuk meniru hal yang sama. Namun sebaliknya,
seandainya pemimpin itu sendiri ternyata merupakan orang yang lemah dan tidak
cakap, bagaimana dengan rakyatnya? Keteladanan ini pula yang akan berdampak
sangat besar terhadap generasi muda di Indonesia. Apabila seorang pemimpin
menunjukkan kapabilitasnya sebagai pemimpin, maka generasi muda, yang notabene
akan menjadi pemimpin di masa mendatang, akan terinspirasi dan termotivasi
untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik di masa mendatang. Dengan demikian,
kemerdekaan seutuhnya dalam berbagai bidang yang dicita-citakan akan semakin
mudah tercapai.

Kedua, pemimpin di Indonesia adalah seorang
duta bangsa yang paling utama. Ia adalah orang yang dapat menunjukkan karakter
bangsa Indonesia kepada masyarakat umum di seluruh dunia. Para pemimpin dari
berbagai penjuru dunia akan menilai bagaimana karaker Indonesia dari pemimpinnya.
Bagaimana mungkin orang lain akan hormat kepada bangsa Indonesia, apabila
ternyata pemimpin bangsa Indonesia sendiri justru memiliki karakter yang tidak
baik? Selain itu, peran pemimpin sebagai penghubung antara bangsa Indonesia
dengan bangsa-bangsa lain juga ternyata memiliki dampak terhadap penentuan
kebijakan di dalam negeri yang terkait dengan elemen-elemen asing. Pemimpin
merupakan pihak yang dapat mengemukakan sikap akan elemen luar yang ingin
berinteraksi dengan bangsa Indonesia, baik dalam masalah perekonomian, kebudayaan,
politik, dan lain-lain. Dengan demikian, apabila terdapat elemen-elemen asing
yang dirasakan berbahaya atau menimbulkan pengaruh negatif terhadap bangsa
Indonesia, pemimpin Indonesia-lah pihak yang dapat pertama kali menyatakan
tidak akan hal tersebut.

Dari pandangan-pandangan tersebut, dapat
disimpulkan bahwa dalam mencapai Indonesia merdeka seutuhnya, pemimpin
merupakan salah satu elemen sentral yang memiliki peran yang sangat besar.
Dengan demikian, apabila kita memilih pemimpin yang tepat, sudah sewajarnya
kita yakin bahwa negara Indonesia yang kita cintai akan bergerak ke arah yang
lebih baik. Namun, apabila kita justru salah memilih pemimpin, siap-siap saja
untuk mendapatkan Indonesia yang merdeka hanya secara hukum, namun dalam
kenyataannya dijajah oleh pihak lain. Merdeka!!!

Kepala Dua Umurku kini.. Terima kasih, semuanya!!

September 16th, 2006 by mfrasyid1

Perlu diinget
bahwa kepala dua disini hanya istilah ye… yang nunjukin bahwa aku udah hidup selama 7305 hari.. dari 11 September 1986 sampai 11 September 2006. Dan
untuk itu, aku hanya bisa bersyukur dan mohon ampun padamu ya Allah, karena aku
masih saja lalai dalam menjalankan perintah-Mu namun kumasih diberikan
kesempatan untuk memperbaiki…. dan kepada kedua orang tuaku (beserta semua
keluarga besarku!) yang segala kasih sayangnya takkan pernah kugantikan… Last
but not least juga kepada semua temanku dari sejak lahir ampe sekarang, yang
telah ikut mewarnai hari-hariku selama ini, dan Insya Allah ke depannya pula…

 

Tgl 11 September
lalu… secara khusus ni aku berterima kasih sama keluargaku.. Ayah, Ibu,
adik2ku Pipih Latifah dan Riri Rosyidah
,, yang menelepon di pagi hari pas aku
lagi di kamar mandi ^^.. . Ucapan selamat dari kalian mungkin jadi yang paling
bikin ku bahagia.. karena kenyataan bahwa aku masih punya rumah dan orang2 yang
menantiku di rumah, itu mungkin takkan tergantikan apapun di dunia.

 

Lalu,, kepada Dinda
Ayu Deliana
,,, yah.. udah pada tau toh? Orang yang selalu kuanggap istimewa
sampai sekarang… yang selalu punya kebijaksanaan dalam setiap tindakan dan
kata-katanya… Yang selalu kukagumi dan kucintai ^^ . Ketemu sore-sore di
depan OPTIK ITB, dia ngasi aku kado baju koko item tapi bukan kemeja,, kalo
kata si Upik sih namanya baju Ustadz Jeffrey hehehe… trims ya Dinda.. bajunya
pas kok (dan buagus banget, emang selera-mu selalu bagus yah!), gak kekecilan pula
hehehehe… Sekali lagi trimakasih,, juga atas ucapanmu agar ku bisa selalu
lebih bijak memaknai hidup… seperti kata2 di profile FS-ku right!

 

Terus… aku
berterima kasih (lagi) sama Geng Kribo Ilham Fatoni yang semakin bijak dalam
menjalani kehidupan bermasyarakat,,, Ivan Kurniawan yang selalu ceria dan
memiliki manajemen waktu yang sungguh sangat luar biasa,,, Dyah Ayuni Wijayanti
yang selalu bisa mendalami arti persahabatan,,, dan Fitrasani yang luar biasa
gigih memaknai hidup… mereka tuh tadinya mau bikin skenario buat kejutan,,
berhasil dengan baik (meski agak melenceng dari rencana sih katanya),,, aku
surprised banget mereka nungguin di pintu depan BLCI (kursus bahasa inggris)
buat nyambut aku yang baru keluar dari situ… plus bintang tamu Nasti, Step,
Ido, dan Uqi, selamat yah.. aku dikerjain lagi ^^ Trus kubuka deh bingkisan dari mereka..
sebuah pigura sih kuyakin,, tapi gambar apa ya?? Sketsa wajahku saat ini!!!
Wowwwww… hahahahaha lucu…. aku gak pernah punya yang kayak gini hehehe… With Love, Upik, Fitra, Ivan, Ilham,
KRIBOERS
, itu yang ketulis disitu… ditambah tiramisu yang oke punya,
trims ya sudah sekali lagi membuat ulangtahunku berkesan…

 

Terima kasih
selanjutnya kuberikan ke Dorama Team++. Dorama Team yaitu, Amalia Rahmah, gadis
yang sungguh sangat kuat dan luar biasa sikapnya,,, Simon Hendrikson Simbolon,
yang punya perhatian sangat luar biasa dengan sesama,,, Ryan Sosiawan, yang
selalu kulihat ramah dan tersenyum,,, Pradita Herdiansyah, yang memiliki daya
pikir kritis sekali,,, Yudhie Hatmadji Sudjarwo, yang sungguh punya daya
pengamatan luar biasa, dan Rian Permata Putra, yang juga tetap peduli dengan
sesama, meski sedang sakit.. (cepet sembuh ya). ++nya itu, Eka Yusrianto
Toisutta
, yang punya daya-hadap-masalah yang kuanggap hebat, serta Rindhu Astry
Nalistia
, yang sungguh amat ramah terhadap sesama… Malam2 di pinggir jalan,
aku dapet foto2 plus tempatnya dari mereka,,, Foto2 akan kenanganku di IF
selama ini (termasuk pas masih kribo banget hehe)

 

Dan tentu saja,
tak lupa ku ucapin terimakasih buat semua personel IF 2004, yang untuk kedua
kalinya nyeburin aku di kolam Indonesia Tenggelam!! Uhh.. untung udah menebak
bakal kayak gini dan udah bawa baju ganti, kalo gak, masa mau les bahasa Inggris
baju basah??? Anyway,, banyak banget orang yang nonton, malu juga sih, tapi
seneng juga hehehehe… kenyataan bahwa mereka care, itu mungkin jadi salah
satu alasanku betapa kumencintai mereka.

 

Terus-terus…..

di bawah ini SMS
yang kuterima,, diurut dari yang paling pertama yah! Thank you berat nih buat
semua nya ya…

 

Astari (MB/2004)
10 Sept , 05:35 ”Ass.Fajrink, HeRzLiChEnGluckWuNsCh und alles gute zum
Geburtstag max gut=) artinya Met Ultah ya,smoga smoa harepannya t’kabul.Wass”
… Ya ampun, ni anak Mikrobiologi yg juga partnerku di Protek KM ITB ni, lagi-lagi
ngirim kecepetan sehari, kayak tahun lalu heheh.. katanya si, remindernya
sehari sebelumnya biar gak lupa,, tapi jadinya ya kecepetan ngomongnya.. Anyway
thanks ya!!! Udah lama gak ketemu, sekarang pinter bahasa Jerman pula kau,
haha…

 

Ivan Kur (IF/2004) 11 Sept, 00:00 ”YOOOOOOOW….. FARJIIIIIIIN…..
HAPPY BIRTHDAAAAY!! Moga panjang umur dan sehat selaluuuu…udah kepala 2 neh..
Kapan berbadan 2? Ooooo ho ho ho… #Ooze”
Weits, personel Geng Kribo yang udah jadi petinggi di Comlabs ini cumin telat 4
detik dari jam 00:00 bo! Keren… Masih aja ngomong YOW dengan O nya ada
tujuh?? Dan masih aja manggil aku FARJIN?? Dan emangnya aku bisa berbadan 2??
Dari Hongkong :p Anyway, thanks frienD!

 

Mulyani (SMA6
Sby)
11 Sept,00:00 ”Ass.KakGmnKbr?GiUltahKan.SoMetUltah..=)
SmgPanjangUmur,dikasihKesehatanSlalu’NApaYgDicita2inTerwujud.SuksesStudi,karir, ’NYgPastiJgSuksesBwtIMCnya..;)Amiiin.Wass”…
Sobat pena (lebih tepatnya sobat elektronik) ku ini belum pernah kutemui,
kutahu dari email dan SMS aj… anyway dia sering lho ngasi semangat, doa, dll,
ke aku,,, dan tau pula kalau hari ini aku ultah?? Pengen ketemu kamu kapan2
yah!! Sukses juga untukmu, dan terima kasih =)

 

Dinda (FA/2004)
11 Sept,00:40 ”Asw.Sayang,slmtUlangTahunYa,,slmtDtngDiPeriodeKhdpnBaru, ygInsyaAllahAkanMenjadikanAcitInsanYangLbhBaik. DiKsmptnIniJgAkuMauBlgMakasih&maaf”
Telat 40 menit dari jam00:00, katanya sih gara2 ketiduran.. Ya gapapalah ;) Ucapan selamat itu sudah jauh lebih dari cukup kok, betul? Orang yang selalu
kukagumi dan sayangi ini,masih nyempetin aj untuk gak tidur nunggu jam00:00,
huuuu jadi terharu hehehe… padahal kemarennya kan capek buanget ya tampil di
pentas seni?? Take a relax ya hun..

 

Teh Ira (Krwg) 11
Sept,02:48 ”A slmt ulang tahun ya smg panjang umur cpat kelar kuliah nikah deh
hehehe dr d’zidane&t’ira hasbi”… Wahaha… sepupuku yang baru nikah ini,
ceritanya kok smsnya malem2 banget yah? hehe.. thanks ya… beberapa tahun lagi
nyusul kamu kok Insya Allah : ) Salam buat ipar hehehehe…

 

Fitrasani - Miss
Dunia (IF/2004)
11 Sept, 04:17 ”Sms pertama miss dunia di tgl 11/9/06 diberikan
kpd seorang sahabat yg sedang berulang tahun. Doa pertama di hari ini ditujukn
utk sgl kebaikn di umurmu yg baru.” …Wah… penghargaan tiada tara nih, dapet
ucapan dari seorang Miss Dunia bo!!! Yang kini sepertinya memang semakin banyak
penggemarnya saja.. Kakak, 25 sms, mawar, dan tentu saja Bandung mungkin 4 dari
sekian banyak penggemarnya hehehe.. peace yo Fit! =)

 

Galih Gun (AR UII/2004) 11 Sept, 04:28 ”9/11-2006 update!Happy
b’day to U! Happy b’day to U!Happy b’day to U! Met pgi,bos.hr ini 9/11 ga bkln
aq lp sbg hr ultahmu!=) wish u all d’best..God bless U:-)”… Hu… setiap kali
inget temen baikku di SMA ini, pasti aku malu..
soalnya pas ultahnya dia, aku lupa, baru inget sehari setelahnya… parah
euy : ( Beda banget ya ama dia yang gak pernah lupa.. Huhuu…maapin ya Gun..
thanks for your prayer : )

 

Mega K (FKG UNAIR/2004) 11 Sept, 04:45 ”Happy B’day
Fajrin!!! (^_^)/ Semoga dgn
bertambahx umur semakin matang dlm hidup, dan bermanfaat bagi org lain. Glad to
have a friend like U! : ) ~ mega” … Wah, gak nyangka pula teman dari seberang
provinsi yang belum pernah kutemuin ini tau juga ultahku! Thanks yah Meg… eh,
kapan woi ke Bandung woi? Gak jadi jadi ah, hahahah….. kutunggu lho,, kamu
masih utang traktiran sekali heheheh…..

 

Ibu, 11 Sept, 05:21 ”Asw haloo my son, H a you? Happy
birthday to you. Semoga cita2 Rasyid tercapai dan mendapat ridho Allah, amin. “ … Mammmmmm.. kangen : ) Terima kasih untuk
doa singkat nan padat, serta semua yang telah kau lakukan sehingga ananda bisa
menjadi ananda yang sekarang ini. Dan maafkan, bahkan di umur ananda yang sudah
kepala dua ini, ananda masih belum bisa berbuat banyak, lebih banyak merepotkan
mama… Tapi kuberjanji untuk selalu berbakti padamu, ma. Sekali lagi terima
kasih :)

 

Yudis Aji
(Manajemen UMS/2004)
11 Sept,05:44 ”skrg gantian km yg ulta ni.met ulta
ya,jazakallah khairan katsiiraan,mg 4JJI memberimu kebaikn yg bnyk
amien..tinggal nunggu makan2nya doang ni huekekek :P ” … Waduh, ga nyangka pula
temen sekelas di kelas 1-4 smansa Pkl yang dulu sering dipanggil Firaun (karena
suatu hal rahasia hehe) ini inget pula ultahku… Thanks ya Dis! Makan2?? Bisa
diatur bisa heheheh (Diatur aja, realisasinya belum tentu :D )

 

Anda (IF/2004) 11 Sept,06:13 ”Dear 1year&1day-older than
me-boy, Happy sweet 20th birthday.. Hope this year will be more success than
last year.. Wishing you all the best..” … Weww… orang yang paling ceria di IF04
ini emang setahun dan sehari lebih muda dariku. Thanks yaaaa… sukses? Amin…
mari kita mulai dengan menyukseskan
tugas IB kita, oke??? hehehe… dan selamat pula ya yang sudah jadi asisten
Sister… ayo reunion kelompok A rabu siang minggu pertama praktikum fisika dasar
satu hahahaha

 

Azman (IF/2004) 11 Sept, 06:13 “Asw,jrin,skrg milad y!
Selamat,semoga mnjadi semakin sholeh dan ditunggu undanganya y jrin” … WOW! Sang
kepala keluarga pertama di IF 2004 ini ingat pula ultahku hehehe…. di saat2
seharusnya masih sibuk karena baru mulai berumah tangga hehehe..
(Dia nih yang dibahas di postingan sebelumnya itu
lho, yang baru banget nikah). Undangan apa nih???? Bukan undangan nikah kan??
Karena belum punya rencana sama sekali aku hehehe….

 

Ajat Adri (MA
UI/2004)
11 Sept,10:26 ”wuiss fajrin. Met ultah ya. Semoga panjang umur dan
makin dewasa and pinter. Umur lo kalo di mod 20 brp?”… Ya ampun dri, ucapan
selamat aja masih pake bahasa matematik??? Ya, ini dia nih jagoan matematikanya
UI, gimana LOGIKAnya sukses?? Semoga deh.. tahun depan mau ke Polandia?? Mending
bareng aku aja yuk 2 tahun lagi, siapa tau lomba matematikanya di Italia atau
Jerman hehehehe…

 

Wahyu (EL STT
Telkom/2004)
11 Sept,12:52 ”Heppy birthday fajrin.mg kamu bs lbh buaik lg d
usiamu dah kpl2.ok ttp bertaqwa,semangat n berjuang. hanya kita sendiri yg bisa
do anything. ttp optimis. n be fun, happy. ;-)” … Thanks ya,,, teman baikku di
SMA yang kini sudah tampak dewasa sekali hehehe…. Gimana kabar bandung
selatan, dan juga pekalongan selatan?? Hihihi.. dimana mana di selatan mulu
yak? Trims ya teman.. kapan ke Pekalongan dan main lagi ke tempat Ocha?
ditunggu lho hehehe….

 

Mang Dadang, 11
Sept,16:19 ”Sid met ultah ya” … Wow, 4 kata yang sudah sangat cukup menyiratkan
maknanya hehehe.. Mang Dadang ni adeknya ayahku yang keren lho,, ngajar (dosen)
senin-kamis, trus jumat-minggu ada di Purwokerto buat kuliah S2 (jadi
bolak-balik jauh trus tiap minggu euy).. Trims ya Mang, salam buat keluarga!

 

Faqih (EL STT
Telkom/2004)
11 Sept,18:36 ”Slmt ulang tahun ya sid,sori br ngucapin..smg dgn
bertmbhnya umurmu,mkn bertmbh jg kedewasaanmu,n jg smkn dkt dgn Allah..oh ya
jgn lupa traktirannya. okeh” …Halo pak ketua IM3 (Ikatan Mahasiswa Megono ning
Mbandung - masih kamu gak sih? atau udah ganti?). Lama gak ketemu, eh udah
punya pacar aja kau?? Kenalkan dong? heheh… Kapan pula ballik ke Pkl? Udah
lama nih gak maen2 ke pelosok Karanganyar hahaha peace bro!

 

Tri Aji (IF/2004)
11 Sept,19:59 ”Asw.Bos,met milad ya..Tdk bnyk yg bs ane berikan..Apalagi
u/orang sekualitas antum..=).Smoga antum semakin bijak memaknai kehidupan yg
smntara ini,,=).” … Kembali tersanjung aku, mendapat ucapan selamat dari ketuanye
GAMAIS ITB, unit terbesar di ITB. Ah jangan gitu lah bos,, ane banyak belajar
dari kamu kok… terutama tentang Islam… banyak2 ajarin ya… Wong udah
seasrama gini hehehe

 

Paul (IF/2004) 11 Sept,23:32 ”Jrin, sebelum 11 september
berakhir, mau ngucapin selamat dulu.met ultah n memasuki umur kepala2 : ). Paul”… Sekretaris abadi-ku di IF 2004 ini
ternyata berniat (dan akhirnya memang) jadi orang terakhir di hari ini yang ngucapin
met ultah. Trims ya Paul.. dan jangan bosen kerja bareng saya di IF 2004 ya!

 

Dadan (IF/2004) 12 Sept, 12:45 ”Oya kmrn ak lupa say happy
b’day to you.. Sukses slalu ya
jring” … Santai bro….. santai JAREB (JAjaka REBondig).. yups.. temenku yang satu
ini mojang jajaka se-Tasik lho! Trus dia masuk 10 besar di Jabar, aku ikutan
pas nonton finalnya tgl 9 Sept lalu.. yoi, santailah,, kutahu kamu masih super
capek lah yaw… Bye bye orang yang selalu manggil aku Pajring Sulajring :p

 

Nadya (FA/2004) 12 Sept, 13:39 ”Fajriiiinnnn..Happy belated
birthday..!!! Huhuhu..Telat sehari gak papa y..Hoho.. Wish u all the best,
Always..!!=)”…  Cewek yang udah
kuanggap adik ini, gak lupa juga sama ultahku meski telat.. Santai dek…
Better late than never kok =) Lagipula, 2 menit abis kuterima sms ini, eh gak
sengaja kita ketemuan di gerbang depan ITB.. ngobrol dah hehe… Btw, kapan ya
kita kerja bareng lagi di suatu event? COSMIC dulu rasanya begitu menyenangkan
heheheh…. Salam buat mas Ivan yuuuuu……

 

Yafi (Pkl) 12 Sept,21:16 ”Ass.. Malm! Syid pkbr? Lama g jumpa. Eh Kalo gak salah, kmrn
tgl 11 kan da yang ultah, bnr ga si?kl bener Yap say met hr lahir ya.. moga
slalu dlm lindungan-Nya Amin ^_^” … Yafi!!!!! Lama tak jumpa,, kemana saja kau??
Kuliah dimana kau sekarang? Sobat SMA-ku nih dulunya kerja bareng di PDK
hahaha.. masa2 terjajah… salam ya Yaf!

 

Vydia (Pkl) 14
Sept,11:16 ”Ass,hi syid pa kabar moga baek2 aja.. met ULTAH yo smg tambah semua
aj yang baek2 aj. Masih tetep kan shalatnya? Sori telat ni, lebih baik kan dr
pd g ngucapin: ) Pasti sik sibuk. Wass” Wah….. luar biasa… ternyata yang
menjadi orang terakhir yang ngucapin adalah orang yang dulu memiliki hubungan
istimewa denganku.. =) Pakabar Vid? Baik2kah? Mas Ikhwan gimana? Salam ya…..
ada di Pkl kan? Ntar aku maen2, boleh dong ya? =) Sekali lagi, terima kasih
ya….

Oya.. trus banyak pula yang ngasi ucapan selamat lewat YM.. yang kuinget tuh si
pradita, heri, sherbay, pepi, zakka, moren, anda, diah eka, olip, dendy, ito,ade
gun, vicky, timotius, rindhu, arya, wisnu, tyo, hanin, dyah saptanti, anggri, berto,
dan
lain-lain (banyak hehe).. juga Ivan Kur dan Olip yang naro ucapan selamat di
status YMnya… Juga temen2 yang ngucapin langsung banyak banget ampe lupa satu persatu orangnya.. Juga temen2 asrama PPSDMS yang nulis di papan pengumuman PPSDMS.. Dan banyak buanget  pihak lain,,, yang udah peduli… so lucky to have u all, guys!!! :)

 

Sekali lagi,
terima kasih ya semuanya!!! =)

IF2004++ Goes to Sukabumi, Antara Dua Sisi

September 13th, 2006 by mfrasyid1

“Rombongan Pernikahan Rachma dan Azman Informatika ITB 2004
++, Dengan Pernikahan Berkah, Menuju Keluarga Sakinah”, gitu kira2 bunyi
spanduk di 2 bus yang menyertai kami, rombongan IF 2004 menuju nikahannya temen
seangkatanku si Azman (bener2 seangkatan lho, umurnya 20 tahun pula) di
Sukabumi, 9 September 2006.
Yups, 96 anak IF 2004, 4 anak IF 2003, dan 3 anak IF 2005 ikut dalam rombongan
itu, memenuhi undangannya, yang tentunya sangat kami sambut, apalagi jika bukan
karena ingin mendoakan mereka, dan juga rasa ingin tahu yang luar biasa – kok
bias ya seumuran kita sudah menikah?

 

Dan itu satu sisi
yang pengen kuceritain.. gimana si Azman, yang umurnya cuman beda berapa bulan
dariku sudah berani mutuskan untuk nikah.. Kok berani amat ya? Pikirku saat
pertama kali mendengar kabar nikahan ini, beberapa minggu lalu… Sudah siap
lahir batin gitu? ”Dia udah bisa menafkahi, meskipun masih sederhana”, kata si
Aji, bos Gamais yang mengkonfirmasi berita itu. ”Dan beliau memang sudah
merencanakan sejak beberapa waktu lalu… Daripada terjerumus ke hal yang tidak
baik, ditambah sudah bisa menafkahi, lebih baik disegerakan kan?” katanya lagi.
Benar juga ya… Hebat sekali kalau begitu… Siap lahir dan siap batin, Azman
sudah memiliki keduanya.

 

Kalau aku
sendiri… bagaimana? Tidak keduanya rasanya. Aku saat ini jelas tidak punya
penghasilan memadai, bahkan untuk menghidupi aku sendiri pun, aku masih
bergantung pada orang tua… Batin? Rasanya aku belum siap memenuhi tanggungjawab
itu… Terlalu labil rasanya jiwaku ini masih… Dengan dinamika yang ada di
perkuliahan dan kampus, rasanya sulit, sangat sulit bagiku untuk menyatakan aku
siap menikah saat ini… Tapi tetap saja, saat si penghulu menanyakan kesiapan
Azman menikah, dan beberapa waktu setelahnya akad nikah mereka - dilaksanakan
di Mesjid Agung Sukabumi - dinyatakan sah, perasaan ingin mengikuti jejaknya
pun muncul. Bukan hanya aku rupanya… Banyak juga temanku yang berpikiran
sama… Aku ingin sekali menggenapkan Dien ini… Tapi belum mampu, untuk
sekarang… Tapi Insya Allah, aku ingin menjadi mampu, dan aku berusaha untuk
mampu,,,, Insya Allah ^^

 

Lalu… apa sisi
satunya lagi? Kebanggaanku sekali lagi akan angkatan IF2004,,, yang sekali lagi
nunjukin kepedulian plus kekompakannya terhadap anggotanya… Meskipun ada
tujuan lain (that is jalan-jalan), tapi aku yakin tujuan utama mengapa bisa
sejumlah sekitar 100 orang itu berangkat ke Sukabumi adalah ingin secara
langsung nunjukin kepedulian & kekompakan sama si Azman, yang tentunya
bagian dari IF2004,,, dan karena itu pula, aku dengan bangga ingin dan akhirnya
jadi ketua rombongan ini
:)

 

Biaya 45ribu buat
bolak-balik Bandung-Sukabumi menurutku tidak murah, tapi ternyata antusiasme
mereka toh tidak berkurang. Bahkan sebagian mereka yang tidak ikut karena
memang ada keperluan yang mendesak pun, bersedia untuk berkontribusi untuk
hadiah bagi Azman.. (bahkan ada pula yang kontribusinya sama dengan yang ikut,
yaitu 45ribu, luar biasa….). Dan aku sangat takjub ketika akan menyerahkan
donasinya, amplop dari kami bahkan tidak muat di kotaknya, saking tebalnya
amplop tersebut…
How nice are you, guys!!! I’m proud of being your
leader J (aduh ampe berlinang air mata
nih nulis ini, hehehe)… Adanya spanduk, piala bergilir nikahan (yang
ceritanya bakal dioper ke orang yang baru nikah), kado guede, dan penampilan
’keren’ (batik, kebaya, kemeja formal yang dipake mereka pas itu yang sungguh
kontras dengan penampilan mereka sehari-hari kalo kuliah) anak-anak menambah
bukti kepedulian itu… dan gimana ramenya perjalanan selama bolak-balik
Bandung Sukabumi menambah bukti kekompakan mereka… Eh, bukan,,, kekompakan
kami…

 

All the stories we
made…

Every single day we
spent…

Thousand of memories
we had…

Show us what a family
is…

Today… you give us a
new one…

Congratulations!!!

Our best wishes with
you…

 

Ya..
congratulations ya Azman… dan buat semua rekan-rekan Informatika ITB 2004, yang
(sekali lagi kukatakan) selalu kucintai dan kubanggakan
:)

 

———————————————————————————————————–

 

Nb : ada yang tau penggalan lirik lagu ini?

 

Kudengarkan suara
burung bernyanyi

Kubayangkan indahnya
dunia

Di manakah cinta yang
kucari

Sampai kapankah
kuharus menunggu

OSKM ITB 2006 - Kekaguman dan Kekesalan

September 1st, 2006 by mfrasyid1

“Dengan ini, saya menutup maharaya OSKM 2006”, ujar Zamzam
Badru Zaman, NIM 10203001, mahasiswa Fisika ITB 2003, sekaligus ketua OSKM ITB
2006. Dan tak lama setelah itu,
arak-arakan mahasiswa baru, dari jalan Gelap Nyawang menuju kampus pun
dilakukan. Hal ini merupakan bentuk penghargaaan mahasiswa lama terhadap
mahasiswa baru yang, meskipun ditekan oleh kekuasaan rektorat, tetap berani
untuk mengikuti OSKM ITB 2006.

 

Dan salut luar
biasa saya ucapkan kepada dua pihak, yaitu panitia dan peserta OSKM ITB 2006,
yang tetap gigih memperjuangkan idealismenya, tetap bersatu menghadapi ancaman
apapun dari rektorat. Aku tidak banyak berkontribusi dalam OSKM kali ini,
karena ada tugas lain, amanah lain yang harus kulakukan. Namun, setelah amanah
itu selesai, aku berusaha mencari tahu tentang OSKM dan membantu apapun yang
bisa kulakukan untuk OSKM kali ini. Dan akhirnya, pada akhir minggu kedua Agustus
aku pun tahu, bahwa rektorat benar-benar meng-ilegal-kan OSKM kali ini -
keputusan yang sangat mengherankan, sebab sebelumnya mereka mendukung OSKM
bahkan memberikan panitia OSKM sebuah sekre yang besar di gedung CC. Bentuk
pengilegalan itu dilakukan dengan memberikan sanksi akademis terhadap kedua
pihak, yaitu panitia dan peserta. Sanksi tersebut belakangan diketahui berupa
”peninjauan status kemahasiswaan” terhadap peserta OSKM, belum tahu bagaiman
dengan panitianya.

 

Saya pribadi
sangat menyesalkan keputusan rektoral yang meng-ilegalkan OSKM kali ini karena
keputusan tersebut dilakukan secara sangat sepihak. Maksudnya, rektorat bahkan
tidak mengetahui isi OSKM kali ini, karena tidak pernah (atau mungkin sangat
sedikit) ada kesempatan dialog antara panitia OSKM dan rektorat. Dalam benak
rektorat, segala yang berbau OS dan kaderisasi adalah hal yang buruk yang tidak
sesuai dengan misi ITB untuk menjadi research university dan bla bla bla…
Don’t
say even a word if you don’t know it! OSKM dalam beberapa tahun terakhir adalah
suatu kegiatan yang sangat positif, terbukti dengan banyaknya tanggapan positif
dari berbagai pihak yang terlibat di dalamnya (sebagian besar peserta, tokoh nasional
yang mengisi acara, rektorat sebelumnya, dan lain-lain). Yang dilakukan dalam
OSKM kali ini pun menurut saya tidak jauh berbeda dengan OSKM-OSKM sebelumnya,
yang banyak membawa hal positif, seperti pemberian materi tentang kemahasiswaan
dan kebangsaan, semangat berkontribusi kepada masyarakat dalam bentuk bakti
sosial, lingkar wacana, interaksi untuk lebih saling mengenal dan berbaur
antarpeserta, dan lain-lain. Sedemikian
burukkah acara seperti itu, hingga orang yang melakukan hal-hal itu akan
“ditinjau status kemahasiswaan”nya? Kita ini kaum intelektual bung… baik
kami, mahasiswa, maupun Anda, rektorat. Sekali lagi, saya amat sangat
menyesalkan tidak adanya kesempatan untuk menunjukkan semangat kemahasiswaan
kami.

 

Namun panitia
tidak menyerah, luar biasa! Mereka tetap berencana mengadakan OSKM pada tanggal
20-21 Agustus 2006. Keputusan ini didukung oleh semua elemen kampus
(Himpunan-himpunan dan unit-unit), yang pada intinya menyatakan mendukung OSKM
kali ini dan bersama-sama berjuang untuk mewujudkannya. Pada tanggal 16 Agustus,
pada acara sidang penyambutan mahasiswa baru oleh rektorat di Sabuga, panitia
melakukan ’penyambutan’ di depan gedung tersebut, dalam bentuk berbaris di
depannya, mengobarkan semangat teman-teman mahasiswa baru dengan menyanyikan
lagu-lagu kampus, salam ganesha, dan orasi kemahasiswaan. Tidak ada intimidasi,
saya tekankan sekali lagi, tak ada intimidasi. Karena kali ini, saya bersama
teman-teman himpunan lainnya ikut hadir di sana, sebagai pengawas dan pemberi
semangat kepada panitia OSKM, untuk mengingatkan panitia OSKM bahwa mereka
tidak sendirian dalam menghadapi masalah ini. Ada kami, segenap elemen kampus
yang terdiri atas himpunan, unit, dan lain-lain, yang siap membantu dan
mendukung.

 

Pada tanggal 19,
sehari sebelum OSKM dimulai, saya sempat berpikir bahwa OSKM esok hari dan lusa
(tanggal 20-21) akan berlangsung lancar-lancar saja, dengan banyak peserta yang
mengikutinya. Namun, gaan saya tersebut langsung termentahkan karena, pertama,
rektorat benar-benar mengeluarkan sanksi DO kepada mahasiswa baru yang terbukti
mengikuti OSKM. Ancaman serupa, saya pikir, juga akan diberikan kepada panitia.
Hal kedua, ini yang benar-benar mengejutkan, rektorat akan memanggil brimob
untuk mengamankan kampus dari acara OSKM! Seriuskah rektorat?? Aku tidak tahu,
tapi Ketua himpunanku (HMIF), Budiono, meminta aku dan kawan2 DPP HMIF (lembaga
legislatif di HMIF) yang kukoordinir untuk hadir tanggal 20 Agustus jam 6 pagi,
untuk mengamankan OSKM dari brimob, yaitu dengan bersama-sama elemen kampus
lainnya menjadi barikade.

 

Luar biasa,
sekali lagi, luar biasa! Belum pernah kusaksikan langsung selama aku di ITB,
pertentangan antara rektorat antara mahasiswa hingga setajam ini. Pukul 06.00,
saya dan beberapa teman2 HMIF sudah tiba di lokasi Plaza Widya ITB, tempat akan
dilaksanakan OSKM. Semakin waktu berjalan, teman2 elemen massa kampus semakin
banyak yang hadir di sana. Tampak panitia OSKM sudah memenuhi Plaza Widya -
ratusan orang taplok berbaju oranye, ratusan panitia keamanan berbaju merah,
dan puluhan medis berbaju hijau, beserta segenap panitia OSKM lainnya. Tetapi
yang kupertanyakan… dimana pesertanya?? Dan dimana brimob yang
digembar-gemborkan?? Baru kusadari bahwa puluhan orang berbaju bebas yang ada
di sebelah utara Plaza Widya bukanlah panitia ataupun elemen kampus, melainkan
peserta. Dalam hatiku, aku kecewa… Hanya sesedikit itukah peserta yang
datang? (Tidak sampai 10% dari total mahasiswa baru!)… Namun aku tersadar pula,
seharusnya aku tidak kecewa, tapi kagum luar biasa kepada mereka, puluhan orang
mahasiswa baru itu, yang berani menghadapi ancaman DO rektorat demi mengikuti
apa yang sudah elemen kampus perjuangkan… Puluhan orang yang lebih memilih
untuk bersama-sama mahasiswa untuk bergerak, demi kontribusi yang memang selama
ini selalu dinantikan rakyat… Puluhan orang yang sengaja diminta untuk
berbaju bebas (tidak lagi berseragam SMA) untuk melepaskan diri dari satpam
kampus.

 

Pukul 07.00 OSKM
dibuka, dengan orasi biasa. Dan akhirnya OSKM berjalan lancar-lancar saja,
setelah kami memperoleh kepastian bahwa, brimob menolak permintaan rektorat
untuk mengamankan kampus, karena menurut mereka, sama sekali tidak ada alasan
jelas untuk mengamankan kampus dari mahasiswa (I’m proud of you, brimob!!).
OSKM hari itu selesai menjelang Dhuhur, dan tidak ada masalah berarti yang
kulihat pada hari ini…

 

21 Agustus 2006,
saya dan teman-teman kembali hadir di kampus pukul 06.00. Saya datang dengan
membonceng teman seasrama, Nanto - IF 2005 (alias Zen bohongan :p habis mirip
banget dia sama si Zen, anak IF 2004). Semula kukira acara kali ini pun akan
berlangsung lancar. Namun sekali lagi, perkiraan itu meleset begitu kami hendak
memasuki gerbang depan ITB - gerbang ganesha. Gerbang ditutup total! Tidak ada
satupun kendaraan yang diperbolehkan masuk - mahasiswa, dosen, atau siapapun.
”Ini perintah atasan” demikian kata satpam. Perintah?? Dalam rangka apa??
Bukankah gerbang seharusnya justru dibuka pada hari libur? Usaha lain rektorat
untuk menghadang OSKM, demikian pikirku. Tidak akan berhasil, pikirku kembali.
Aku masuk kampus dengan berjalan kaki, tapi ternyata suasana di dalam sangat
amat sepi. Kemana orang-orang? 06.20, jam di gerbang depan menunjukkan waktu
tersebut. Dan SMS dari Budiono segera menjawab pertanyaanku, yaitu bahwa OSKM
dilaksanakan di Taman Ganesha, di seberang gerbang depan ITB.

 

Sekali lagi,
sedemikian parah dan buruknyakah acara ini, hingga kami terusir dari rumah kami
sendiri dan terpaksa melakukan OSKM di Taman Ganesha?? Anyway, sekali lagi
salut kepada panitia dan peserta. Panitia yang tetap bersemangat dalam OSKM
hari ini, dan peserta yang jumlahnya semakin banyak dibandingkan kemarin -
belakangan kuketahui kalau jumlah peserta yang hadir mencapai 135 orang (Informatika
banget, hehehe). Dilaksanakan di taman Ganesha, OSKM tetap menarik menurut
pandanganku (Gak boleh deket2 sih sama panitia keamanannya, hehe). Namun, aksi
penutupan kampus ini benar-benar keterlaluan menurutku, dan ternyata juga
menurut pandangan hampir semua elemen kampus. Oleh karena itu, semua elemen
kampus bersepakat untuk berorasi di depan gerbang ganesha - yang kini dipenuhi
oleh kendaraan yang diparkir disana karena tidak boleh masuk. Aksi orasi ini
dilakukan untuk menunjukkan kepada masyarakat, bahwa OSKM bukanlah acara
perpeloncoan, melainkan acara positif untuk memberi transfer nilai2 kebangsaan,
kemahasiswaan, dan semangat berkontribusi. Untuk menunjukkannya pun, setelah
orasi tersebut, rencananya semua elemen kampus, beserta panitia dan peserta
OSKM, akan terjun langsung ke masyarakat melakukan bakti sosial dalam bentuk
bersih-bersih lingkungan.

 

Orasi berlangsung
pukul 10.00-12.00, dilakukan oleh semua ketua himpunan yang hadir (ada 20-an),
presiden KM ITB, dan ketua kongres KM ITB. Lebih dari 500 orang hadir dalam
orasi tsb. Orasi ini dihadiri oleh beberapa media massa nasional (Esoknya pun,
teman2 bilang kalau kami masuk berita di Trans TV, dan aku juga kesorot katanya
hehehe - pun berita ini ada di Kompas edisi 22 Agustus 2006). Cukup memberikan
hentakan kepada masyarakat, menurutku. Bahwa tindakan rektorat dalam menutup
gerbang ini sama sekali tidak beralasan. Bahwa pengusiran kami dari kampus pun
tidak beralasan sama sekali.

 

Badha dhuhur,
kegiatan bersih-bersih dimulai, dan kami HMIF kebagian membersihkan wilayah
Kebon Kembang - deket Pasoepati. Dan akhirnya, badha Ashar, sekitar pukul
16.00an, peserta mulai dikondisikan, dan sekitar pukul 17.00, OSKM ITB 2006
ditutup, dilaksanakan di Jalan Gelap Nyawang - seberang Taman Ganesha, sebagaimana
diterangkan di awal.

 

Selesai? Tidak,
karena ternyata ancaman DO terhadap Zamzam (ketua OSKM) dan Dwi (presiden KM
IT) benar-benar nyata. Dan hingga kini, tim advokasi masih mengusahakan
perundingan dengan rektorat. Semoga, semoga, dan semoga semua yang sudah
diperjuangkan selama OSKM ini, tidak justru berujung pada hal tersebut. Karena
jika ya, aku tidak dapat membayangkan pertentangan yang lebih dalam lagi antara
rektorat dengan mahasiswa… Dua elemen yang seharusnya bisa saling bersinergi
demi mewujudkan tridarma perguruan tinggi.

 

Bagaimana OSKM
ITB 2006 ini menurut Anda? Kekaguman (terhadap panitia dan peserta) dan
kekesalan (terhadap rektorat), itulah yang jujur saya rasakan.

Ya deh, kukerjakan ^^…

August 28th, 2006 by mfrasyid1

Ini di bawah ini daftar pertanyaan yang diminta Zakka untuk aku agar menjawabnya (ya ampun, grammar bahasa Indonesia yang payah!). Katanya, jawab pertanyaan2 di bawah ini, terus minta ke 5 orang lain untuk ngejawab juga… gitu ya Zak? Yowes, kukerjain ya…. 

The Quiz

1. Do the following

2. Choose 5 persons to do this

Favourites

Favourite Colour: ya biru lah,, yang bisa menenangkan alam ini,, yang memiliki unsur pembiasan paling sesuai sehingga langit dan laut berwarna biru pula ^^

Favourite Food: Banyak sih… tapi secara umum, ayam2an (goreng+bakar+bumbu)
Favourite Song: Sampe sekarang masih tetep suka sama It’s not easy to be me (Superman) -nya Five for Fighting.. so inspring ^^
Favourite Movie: Beautiful Mind tentunya…. "Dia tidak bertambah tua!" — gimana gak keren, logika dipake untuk menyangkal otaknya sendiri
Favourite Sport: Voli dari segenap penjuru dunia, hahaha… maksudnya dimanapun, maen voli tuh enak
Favourite Day of the Week: Sabtu, dimana aku paling bisa berkreasi
untuk menentukan kegiatanku
Favourite Ice Cream: Chocolate Sundae-nya Hotel Bintang Griya Wisata ^^

Currents

Current Mood: Masih dan mencoba untuk terus berbahagia, mensyukuri setiap nikmat-Nya
Current Taste: Ini apa maksudnya si?? Manis kali ya^^ Tapi lagi sariawan ni
Current Clothes: Kemeja item bercorak yang belinya di Yogya, celana panjang bahan hitem bergaris yang agak kepanjangan, sepatu FILA biru + kaos kaki coklat (gak matching? biarin :p)
Current Desktop: Desktop standar IRK, gak ada apa-apa selain warna biru polos plus beberapa icon standar di sebelah kiri kayak WinSCP, YM, Modzilla, dll
Current Toenail Colour: (Bentar buka kamus dulu….) Kuku jari kaki? Ya sealami warna kuku jari kaki orang lain deh, gak berwarna
Current Time:16.20.10
Current Annoyance: batuk + sariawan, sama pegel2 gara2 latihan taekwondonya capek buanget!!
Current Thoughts: Ada teman seangkatan yang menikah!!! Wah hebat sekali dia yah…. Masih 20 tahun sudah menikah… Aku kapan ya? ^^

First

First Best Friend: Dwi Rahmat Yunawan Saleh, panggilannya Dwi, temen SD yang tinggal deket rumah, selalu ngerjain macem2 bareng (makan, maen, sampe sempet jualan/bisnis gitu), sekarang dia kuliah di Atmajaya
First Crush: Glek… ^^ Primadona SD-ku, namanya… hahaha rahasia, si N**** lah pokoknya (Yang se-SD sama aku pasti kenal orang ini)
First Movie: Lupa juga sih… MacGyver kayaknya, soalnya dulu nge-fans banget
si :)
First Lie: lupa lagi,,, tapi yang jelas pas SD sih….
First Music: Cecak-cecak di dinding!! Itu adalah lagu pertama yang kudengar sekaligus kunyanyikan sebelum masuk TK hahaha… jadi ingat kenangan masa muda, meski belum tua juga sih sekarang.

Last

Last Cigarette: Gak merokok, dan Insya Allah tidak akan merokok
Last Drink: Air putih di galon di asrama
Last Car Ride: Gak bisa nyetir mobil T_T ajarin dong, Pik, or somebody lah! Hehehe
Last Crush: Glek lagi ^^… Ya seseorang dari gedung seberang kampus lah :)
Last Phone Call: Dyah Ayuni Wijayanti alias Upik, nelponnya Sabtu malem tgl 26 Agustus 2006 (lupa tepatnya), mastiin kabar tentang teman seangkatanku itu, hahaha
Last CD played: Apa ya? Kayaknya udah bertahun2 gak nyetel CD deh, tapi kayaknya sih OSTnya Final Fantasy deh

Have you ever

Have you ever dated one of your best friends: Kalo nemenin beli sesuatu itu termasuk nge-date kah? Kalau iya, ya pernah berarti.. Kalau gak, berarti gak pernah..
Have you ever broken the law: Naek motor gak pake helm itu melanggar hukum kan ya? Berarti pernah hehehe
Have you ever been arrested: Hehehe, untungnya yang barusan itu (naek motor gak pake helm) gak ketahuan, jadi belum pernah :)
Have you ever skinny dipped: (Buka kamus lagi….) What? Belum belum!!
Have you ever kissed someone you don’t know: Jangankan yang gak kenal, yang kenal pun belum pernah kok…

Tag 5 people!

Sama kayak Anggri aja deh, silakan bagi yang mau, japri aja hahahaha….. tapi secara khusus sih, sebenernya pengen tau tentang…. Trian Hendro Asmoro, Selvira Afiffa, Ismy Dianty, Mega Kusaladewi Gunung Hidayat, dan Wihaga Satya Kresna. Tapi sekali lagi, sok yang mau sok japri aja :)

Amanah yang amat sangat berat…

August 24th, 2006 by mfrasyid1

”Gue kecewa sama
lo, Jrin… Seorang ketua angkatan yang pinter banget dalam bidang matematika,
ngebiarin temen seangkatannya sendiri DO gara-gara gak lulus kalkulus?? Please
deh!!” itulah dampratan temanku padaku beberapa waktu lalu, setelah dipastikan
bahwa temenku yang dimaksud tersebut mengundurkan diri dan pindah kuliah ke
tempat lain. Sontak saja, bagai tersambar petir aku tersadar. ”Aku bukan dewa
penyelamat…” hanya itu jawaban yang bisa kuberikan, karena memang aku tidak
dapat menemukan alasan untuk membantah ucapannya.

 

Dan sekali lagi
aku tersadar akan peranku, yang selalu mengiringiku ke mana pun aku pergi.
Sebuah beban amat sangat berat yang terus menerus terpasang dalam pundakku,
yang takkan lepas kecuali memang itulah permintaan pihak-pihak yang terlibat.
Pihak itu tak lain adalah mahasiswa Informatika ITB angkatan 2004, dan beban
tersebut tak lain adalah ketua angkatan mereka (mahasiswa Informatika ITB
angkatan 2004).

 

Sedikit flashback
saja (lengkapnya ada di postingan beberapa bulan lalu), jujur kuakui bahwa,
saat aku terpilih menjadi ketua angkatan sekitar 2 tahun lalu, aku tidak pernah
menyangka bahwa tugasku akan seberat ini. Saat itu, yang ada di dalam pikiranku
adalah, tugas ketua angkatan adalah bagaimana mengatur keadministrasian dan
kelengkapan dalam angkatan, terutama sekali dalam menghadapi osjur (PAB HMIF
2004), yaitu bagaimana agar angkatannya kompak, bisa menyelesaikan tugas-tugas
osjur, dll. Saat osjur selesai (dengan semua peserta dilantik menjadi anggota
biasa HMIF), aku berpikir bahwa tugasku hampir selesai. Ya, suatu pikiran yang
sama sekali salah, karena ternyata aku menyadari bahwajabatan ketua angkatan
lebih merupakan jabatan moral (Kalau sebelumnya aku mengatakan ada dua jabatan,
struktural dan kultural, maka saat ini aku berpikir keduanya lebih cocok
disebut menjadi satu saja, yaitu moral), mengapa, karena tidak ada bentuk
pertanggungjawaban secara tertulis/hukum. Artinya, jika aku melakukan
kesalahan, tidak akan dituntut pidana, mungkin yang terjadi ya dimarahin seangkatan
kali ya ;).

 

Nah… jabatan
moral ini, ternyata membawa konsekuensi yang jauh lebih luas daripada yang
kubayangkan semula… Yaitu seberapa besar tanggungjawabku terhadap rekan-rekan
seangkatanku?? Banyak hal yang secara jelas menjadi tanggungjawabku, tentunya
dengan bantuan teman-temanku pula, misalnya jika satu angkatan diminta untuk
hadir dalam acara tertentu (misal acara himpunan, mukrab gitu lah), maka
menjadi tugasku untuk mengkoordinir teman-teman, misalnya untuk mengadakan
perembahan angkatan, atau saat angkatanku dipercaya untuk melakukan suatu
tugas, maka menjadi tugasku pula untuk mengkoordinir dan membagi peran kepada
teman2ku, siapa mengurusi apa, dan sebagainya…

 

Namun,, banyak
hal pula,, yang sulit kusadari,, apakah itu menjadi tanggungjawabku sebagai
ketua angkatan, atau tanggungjawab moralku sebagai teman, atau sama sekali
bukan tanggungjawabku? Contoh mudahnya adalah… Bagaimana jika ada teman yang
kesulitan akademis? Bagaimana jika ada teman yang sakit? Bagaimana jika ada
teman yang membutuhkan bantuan dana? Bagaimana jika ada teman yang memiliki
masalah pribadi dengan teman lainnya? Bagaimana jika ada teman yang ingin beli
hape baru? :P (Contoh terakhir jelas bukan tanggungjawabku ya
:) ).

 

Aku sendiri,
berpendapat bahwa contoh-contoh tadi (selain yang terakhir tentunya), adalah
tanggungjawabku secara personal (moral) sebagai teman, bukan sebagai ketua
angkatan. Namun, karena aku adalah ketua angkatan, maka seyogyanya aku memiliki
kapasitas lebih untuk berperan. Dan menurutku, kapasitas itu bisa berupa ajakan
kepada teman-teman lain untuk menunjukkan tanggungjawab moralnya juga.
Disinilah seharusnya aku menggunakan kapasitas tersebut. Dan disinilah aku bisa
menyatakan bahwa sampai saat ini aku kurang menjalankan amanahku dengan baik
sebagai ketua angkatan, dan bukti sederhananya adalah dampratan temanku tadi.
Seorang ketua angkatan yang baik, menurutku, seharusnya bisa menangani
contoh-contoh masalah tadi dengan baik.

 

Karena ternyata
banyak teman yang tidak bisa turut kubantu…

Karena ternyata
banyak masalah yang tidak bisa turut kuselesaikan…

 

Dan kembali ke
jawabanku terhadap temanku di awal tadi, alasan yang bisa kukemukakan adalah,
aku bukan dewa penyelamat. Tentunya tidak semua masalah pasti bisa
kuselesaikan, aku menyadari hal itu sepenuhnya. Pertanyaannya adalah, sudahkah
aku sekadar berusaha untuk turut menyelesaikan masalah-masalah itu?? Sudahkah
aku, misalkan menjumpai dan mengetahui ada teman yang mengalami kesulitan
akademis, menemuinya dan menyatakan ingin membantunya? Sudahkah aku, jika
mengetahui ada teman yang mengalami masalah dana, berusaha (hanya sekadar
berusaha!) mencari jalan keluar? Sudahkah aku peduli (hanya sekadar peduli!)
jika ada teman yang memiliki masalah pribadi?

 

Kukatakan dengan
tegas bahwa, jawabanku untuk pertanyaan-pertanyaan tadi adalah, tidak
sepenuhnya. Aku memang seringkali bertanya kepada teman-teman,
pertanyaan-pertanyaan sederhana seperti, ”Apa kabar?”, ”Bagaimana kuliahnya?”,
”Tugas besar sudah selesai dikerjakan?”, ”Kondisimu bagaimana, sehat-sehatkah?”,
”Sekarang sedang sibuk mengurus apa?”, dan hal-hal lain semacam itu. Dan terus
terang, hampir semua jawaban yang kuterima adalah jawaban positif. Tapi aku
seolah-olah kurang peka bahwa ternyata ada sebagian temanku yang merasa sungkan
untuk sekadar mengadu masalahnya kepadaku, sehingga aku sendiri kadang tidak
mengetahui sebagian masalah yang melanda teman-temanku. Kekurangpekaanku ini
mungkin pula disebabkan oleh kesibukanku sendiri mengurus hal-hal lain (Di himpunan,
di kabinet, olimpiade matematika, PPSDMS, dan lain-lain), yang menjadikanku
sering berpikir bahwa, anak IF ITB 2004 sudah dewasa kok… Kekurangpekaanku
dan keengganan sebagian temanku untuk mengungkapkan masalah. Ternyata itulah
kunci permasalahannya… Meskipun hal ini sudah berulang kali kusampaikan
kepada mereka (misalnya pas di forum angkatan, untuk jangan sungkan kepadaku),
ternyata sebagian dari mereka memang tetap merasa sungkan.

 

Well… aku tidak
dapat menjawab, apa alasan yang membuat mereka sungkan… Dan aku tidak dapat
memaksa mereka untuk menceritakan masalahnya kepadaku, karena mungkin ada
masalah yang menurut mereka memang pribadi, dan mungkin banyak pula yang
merasa, memang aku punya apa dan bisa apa dalam urusan mereka? Kapasitas tadi.
Itu yang kupunya. Dan bila itu tidak cukup, yah… aku tidak mengetahui cara
lain untuk membuat mereka mengemukakan masalah yang mungkin dapat diselesaikan
oleh angkatan. Karena itu, aku harus menyadari, bahwa tugas besarku kini dan
selanjutnya, yaitu pertama, untuk meningkatkan kepekaan dengan lebih proaktif
mencari tahu sendiri masalah yang mungkin sedang melanda teman-teman. Kedua,
untuk lebih dekat dengan berbagai pihak, karena kuyakin banyak dari mereka yang
sungkan kepadaku, tidak sungkan kepada pihak lain. Dengan bantuan pihak
tersebut (bisa berupa teman seangkatan ataupun pihak di luar itu), aku bisa
mendiskusikan masalah2 tadi dan menentukan peran yang bisa kulakukan, dan HARUS
kuusahakan untuk kulakukan.

 

Teman-temanku
yang membaca tulisan ini, khususnya rekan-rekan Informatika ITB 2004, hanya
satu hal saja yang kuminta, bantulah aku dalam usahaku untuk menyelesaikan
masalah ini. Karena jika tidak, terus terang aku tidak dapat lagi menanggung
amanah ini. Aku, ke depan akan lebih mengusahakan dua hal tadi dalam usahaku
untuk menjalankan amanah sebagai ketua angkatan - yang notabene memiliki peran
jelas yaitu memimpin teman-teman Informatika ITB 2004 selama berkuliah di ITB
(bahkan mungkin sampai kita menjadi alumni?), tapi aku tidak akan bisa apa-apa
tanpa kalian, teman-temanku. Tanpa kalian, sepertinya sudah jelas, aku mundur
sebagai ketua angkatan. Eh, tapi perlu diingat, seperti pernyataanku beberapa
waktu lalu di forum angkatan, bahwa Insya Allah aku tetap bersedia menjadi
ketua angkatan dan berusaha lebih menjalankan tugasnya, jika kalian
teman-temanku memang menginginkannya dan mendukungku.

 

Aku tidak akan
lari jika kalian tidak menginginkannya, dan salah satunya karena aku memegang
teguh percakapan antara dua orang yang kuanggap hebat sebagai ketua angkatan, keduanya ketua angkatan di salah satu jurusan di ITB angkatan 2003, yang juga menjabat sebagai petinggi di kepanitiaan OSKM ITB 2005
(Terjadi sekitar satu tahun lalu, saat diklat panitia OSKM 2005) :

X : Gue mau berhenti jadi ketua
angkatan!

Y : Kenapa?

X : Temen seangkatan gue, 7 orang
(Eh 7 atau berapa ya? lupa
^^ ) mau di-DO dan gue gak bisa bantu
apa-apa.

Y :
Terus kenapa lo mau mundur?

X : Ya gue malu
lah, gue gak bisa ngapa-ngapain sebagai ketua angkatan mereka.

Y : Ya okelah lo ada tanggungjawab
ke angkatan lo. Tapi bukan mundur caranya. Caranya yang bener ya dari sekarang, lo
berusaha sungguh-sungguh, biar ke depannya gak ada lagi angkatan lo yang di-DO!

 

Dan Insya Allah,
itu yang akan kulakukan, tapi sekali lagi, hanya dengan dukungan kalian semua,
teman-teman mahasiswa Informatika ITB angkatan 2004, yang kucintai dan
kubanggakan.

LIfe Is Beautiful

August 20th, 2006 by mfrasyid1

Terjemahan bebas dari artikel "Life is Beautiful" di Eagle’s Wings 2000 di bawah ini, mungkin merupakan salah satu artikel yang membuatku menangis, setelah sekian lama aku tidak menangis (Sampai lupa, kapan ya terakhir aku menangis? Kayaknya sih pas nonton One Litre of Tears ^^ ). Mungkin bisa sedikit menjadi pelajaran bagi kita semua, tentang arti kehidupan yang kita jalani sampai saat ini dan ke depannya pula. Terutama pula, bila kita merasa bahwa hidup kita tidak menyenangkan, dan merasa iri dengan kehidupan orang lain yang terlihat menyenangkan…

“Pernah nggak sih kamu ngerasain kalo hidup itu bener-bener ‘bad’ dan nggak berarti lagi? Dan berharap, coba kalo kita bisa ada di kehidupan yang lain !

Saya akui, saya cukup sering merasa begitu. Saya pikir, hidup ini kayanya cuma nambahin kesulitan-kesulitan saya aja! ‘Kerja menyebalkan’, hidup tak berguna’, dan nggak ada sesuatu yang beres!!

Tapi semua itu berubah… sejak kemarin.

Pandangan saya tentang hidup ini benar-benar telah berubah! Tepatnya terjadi setelah saya bercakap-cakap dengan teman saya. Ia mengatakan kepada saya bahwa walau ia mempunyai 2 pekerjaan dan berpenghasilan sangat minim setiap bulannya, namun ia tetap merasa bahagia dan senantiasa bersukacita.

Saya pun jadi bingung, bagaimana bisa ia bersukacita selalu dengan gajinya yang minim itu untuk menyokong kedua orangtuanya, mertuanya, istrinya, 2 putrinya, ditambah lagi tagihan-tagihan rumah tangga yang numpuk!!! Kemudian ia menjelaskan bahwa itu semua karena suatu kejadian yang ia alami di India. Hal ini dialaminya beberapa tahun yang lalu saat ia sedang berada dalam situasi yang berat.

Setelah banyak kemunduran yang ia alami itu, ia memutuskan untuk menarik nafas sejenak dan mengikuti tur ke India. Ia mengatakan bahwa di India, ia melihat tepat di depan matanya sendiri bagaimana seorang ibu MEMOTONG tangan kanan anaknya sendiri dengan sebuah golok!!

Keputusasaan dalam mata sang ibu, jeritan kesakitan dari seorang anak yang tidak berdosa yang saat itu masih berumur sekitar 4 tahun!!, terus menghantuinya sampai sekarang.

Kamu mungkin sekarang bertanya-tanya, kenapa ibu itu begitu tega melakukan hal itu? Apa anaknya itu so naughty atau tangannya itu terkena suatu penyakit sampai harus dipotong?

Ternyata tidak!!!

Semua itu dilakukan sang ibu hanya agar anaknya dapat.. MENGEMIS…!! Ibu itu sengaja menyebabkan anaknya cacat agar dikasihani orang-orang saat mengemis di jalanan!!

Saya benar-benar tidak dapat menerima hal ini, tetapi ini adalah KENYATAAN!! Hanya saja hal mengerikan seperti ini terjadi di belahan dunia yang lain yang tidak dapat saya lihat sendiri.

Kembali pada pengalaman sahabat saya itu, ia juga mengatakan bahwa setelah itu ketika ia sedang berjalan-jalan sambil memakan sepotong roti, ia tidak sengaja menjatuhkan potongan kecil dari roti yang ia makan itu ke tanah. Kemudian dalam sekejap mata, segerombolan anak kira-kira 6 orang anak sudah mengerubungi potongan kecil dari roti yang sudah kotor itu. Mereka berebutan untuk memakannya!! (suatu reaksi yang alami dari kelaparan).

Terkejut dengan apa yang baru saja ia alami,kemudian sahabatku itu menyuruh guidenya untuk mengantarkannya ke toko roti terdekat.

Ia menemukan 2 toko roti dan kemudian membeli semua roti yang ada di kedua toko itu! Pemilik toko sampai kebingungan, tetapi ia bersedia menjual semua rotinya. Kurang dari $100 dihabiskan untuk memperoleh 400 potong roti (jadi tidak sampai $0,25 / potong) dan ia juga menghabiskan kurang lebih $ 100 lagi untuk membeli barang keperluan sehari-hari.

Kemudian ia pun berangkat kembali ke jalan yang tadi dengan membawa satu truk yang dipenuhi dengan roti dan barang-barang keperluan sehari-hari kepada anak-anak (yang kebanyakan CACAT) dan beberapa orang-orang dewasa disitu! Ia pun mendapatkan imbalan yang sungguh tak ternilai harganya, yaitu kegembiraan dan rasa hormat dari orang-orang yang kurang beruntung ini!!

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia merasa heran bagaimana seseorang bisa melepaskan kehormatan dirinya hanya untuk sepotong roti yang tidak sampai $ 0,25!!

Ia mulai bertanya-tanya pada dirinya sendiri, betapa beruntungnya ia masih mempunyai tubuh yang sempurna, pekerjaan yang baik, juga keluarga yang hangat. Juga untuk setiap kesempatan dimana ia masih dapat berkomentar mana makanan yang enak, mempunyai kesempatan untuk berpakaian rapi, punya begitu banyak hal di mana orang-orang yang ada di hadapannya ini AMAT KEKURANGAN!!

Sekarang aku pun mulai berpikir seperti itu juga! Sebenarnya, apakah hidup saya ini sedemikian buruknya? TIDAK, sebenarnya tidak buruk sama sekali!! Nah, bagaimana dengan kamu?

Mungkin di waktu lain saat kamu mulai berpikir seperti aku, cobalah ingat kembali tentang seorang anak kecil yang HARUS KEHILANGAN sebelah tangannya hanya untuk mengemis di pinggir jalan..!!

Saudara, banyak hal yang sudah kita alami dalam menjalani kehidupan kita selama ini, sudahkah kita BERSYUKUR??? Apakah kita mengeluh saja dan selalu merasa tidak puas dengan apa yang sudah kita miliki??”

Indonesiaku, ternyata aku mencintaimu…

August 17th, 2006 by mfrasyid1

17 Agustus 2006, pukul 15.45 saat ini.. berarti sudah 61 tahun (lebih beberapa jam sih - kalo gak salah proklamasi Indonesia tuh jam 10an kan ya? ^^) ini, Indonesia, negara yang kucintai, tempatku dilahirkan dan dibesarkan (dan kemungkinan juga berlaku untuk Anda-anda yang membaca tulisan ini - soalnya kalo orang asing kan, dikit yang bisa baca ^^), merdeka…

Berarti sudah 61 tahun lebih pula sejak kedua orang besar itu (Tidak bisa dipungkiri, mau bagaimanapun Bung Karno dan Bung Hatta tetaplah proklamator kemerdekaan Indonesia), mewakili seluruh rakyat Indonesia saat itu, mengemukakan sebuah ‘proklamasi’, yang secara harfiah berarti menunjukkan (memproklamirkan) kepada seluruh dunia bahwa Indonesia itu ada! Negara kepulauan di antara Asia dan Australia beserta seluruh rakyatnya ada! Siap bersatu dan membangun negeri ini sendiri! Bukan atas kekuasaan negara/pihak lain!

Ya…. bukan atas kekuasaan pihak lain.. itulah yang selalu kucamkan… Bahwa negara merdeka (seperti layaknya manusia merdeka) berhak mengatur hidupnya sendiri, berhak memperjuangkan nasib rakyat mereka sendiri… Tapi pertanyaannya terus saja berulang… Benarkah negara kita Indonesia seperti itu?? Setelah 61 tahun kita seharusnya merasakan kemerdekaan, benarkah bahwa Indonesia seperti itu?? Tidak perlu panjang lebar untuk menjelaskan bahwa tiap-tiap orang di negeri ini punya utang sekitar 7 juta rupiah kepada pihak lain (Ga tau kepada IMF, ga tau negara maju, whatever lah) — sebab, kabar terakhir, utang negara kita tuh 1500 trilyun rupiah, bagi aja sama 220 juta penduduk Indonesia…

Tidak perlu pemikiran mendalam pula, untuk melihat bagaimana aset-aset — harta-harta bangsa ini diambil dan dimanfaatkan pihak asing, bukan dimanfaatkan oleh rakyat kita sendiri… Dan sekali lagi, tidak perlu repot-repot untuk mencari tahu, bahwa hampir semua kebijakan negara kita, dipengaruhi oleh pihak asing…

Namun… namun nih… Jangan dulu ngerasa kehilangan kebanggaan jadi warga negara Indonesia… Seorang temen di lain provinsi bilang bahwa sebenernya rakyat kita itu tidak ketinggalan dengan rakyat negara lain kok… Mau bukti konkret? Sudah berapa banyak coba medali di olimpiade akademis yang dibawa oleh putra putri terbaik bangsa kita… Sudah berapa banyak pula ilmuwan kita yang diakui oleh negara lain (bahkan menjadi top manager pula di luar sana)… Pertanyaannya sekarang, mengapa orang-orang hebat itu sebagian besar tidak ada disini? Mengapa mereka seolah-olah tidak ingin mengangkat harkat martabat bangsa ini? Karena justru kita yang kurang menghargai mereka bung… Kita sendiri, yang kurang menganggap bahwa mereka - yang notabene warga negara Indonesia - memiliki andil besar untuk bangsa ini…

Jadi teringat dengan pembicaraan dengan seorang tenaga pendidik di negeri ini… Saat itu, aku bertanya kepada beliau, mengapa beliau terus saja menjadi pengajar, padahal dengan ilmu yang dimilikinya, beliau bisa menjadi developer handal di perusahaan multinasional lah… Jawaban beliau kira-kira begini : "Kalau hanya mengejar materi, mungkin dengan menjadi tenaga-tenaga ahli di perusahaan asing, saya sudah bisa mendapatkannya, dan saya akan menjadi orang yang kaya raya dalam sekejap saja.. tapi bagaimana dengan rakyat Indonesia lainnya? Yang saya inginkan adalah kesejahteraan yang menimpa sebanyak mungkin rakyat negeri ini, bukan kesejahteraan saya pribadi… dan untuk saya, itu hanya bisa saya lakukan jika saya menjadi pengajar…"

Maknanya secara tersirat sih…. kalau kita ingin berbakti buat negeri ini (jadi pengajar,de-el-el), siap-siap untuk miskin… tapi kalau kita tidak merasa perlu untuk itu, maka dengan menjadi karyawan perusahaan2 asing, lebih dari cukup untuk menjadi kaya sendiri…

Itu bukan cerita fiksi, teman… Karenanya, mungkin di hari ini, sedikit saja usulan dari saya,,, agar kita bersama-sama tidak membuat dua pilihan seperti itu… Cukup satu pilihan saja untuk seluruh rakyat, yaitu agar bisa mensejahterakan bangsa ini termasuk diri sendiri.. mungkin? Mungkin…. jika kita melakukannya secara bersama-sama…

Karena kemerdekaan kita 61 tahun lalu pun, dianggap mustahil oleh sebagian besar bangsa lain (bahkan ada yang mengatakan, Indonesia tidak akan merdeka lebih dari 8 hari! Kenyataannya? Sudah lebih dari 20000 hari kita merdeka….), tapi ternyata kita mampu mewujudkannya…. karena ‘kita’ yang dimaksud disini adalah seluruh, sekali lagi seluruh, rakyat Indonesia…

Sekarang, bersediakah Anda melangkah bersama seluruh rakyat, membangun negeri ini, meskipun itu mungkin hanya berupa sedikit uluran tangan saja? Aku bersedia. Karena Indonesiaku, kukatakan sekali lagi, ternyata aku mencintaimu… :)

Merdeka!!!

(meski tadi pagi tidak ikut upacara bendera, tapi bukan berarti aku tidak melupakanmu, negaraku ^^)

Sepenggal kisah… 22000 kilometer perjalanan (Part 3 - habis)

August 12th, 2006 by mfrasyid1

Hehehe.. oke deh.. kuselesaiin di bagian ini ya^^…

Hanya ada tiga tempat saja yang kami kunjungi di Turki (eh lima deng, sama tempat makan sama tempat beli oleh2 :) ), dan langsung saja… Yang pertama kami kunjungi adalah Masjid Sultan Ahmad, populer dengan sebutan Masjid biru - soalnya lantai dan atapnya warnanya biru. Mesjid itu mungkin mesjid terbesar yang pernah kukunjungi… (Gatau tapi lebih besar mesjid itu atau Istiqlal ya?). Mesjid yang dibuat tidak lama setelah kekuasaan Islam sampai di Turki setelah perang salib usai, sekitar abad 15-16. Megah, luar biasa megah mesjid tersebut, mampu menampung 5000an jamaah, dengan berbagai ornamen dan lampu2 yang mempercantik bagian dalam mesjid, dan pintu2 besar serta dinding2 tinggi di sekeliling mesjid yang sekaligus membuat mesjid tersebut menjadi benteng pertahanan umat Islam pada zaman pertengahan lalu. Mesjid itu memiliki 6 menara, yang konon dibuat sejumlah tersebut karena salah paham antara Si Sultan dengan si arsiteknya (Agak gak ngerti juga sih maksudnya apa?). Oh ya, sama seperti di Dubai, tempat wudhu di sini juga duduk euy.. tapi pas nyobain sih, aku tetep berdiri, gak enak sih kalo wudhu sambil duduk ^^.

Tempat kedua, Aya Sofia, mungkin menjadi salah satu simbol peninggalan sejarah internasional masa lampau pertama yang pernah kukunjungi… Dulunya, Aya Sofia itu adalah sebuah gereja, pas jamannya perang salib… Nah pas Konstantinopel dikuasain umat Islam tahun 1453 (oleh siapa? Lupa euy), kan kota itu diganti tuh namanya jadi Istambul, demikian pula gereja Aya Sofia langsung diubah jadi mesjid Aya Sofia. Tau kan kalo biasanya mesjid itu di bagian dalemnya banyak ukiran2 kaligrafi bertuliskan Allah, Muhamad, dan kutipan ayat Al Quran? Nah yang menarik tuh, meskipun di mesjid Aya Sofia juga banyak ukiran2 kaligrafi tersebut, namun ornamen2/hiasan2 peninggalan gereja tersebut gak semuanya diubah, jadi tetep aja ada lukisan (kalo orang Kristen menyebutnya) bunda maria dan yesus… Yang diganti tuh cuman muka-nya Arcangel (malaikat tertinggi) Gabriel, yang ditutup oleh semacam peralatan makan (karena tidak boleh ada gambar muka kan di dalem mesjid, tapi yang bunda maria dan yesus itu dikecualikan ya? Ada yang bisa menjelaskan?).. Nah ceritanya setelah Kemal Pasha (Kemal Attaturk) menguasai Turki, jadilah Aya Sofia sebagai museum, hingga saat ini… Di luar itu semua, bangunan ini, Subhanallah… juga megah,megah sekali.. menandakan betapa hebat peradaban manusia masa lalu.. bangunan ini menjulang luar biasa tinggi, bahkan aku harus benar-benar mendongak ke atas sampai batas maksimal untuk melihat seberapa tinggi bangunan ini… bahkan untuk naik ke lantai 2, tangganya luar biasa berliku-liku, sampai ngos-ngosan saat tiba di atas euy! Dan dalam hatiku, aku berjanji, Ya Allah, jika Engkau mengizinkan, suatu saat aku akan kembali ke tempat ini, bersama dengan keluargaku, dengan kemampuan (finansial)-ku sendiri. Amin….. ^^

Tempat ketiga, Istana Topkapi, peninggalan bersejarah kerajaan Turki masa lampau.. Dua hal yang menarik dari sini, pertama, terdapat bangunan yang menyimpan semua perhiasan yang digunakan oleh sultan2 jaman dulu, yang kalau dijual mungkin bisa nutup utang Indonesia (kabar terakhir : utang Indonesia itu 1500 trilyun rupiah, koreksi kalau salah). Gimana gak mahal banget, soalnya, sebagai contoh, satu kursi raja tuh, dibuat dari emas, dan dilapisi ratusan (atau ribuan?) permata, yang harga tiap permatanya senilai ratusan juta bahkan mungkin milyaran rupiah… Dan ada puluhan (atau ratusan?) peninggalan semacam itu.. Kedua yaitu, terdapat bangunan yang, Subhanallah, di dalamnya terdapat benda-benda peninggalan Rasulullah dan para sahabat. Ada pedang Nabi (panjang sekitar 90 cm) yang bersarung emas beserta panahnya, pedang para sahabat (Yang paling besar itu pedangnya Ali, dan yang paling kecil pedangnya Umar - tapi yang paling kecil itu ya masih termasuk besar menurutku sih), terus juga beberapa peninggalan Rasul lainnya seperti cincin, tulisan tangan Nabi ke raja Persia, dll…

Subhanallah, luar biasa ya? Tapi tahu tidak, kunjungan ke tempat-tempat ini malah membuatku takut lho… Kenapa? Soalnya aku sudah dapat semua kesempatan ini, bagaimana jika aku tidak berprestasi di lombanya? Oleh karenanya, aku bertekad akan berusaha semaksimal mungkin… Kumohon hanya pada-Mu, ya Allah…. Dari situ, langsung menuju tempat makan bung! Makannya gak jauh beda sama di Dubai, nasi gurih dan daging, tapi bedanya, di sini harus makan roti juga, padahal udah kenyang ^^ Oya, terus saladnya bener2 luar biasa segar deh… ”Tesyekure”, kata kami kepada pegawai restorannya, kata yang berarti terima kasih. ”Kurekure”, kata dia, yang berarti sama-sama. Dari situ, kami beli oleh2 di tempat perbelnjaannya… Oya, sempet juga lho aku nyobain jas yang harganya 20 juta rupiah bung! Gile mahal betul… Makanya cuman nyoba doang … Tapi secara umum memang mahal barang2 disini… Gantungan kunci tuh sekitar Rp 15.000, gelas sekitar Rp 50.000, jilbab Rp 300.000, makkk… Mahal pisan…

Selesai? Ya, itulah akhir perjalanan kami menjelajah Turki. Dari tempat beli oleh2, kami langsung menuju bandara, dimana pesawat Tavrey Airlines jurusan Istambul - Odessa sudah menunggu. Terima kasih kepada Mbak Susan beserta para pegawainya atas jalan2nya ya…. Dan tidak lama, kami sudah berada di dalam pesawat tersebut, melanjutkan 1 jam perjalanan Istambul - Odessa. satu hal yang menarik di pesawat sih, kan ada koran tuh, pas kubaca, tulisannya sama sekali gak kumengerti! Ternyata Ukraina punya huruf abjad sendiri, yang hanya pernah kulihat di film2 yang dibuat di Rusia… Oya, aku tidak berani makan burger yang disajikan di pesawat, takut tidak halal…

Pukul 19.00 waktu setempat kami tiba di Odessa, Ukraina. Zona waktu Odessa dan Istambul tidak berbeda (GMT + 3, jadi selisih 4 jam dengan Jakarta). Senangnya menjelajah berbagai negeri! Tapi euy, baru sebentar merasa senang, eh tiba-tiba jadi kesel, karena di bandaranya kami dapat masalah. Kami tidak diperkenankan melewati daerah pemeriksaan paspor, kayaknya kami dicurigai gitu…. (Sempet kami berpikir, jangan2 Indonesia dianggap sarang teroris oleh negeri ini :p). Yang jelas, setelah melewati berbagai prosedur (ngisi berbagai form ini-itu, ditanyain macem2, ngasi surat undangan dari panitia lombanya, de-el-el), kami baru keluar dari situ jam 21.30 lebih. Eh ternyata di luar sudah ada orang yang nunggu kami, yang megang kertas bertuliskan ”IMC - Indonesia”. Dan yang bikin kaget, orang tersebut (lebih tepatnya orang-orang) bukan dari Kedubes RI untuk Ukraina, tapi perwakilan dari panitia IMC yang sekaligus merupakan gadis muda cantik hehehe.. kayaknya mereka (ada 3 orang) seumuran deh sama kami. Tapi gak sempet kenalan bung, soalnya busnya udah nunggu, jadi harus cepat2 berangkat. Busnya kecil, hanya muat sekitar 20 orang, dan di dalamnya selain kami (tim Indonesia), juga terdapat tim Mongolia. Lagi-lagi tidak sempat berkenalan, karena perjalanannya sebentar aja euy, dan ternyata lagi, tempat penginapan kami berbeda. Mengapa? Alasan yang terjawab setelah esok hari…

Sampai di penginapan sekitar pukul 22.00, dan penginapannya itu berbentuk kumpulan rumah2 kecil (vila atau apalah istilahnya), pokoknya rumah itu tuh ya hanya satu kamar aja, ada dua tempat tidur, satu meja dan satu TV di dalamnya. Aku serumah sama si Nanang UGM, Prastudy UI sekamar dengan pak Nur dari Dikti, nah Ibu Siti sekamar dengan team leader dari tim slaah satu universitas Iran, dan Rangga ITB sekamar dengan mahasiswa Ishafan University Technology, Iran, namanya Behrouz.

.

.

.

.

.

20 Juli 2006

Nah baru hari ini nih bisa melihat Ukraina di siang hari… Oya waktu sholatnya sama saja dengan di Turki, jadi kebiasaan baru ini terus dilanjutin deh (Makan malam sore2, Isya jam 23.00, dll). Yang berbeda itu tentunya arah kiblatnya. Sebelum berangkat dari kampung, aku sempat melihat atlas, dan kira2 arah kiblat dari sini itu ke selatan serong kiri sekitar 15 derajat. Jadi, kami cukup menanyakan arah selatan kepada penduduk sini. Oya, mengapa kami sepenginapan dengan tim Iran? Ternyata alasannya adalah, kami sama-sama muslim. Jadi, mengatur menu makannya pun disesuaikan. Wah, terima kasih sudah menghormati kami ya, panitia… Tapi ya, jadinya harus sedikit bersabar deh… karena menu lauk yang paling sering kami lahap itu terong plus jamur! Mak… kadang2 telor sama ikan,,,, tapi yang paling sering (bahkan selalu) itu roti sama keju, sama terong tadi…. Mama, mau nasi goreng T_T… bosen euy makan terong (meskipun diolahnya macem2)…. Eh btw, suasana kota Odessa tuh gak jauh beda sama di Indonesia lho.. rumput2an dan pepohonannya begitu hijau, sama seperti di Indonesia. Yang beda banget itu ya orang2nya… Karena ini musim panas sepanas-panasnya suhu disana, pakaian orang2 sana tuh, alamak…. luar biasa sulit bahkan untuk menjaga pandangan… Ya tau sendirilah kayak di film2 barat, apalagi yang film2 tentang pantainya…

Btw, jadwal hari ini tuh registrasi, dilakukan di Universitas tua bernama Moloda Gvardija. Sekitar 25 menit jalan kaki dari penginapan, kami tiba disana. Menurutku sih universitas itu lebih cocok disebut kompleks universitas, karena di dalamnya ada asrama, tempat rekreasi pantai, sarana umum, dll (Bangunan utamanya hanya berjarak beberapa puluh meter dari laut lho… Laut Hitam, yang sepenglihatanku sih gak bener2 hitam kok :P cenderung hijau warnanya, karena banyak rumput laut, dan cukup bersih dibandingkan laut pada umumnya di Indonesia). Dan ternyata universitas itu memang benar2 tua… Didirikan tahun 1865, rasanya bangunan utamanya lebih mirip museum daripada kampus ^^. Bahkan toiletnya pun, kuno dan kotor banget euy… Tapi banyak sekali orang yang melakukan aktivitas disini, baik berhubungan dengan IMC, maupun yang jalan-jalan. Begitu banyak orang yang ingin ke pantai lewat depan pintu utama gedungnya, termasuk hari ini.

21 Juli 2006

Hari ini diadakan upacara pembukaan IMC, International Mathematics Competition ke-13, di Moloda Gvardija, dan kami memakai seragam batik + peci, yang membuat kami benar2 merasa seperti selebritis lho… Hahaha, soalnya sepanjang perjalanan kami diliatin terus sama orang2… Pasti karena menurut mereka aneh orang yang memakai pakaian seperti ini di musim seperti ini, karena pada umumnya pakaian mereka ya… gitu deh.. Paling maksimal tuh kaos dan celana pendek (Minimalnya gak usah disebut lah^^). Ternyata, pakaian seperti itu pula lho yang digunakan oleh peserta2 dari negara lain.. Banyak yang pakai celana pendek gitu… Selain kami, yang menurutku rapi tuh cuman peserta dari Iran, yang pada pakai jas.

Eh ternyata keterkenalan kami masih berlanjut lho (Ge-er banget ya!), soalnya sehabis acara pembukaan itu, kami sempat diwawancarai beberapa kali oleh stasiun TV sana, dan aku termasuk dua kali diwawancarai. Karena aku sama sekali gak bisa bahasa Ukraina ataupun bahasa Rusia, wawancaranya pakai bahasa Inggris. Sempet ditanya darimana asalku, berapa derajat lintang dan bujur negaraku (Hayo berapa coba??? Kalau gak salah inget, aku ngejawab Indonesia itu terletak di 95 BT - 141 BT dan di 6 LU - 11 LS, koreksi lagi kalo salah), bagaimana pendapatku tentang negeri Ukraina dan tentang kompetisi IMC, dan lain-lain… Dan ternyata, pas kami sore hari beristirahat di kamar dan menyalakan TV, ada lho wajahku terpampang di TV pas diwawancarai,,, wehehehe…. karena ini kesempatan langka, TVnya kufoto, biar bisa jadi bukti ke orang-orang di Indonesia hehehe….

22 Juli 2006

Finally, the time has come… Ya Allah, aku telah sampai disini dan berusaha semampuku hingga saat ini dan berdoa pada-Mu, selanjutnya kuserahkan sisanya pada-Mu. Ya, dua hari ini (22-23 Juli), inilah hari tes IMC 2006. Tempatnya sama di ’museum’ itu, dan pernyataanku tentang bangunan tersebut semakin kukuatkan karena bahkan untuk menemukan ruang ujiannya saja, kami sangat2 kesulitan, harus naik tangga turun lagi bolak-balik ketemu jalan buntu dan seterusnya.. hingga sudah capek nih pas sampai di tempat lombanya :( Jam 08.15, tes dimulai, dibuka langsung oleh John Jayne, presiden kompetisi tersebut. Dan berlalulah waktu selama 5 jam, waktu yang dialokasikan untuk tes tersebut… Hm..cukup baik hasil yang bisa kuperoleh, menurutku,,, sepertinya target minimal HM Insya Allah bisa tercapai, jika besok tidak ada kejadian yang istimewa… Tapi, aku ingin lebih baik lagi… Third prize/medali perunggu ingin kuraih… Oleh karenanya, besok aku harus berjuang lebih baik lagi…

Eh ada satu hal yang menarik di sana, kan abis tes kami beli air minum tuh… kami beli yang bentuknya mirip Aqua botol besarlah, seharga kira2 Rp 6000,-. Nah pas dicoba, kirain air mineral biasa, ternyata air mineralnya bercampur soda bung! Persis fanta putih, yang biasa disajiin terpisah kalau kita pesan susu soda di restoran-restoran Indonesia itu lho… Waksssss!!!! Jadi gak ngilangin haus nih… Pahit!! Tapi untungnya kami juga beli jus buah seharga sekitar Rp 12000,-, lumayan menyegarkan deh ^^

23 Juli 2006

Ternyata untuk tes hari ini, aku tidak memperoleh kemajuan berarti daripada kemarin. Aku tidak tahu, apakah aku bisa mendapat Third prize atau tidak? Kalau HM (Honorable Mention) sih Insya Allah sudah di tangan… Ya, apapun, yang penting aku sudah berusaha semampuku, dan kembali, kuserahkan sisanya pada-Mu, Ya Allah. Oh ya, setelah tes hari ini, berarti waktu bebas untuk kami! Yippiiieeeee.. ayo kita jelajahi negeri ini!!! Kebetulan sekali, hari ini kami kedatangan tamu, namanya pak Nanang, dari kedubes RI untuk Ukraina, yang bersama sopirnya terus menemani kami selama di Ukraina. Jalan2 pun dimulai… Kami menjelajahi pusat kota Odessa dengan naik mini van yang disediakan pak Nanang untuk kami. Pusat kota berjarak 30 menit perjalanan dari Moloda Gvardija. Ternyata Odessa merupakan pintu gerbang laut utama di bagian selatan Uni Soviet dulu, sehingga sekaligus menjadi pusat armada militer laut negara yang kini sudah terpecah-pecah itu… Dengan menjadi pusat laut tersebut, banyak pihak yang tertarik untuk mengunjungi kota ini, sehingga banyak bangunan bersejarah peninggalan berbagai pihak di kota ini. Gedung opera adalah tempat pertama yang kami kunjungi, yang merupakan gedung opera terbesar kedua di dunia (Tapi gak tau yang pertama ada dimana ^^). Gedung itu luar biasa besar, dengan tulisan kuno terdapat di puncak depan - atas bangunan tersebut. Kini bangunan itu hanya menjadi museum saja. Btw, arsitek gedung tersebut ternyata banyak ditiru bangunan-bangunan lain di kota ini, dengan ciri khas, bangunan yang tinggi besar (ruko2 di sana minimal memiliki 4 lantai) dengan ornamen-ornamen kuno beserta jendela besar dan rapat. Konon bangunan itu sangat baik di negeri 4 musim seperti disana.

Selanjutnya, kami mengunjungi kompleks muka laut pelabuhan (belum sampai ke pelabuhannya), dimana terdapat patung orang Perancis yang berjasa besar terhadap pendirian kota itu (lupa siapa namanya), dan disisinya terdapat mobil Cadillac tua berwarna pink. Ternyata disana, barang-barang unik dibisniskan dengan cara menawari orang2 untuk berfoto bersama barang2 tsb. Kami berfoto saat naik mobil Cadillac tersebut, tapi tidak tahu berapa biayanya, karena dibayarin pak Nanang ^^. Bahkan jika ingin berfoto bersama binatang pun (ada anak kuda kecil lucu seukuran anjing, ular aneh, burung elang, de-el-el), kita harus membayar! Yasudah, batal deh niat berfoto bersama limousin superpanjang yang ada di deket Cadillac tadi.

Terakhir, kami mengunjungi pusat oleh2 (harus itu!). Berada di tengah taman kota2, strategis sekali tempat ini. Ternyata yang paling menarik justru penjual-penjualnya (bukan menarik tampangnya, jangan ngeres dulu :p). Sebagian besar mereka (orang-orang dewasa itu) tidak bisa berbahasa Inggris bung! Lho kenapa? Karena jaman dulu kan Ukraina masih bareng Uni Soviet, dan tau sendiri kan dulu jamannya Cold War, jadi Uni Soviet anti banget dengan semua yang berbau-bau Barat, termasuk bahasanya. Nah, setelah Ukraina merdeka tahun 1991, barulah bahasa Inggris dijadikan materi sekolah-sekolah disana. Akibatnya, justru anak-anak muda negara tersebut lebih mahir berbahasa Inggris daripada orang tuanya. Hal ini kabarnya berlaku di hampir semua negara-negara pecahan Uni Soviet. Makanya, ada penjual yang menyertakan anaknya dalam berdagang, supaya bisa berkomunikasi dengan orang asing.. Disini saya membeli satu matrioska, yaitu boneka khas negara-negara Soviet, terbuat dari kayu, dan boneka tersebut bisa dibuka dan di dalamnya terdapat boneka lagi dengan ukuran lebih kecil, dan boneka yang lebih kecil itu bisa dibuka lagi, begitu seterusnya hingga boneka terkecil yang sekecil peluru mainan (yang bulat itu lho), harganya 45 hryvnia (itu mata uang sana, dibacanya grivna), atau sekitar Rp 80000,-

.

.

.

.

.

24 Juli 2006

Nah kalo hari ini itu jadwalnya ekskursi, artinya jalan2 resmi seluruh peserta, agar kita bisa saling akrab dengan peserta lain, bertukar informasi, de-el-el. Berangkat dari Moloda Gvardija sekitar jam 10.30, ternyata beberapa tempat tujuan kami sama dengan kemarin, gedung opera dan kompleks muka laut pelabuhan. Bedanya, kini kami bersama-sama peserta lain, ada tour-guide, dan yang terpenting, kali ini kami tidak hanya sampai ke pelabuhannya, bahkan naik kapal cukup besar untuk menjelajah Laut Hitam! Sekali lagi aku bersyukur memperoleh kesempatan-kesempatan ini, ya Allah… kami berempat, tim Indonesia memilih duduk di dek buritan kapal, agar bisa menerawang jauh ke segala arah… Pernyataanku tentang Laut Hitam beberapa hari lalu ternyata benar, karena laut ini menurutku sih sama saja warnanya sama laut lainnya, atau mataku yang salah? :p Btw, lautnya sangat jernih, meskipun pelabuhan disini digunakan oleh semua jenis kapal, dari kapal penumpang, kapal tanker, sampai kapal pengangkut ikan.. Bahkan kawanan burung seperti di Turki pun tampak disini, di lepas pantai pelabuhannya, juga di sekitar Mercu Suar yang kami lewati…

Kami berputar di laut Hitam selama sekitar dua jam, dan setelah kembali ke daratan, kami mengunjungi museum yang di dalamnya terdapat fosil batu-batuan dari jaman pertama kali bumi terbentuk, asal mula laut, zaman dionsaurus, zaman purba, hingga saat ini. Dan di museum itu juga terdapat fosil binatang2 zaman dulu, yang paling kukagumi tentu saja fosil Mammoth utuh yang luaaaarrrrrr biassaaaaa guedheeeee… Masa tinggiku cuman selututnya dia?? Tingginya 5 meter lebih kali tuh… Gadingnya juga besar.. Pokoknya lebih besar dua kali lipat daripada gajah2 zaman sekarang lah! :) Dan setelah itu, ekskursi pun usai… Yang menurutku kurang itu, gak ada sesi beli oleh-olehnya nih!! Ya sudah, besok atau lusa deh, sebelum pulang… Oh ya,, ternyata kedubes itu baik banget lho… Kami disini diberi stok makanan dan minuman tiap hari (Ada air mineral murni juga bung!! Gak lagi air soda pahit itu ^^), dan karena tahu kami diberi makanan semacam terong itu, pak Nanang ngajak kami makan di restoran Timur Tengah, dan disana kesempetan juga makan nasi gurih, sate kambing, roti daging, soto daging,de-el-el, yang sedikit banyak lebih mirip dengan rasa masakan Indonesia lah,,, lumayan buat ngobatin rindu… Makanan serupa pun dikirimkan oleh Pak Dubes langsung dari Kiev kemari, buat makan malam. Sepertinya sih, mereka sangat senang kedatangan tamu setanah air, setelah mungkin berbulan-bulan gaulnya pakai bahasa Rusia terus :P

25 Juli 2006

Nah hari inilah waktunya upacara penutupan, sekaligus pengumuman hasil IMC. Ya Allah, sekali lagi, ku telah berusaha dan berdoa, kini ku bertawakal, menyerahkan hasilnya pada-Mu. Btw, upacara penutupan baru mulai jam 19.00, jadi siangnya? Tentu saja jalan2 lagi dong…. Kan belum kesampean beli oleh2… Akhirnya kami kembali ke sentra oleh2 di taman kota itu, dan disana borong banyak deh…. puluhan gantungan kunci, puluhan magnet, juga puluhan peluit, kubeli buat temen2 dan keluarga. Oya, juga ada beberapa hiasan dinding dan hiasan meja. Borong bung…. kan banyak pihak yang sudah mendoakan aku, masa aku tidak memberi apa2 kepada mereka :)….

Pukul 19.00, John Jayne membuka upacara tsb sekaligus mengumumkan hasil lomba. Nanang UGM, dengan nilai 85, dapet Third Prize. Prastudy UI, dengan nilai 88, juga demikian. Rangga ITB, dengan nilai 36, mendapatkan certificate. Aku?? Nilaiku 73. Ternyata… HM. Kurang 7 angka untuk mencapai Third prize (batasnya 80), tentu saja ada sebagian hati kecilku merasa kecewa. Tapi bagaimanapun, aku bersyukur pada-Mu ya Allah. Aku pun puas karena memang kemampuanku seperti ini, dan memang perolehan nilaiku pun kuprediksi sekitar itu (70an atau 80an). Namun,,, dalam hatiku aku bertekad,,, dua tahun lagi, jika diberikan kesempatan oleh Allah, aku akan mengikuti lagi kompetisi ini, dan jika diperkenankan, aku akan memperoleh Second prize atau bahkan First prize. Insya Allah….

26 Juli 2006

Selamat tinggal, Ukraina. Aku harus kembali melanjutkan hidupku. Ya, di siang hari, kami berangkat ke airport,,, disana kami berpisah dengan pak Nanang dan sopirnya, terima kasih kepada beliau, pak Dubes, dan segenap staf Kedubes yang baik sekali, bahkan ngasi kami cinderamata, aku memperoleh jam tangan kulit yang tidak memerlukan baterai untuk menjalankannya (Keren euy! Trima kasih pak Dubes…). Oya, sebelum ke airport, sempet juga pamitan sama tim Iran (Behrouz dkk), juga sama petugas restorannya. Mereka semua kami beri cinderamata yang kami bawa dari Indonesia, yaitu miniatur wayang golek berupa gantungan kunci, stiker, de-el-el. Dan akhirnya, sekitar pukul 16.00, pesawat Tavrey Airlines pun tinggal landas. Meninggalkan negeri yang baru seminggu kukunjungi, negeri yang memberikanku banyak pengalaman baru… Menuju kota Istambul, yang kali ini hanya kami singgahi airportnya saja (tidak seperti saat keberangkatan). Perjalanan pulang itu terasa begitu singkat… Transit satu jam di Istambul untuk berganti ke pesawat Emirates menuju Dubai pun, kembali terasa begitu singkat….

27 Juli 2006

Tiba di Dubai pukul 03.30 pagi, kami berangkat pukul 06.30 pagi, menuju Jakarta. Kali ini, kami akan transit di Sri Lanka dan Singapura. Tapi di kedua tempat itu, transitnya hanya sebentar. Dan tidak berbeda dengan penerbangan Odessa-Istambul dan Istambul-Dubai, perjalanan Dubai-Colombo, Colombo-Singapura, dan Singapura-Jakarta terasa begitu, begitu singkat. Aku tidak tahu mengapa, tetapi mungkin, karena selama perjalanan, aku merasa sangat bahagia sekaligus sedih, mengenang pengalamanku yang waktunya cukup singkat (hanya sekitar seminggu lebih) namun begitu banyak memberi pelajaran bagiku… Tiba di Jakarta pada malam hari, kami menginap semalam sebelum keesokan harinya, tanggal 28 Juli 2006, saya berangkat ke kampung saya di Pekalongan. Oya, saat tiba di Jakarta, tidak ada penyambutan sama sekali, hanya disambut oleh petugas Depdiknas yang memang bertugas menjemput di bandara. Jauh sekali ya dengan TOFI yang disambut konferensi pers de-el-el? Ya, mungkin karena prestasi kami memang jauh di bawah mereka… Karenanya, tekadku dua hari lalu, semakin kuat… Akhirnya, Ya Allah, aku bersyukur diberi kesempatan-kesempatan perjalanan melintasi berbagai ciptaan-Mu ini, semoga ini bisa membuat hamba-Mu ini menjadi lebih baik…. Dan kepada tanah airku yang kucinta, hanya satu hal yang kupikirkan setelah kembali tiba di Jakarta, yaitu bahwa, Indonesia-ku, ternyata aku mencintaimu.