Hehehe.. oke deh.. kuselesaiin di bagian ini ya^^…
Hanya ada tiga tempat saja yang kami kunjungi di Turki (eh lima deng, sama tempat makan sama tempat beli oleh2
), dan langsung saja… Yang pertama kami kunjungi adalah Masjid Sultan Ahmad, populer dengan sebutan Masjid biru - soalnya lantai dan atapnya warnanya biru. Mesjid itu mungkin mesjid terbesar yang pernah kukunjungi… (Gatau tapi lebih besar mesjid itu atau Istiqlal ya?). Mesjid yang dibuat tidak lama setelah kekuasaan Islam sampai di Turki setelah perang salib usai, sekitar abad 15-16. Megah, luar biasa megah mesjid tersebut, mampu menampung 5000an jamaah, dengan berbagai ornamen dan lampu2 yang mempercantik bagian dalam mesjid, dan pintu2 besar serta dinding2 tinggi di sekeliling mesjid yang sekaligus membuat mesjid tersebut menjadi benteng pertahanan umat Islam pada zaman pertengahan lalu. Mesjid itu memiliki 6 menara, yang konon dibuat sejumlah tersebut karena salah paham antara Si Sultan dengan si arsiteknya (Agak gak ngerti juga sih maksudnya apa?). Oh ya, sama seperti di Dubai, tempat wudhu di sini juga duduk euy.. tapi pas nyobain sih, aku tetep berdiri, gak enak sih kalo wudhu sambil duduk ^^.
Tempat kedua, Aya Sofia, mungkin menjadi salah satu simbol peninggalan sejarah internasional masa lampau pertama yang pernah kukunjungi… Dulunya, Aya Sofia itu adalah sebuah gereja, pas jamannya perang salib… Nah pas Konstantinopel dikuasain umat Islam tahun 1453 (oleh siapa? Lupa euy), kan kota itu diganti tuh namanya jadi Istambul, demikian pula gereja Aya Sofia langsung diubah jadi mesjid Aya Sofia. Tau kan kalo biasanya mesjid itu di bagian dalemnya banyak ukiran2 kaligrafi bertuliskan Allah, Muhamad, dan kutipan ayat Al Quran? Nah yang menarik tuh, meskipun di mesjid Aya Sofia juga banyak ukiran2 kaligrafi tersebut, namun ornamen2/hiasan2 peninggalan gereja tersebut gak semuanya diubah, jadi tetep aja ada lukisan (kalo orang Kristen menyebutnya) bunda maria dan yesus… Yang diganti tuh cuman muka-nya Arcangel (malaikat tertinggi) Gabriel, yang ditutup oleh semacam peralatan makan (karena tidak boleh ada gambar muka kan di dalem mesjid, tapi yang bunda maria dan yesus itu dikecualikan ya? Ada yang bisa menjelaskan?).. Nah ceritanya setelah Kemal Pasha (Kemal Attaturk) menguasai Turki, jadilah Aya Sofia sebagai museum, hingga saat ini… Di luar itu semua, bangunan ini, Subhanallah… juga megah,megah sekali.. menandakan betapa hebat peradaban manusia masa lalu.. bangunan ini menjulang luar biasa tinggi, bahkan aku harus benar-benar mendongak ke atas sampai batas maksimal untuk melihat seberapa tinggi bangunan ini… bahkan untuk naik ke lantai 2, tangganya luar biasa berliku-liku, sampai ngos-ngosan saat tiba di atas euy! Dan dalam hatiku, aku berjanji, Ya Allah, jika Engkau mengizinkan, suatu saat aku akan kembali ke tempat ini, bersama dengan keluargaku, dengan kemampuan (finansial)-ku sendiri. Amin….. ^^
Tempat ketiga, Istana Topkapi, peninggalan bersejarah kerajaan Turki masa lampau.. Dua hal yang menarik dari sini, pertama, terdapat bangunan yang menyimpan semua perhiasan yang digunakan oleh sultan2 jaman dulu, yang kalau dijual mungkin bisa nutup utang Indonesia (kabar terakhir : utang Indonesia itu 1500 trilyun rupiah, koreksi kalau salah). Gimana gak mahal banget, soalnya, sebagai contoh, satu kursi raja tuh, dibuat dari emas, dan dilapisi ratusan (atau ribuan?) permata, yang harga tiap permatanya senilai ratusan juta bahkan mungkin milyaran rupiah… Dan ada puluhan (atau ratusan?) peninggalan semacam itu.. Kedua yaitu, terdapat bangunan yang, Subhanallah, di dalamnya terdapat benda-benda peninggalan Rasulullah dan para sahabat. Ada pedang Nabi (panjang sekitar 90 cm) yang bersarung emas beserta panahnya, pedang para sahabat (Yang paling besar itu pedangnya Ali, dan yang paling kecil pedangnya Umar - tapi yang paling kecil itu ya masih termasuk besar menurutku sih), terus juga beberapa peninggalan Rasul lainnya seperti cincin, tulisan tangan Nabi ke raja Persia, dll…
Subhanallah, luar biasa ya? Tapi tahu tidak, kunjungan ke tempat-tempat ini malah membuatku takut lho… Kenapa? Soalnya aku sudah dapat semua kesempatan ini, bagaimana jika aku tidak berprestasi di lombanya? Oleh karenanya, aku bertekad akan berusaha semaksimal mungkin… Kumohon hanya pada-Mu, ya Allah…. Dari situ, langsung menuju tempat makan bung! Makannya gak jauh beda sama di Dubai, nasi gurih dan daging, tapi bedanya, di sini harus makan roti juga, padahal udah kenyang ^^ Oya, terus saladnya bener2 luar biasa segar deh… ”Tesyekure”, kata kami kepada pegawai restorannya, kata yang berarti terima kasih. ”Kurekure”, kata dia, yang berarti sama-sama. Dari situ, kami beli oleh2 di tempat perbelnjaannya… Oya, sempet juga lho aku nyobain jas yang harganya 20 juta rupiah bung! Gile mahal betul… Makanya cuman nyoba doang … Tapi secara umum memang mahal barang2 disini… Gantungan kunci tuh sekitar Rp 15.000, gelas sekitar Rp 50.000, jilbab Rp 300.000, makkk… Mahal pisan…
Selesai? Ya, itulah akhir perjalanan kami menjelajah Turki. Dari tempat beli oleh2, kami langsung menuju bandara, dimana pesawat Tavrey Airlines jurusan Istambul - Odessa sudah menunggu. Terima kasih kepada Mbak Susan beserta para pegawainya atas jalan2nya ya…. Dan tidak lama, kami sudah berada di dalam pesawat tersebut, melanjutkan 1 jam perjalanan Istambul - Odessa. satu hal yang menarik di pesawat sih, kan ada koran tuh, pas kubaca, tulisannya sama sekali gak kumengerti! Ternyata Ukraina punya huruf abjad sendiri, yang hanya pernah kulihat di film2 yang dibuat di Rusia… Oya, aku tidak berani makan burger yang disajikan di pesawat, takut tidak halal…
Pukul 19.00 waktu setempat kami tiba di Odessa, Ukraina. Zona waktu Odessa dan Istambul tidak berbeda (GMT + 3, jadi selisih 4 jam dengan Jakarta). Senangnya menjelajah berbagai negeri! Tapi euy, baru sebentar merasa senang, eh tiba-tiba jadi kesel, karena di bandaranya kami dapat masalah. Kami tidak diperkenankan melewati daerah pemeriksaan paspor, kayaknya kami dicurigai gitu…. (Sempet kami berpikir, jangan2 Indonesia dianggap sarang teroris oleh negeri ini :p). Yang jelas, setelah melewati berbagai prosedur (ngisi berbagai form ini-itu, ditanyain macem2, ngasi surat undangan dari panitia lombanya, de-el-el), kami baru keluar dari situ jam 21.30 lebih. Eh ternyata di luar sudah ada orang yang nunggu kami, yang megang kertas bertuliskan ”IMC - Indonesia”. Dan yang bikin kaget, orang tersebut (lebih tepatnya orang-orang) bukan dari Kedubes RI untuk Ukraina, tapi perwakilan dari panitia IMC yang sekaligus merupakan gadis muda cantik hehehe.. kayaknya mereka (ada 3 orang) seumuran deh sama kami. Tapi gak sempet kenalan bung, soalnya busnya udah nunggu, jadi harus cepat2 berangkat. Busnya kecil, hanya muat sekitar 20 orang, dan di dalamnya selain kami (tim Indonesia), juga terdapat tim Mongolia. Lagi-lagi tidak sempat berkenalan, karena perjalanannya sebentar aja euy, dan ternyata lagi, tempat penginapan kami berbeda. Mengapa? Alasan yang terjawab setelah esok hari…
Sampai di penginapan sekitar pukul 22.00, dan penginapannya itu berbentuk kumpulan rumah2 kecil (vila atau apalah istilahnya), pokoknya rumah itu tuh ya hanya satu kamar aja, ada dua tempat tidur, satu meja dan satu TV di dalamnya. Aku serumah sama si Nanang UGM, Prastudy UI sekamar dengan pak Nur dari Dikti, nah Ibu Siti sekamar dengan team leader dari tim slaah satu universitas Iran, dan Rangga ITB sekamar dengan mahasiswa Ishafan University Technology, Iran, namanya Behrouz.
.
.
.
.
.
20 Juli 2006
Nah baru hari ini nih bisa melihat Ukraina di siang hari… Oya waktu sholatnya sama saja dengan di Turki, jadi kebiasaan baru ini terus dilanjutin deh (Makan malam sore2, Isya jam 23.00, dll). Yang berbeda itu tentunya arah kiblatnya. Sebelum berangkat dari kampung, aku sempat melihat atlas, dan kira2 arah kiblat dari sini itu ke selatan serong kiri sekitar 15 derajat. Jadi, kami cukup menanyakan arah selatan kepada penduduk sini. Oya, mengapa kami sepenginapan dengan tim Iran? Ternyata alasannya adalah, kami sama-sama muslim. Jadi, mengatur menu makannya pun disesuaikan. Wah, terima kasih sudah menghormati kami ya, panitia… Tapi ya, jadinya harus sedikit bersabar deh… karena menu lauk yang paling sering kami lahap itu terong plus jamur! Mak… kadang2 telor sama ikan,,,, tapi yang paling sering (bahkan selalu) itu roti sama keju, sama terong tadi…. Mama, mau nasi goreng T_T… bosen euy makan terong (meskipun diolahnya macem2)…. Eh btw, suasana kota Odessa tuh gak jauh beda sama di Indonesia lho.. rumput2an dan pepohonannya begitu hijau, sama seperti di Indonesia. Yang beda banget itu ya orang2nya… Karena ini musim panas sepanas-panasnya suhu disana, pakaian orang2 sana tuh, alamak…. luar biasa sulit bahkan untuk menjaga pandangan… Ya tau sendirilah kayak di film2 barat, apalagi yang film2 tentang pantainya…
Btw, jadwal hari ini tuh registrasi, dilakukan di Universitas tua bernama Moloda Gvardija. Sekitar 25 menit jalan kaki dari penginapan, kami tiba disana. Menurutku sih universitas itu lebih cocok disebut kompleks universitas, karena di dalamnya ada asrama, tempat rekreasi pantai, sarana umum, dll (Bangunan utamanya hanya berjarak beberapa puluh meter dari laut lho… Laut Hitam, yang sepenglihatanku sih gak bener2 hitam kok
cenderung hijau warnanya, karena banyak rumput laut, dan cukup bersih dibandingkan laut pada umumnya di Indonesia). Dan ternyata universitas itu memang benar2 tua… Didirikan tahun 1865, rasanya bangunan utamanya lebih mirip museum daripada kampus ^^. Bahkan toiletnya pun, kuno dan kotor banget euy… Tapi banyak sekali orang yang melakukan aktivitas disini, baik berhubungan dengan IMC, maupun yang jalan-jalan. Begitu banyak orang yang ingin ke pantai lewat depan pintu utama gedungnya, termasuk hari ini.
21 Juli 2006
Hari ini diadakan upacara pembukaan IMC, International Mathematics Competition ke-13, di Moloda Gvardija, dan kami memakai seragam batik + peci, yang membuat kami benar2 merasa seperti selebritis lho… Hahaha, soalnya sepanjang perjalanan kami diliatin terus sama orang2… Pasti karena menurut mereka aneh orang yang memakai pakaian seperti ini di musim seperti ini, karena pada umumnya pakaian mereka ya… gitu deh.. Paling maksimal tuh kaos dan celana pendek (Minimalnya gak usah disebut lah^^). Ternyata, pakaian seperti itu pula lho yang digunakan oleh peserta2 dari negara lain.. Banyak yang pakai celana pendek gitu… Selain kami, yang menurutku rapi tuh cuman peserta dari Iran, yang pada pakai jas.
Eh ternyata keterkenalan kami masih berlanjut lho (Ge-er banget ya!), soalnya sehabis acara pembukaan itu, kami sempat diwawancarai beberapa kali oleh stasiun TV sana, dan aku termasuk dua kali diwawancarai. Karena aku sama sekali gak bisa bahasa Ukraina ataupun bahasa Rusia, wawancaranya pakai bahasa Inggris. Sempet ditanya darimana asalku, berapa derajat lintang dan bujur negaraku (Hayo berapa coba??? Kalau gak salah inget, aku ngejawab Indonesia itu terletak di 95 BT - 141 BT dan di 6 LU - 11 LS, koreksi lagi kalo salah), bagaimana pendapatku tentang negeri Ukraina dan tentang kompetisi IMC, dan lain-lain… Dan ternyata, pas kami sore hari beristirahat di kamar dan menyalakan TV, ada lho wajahku terpampang di TV pas diwawancarai,,, wehehehe…. karena ini kesempatan langka, TVnya kufoto, biar bisa jadi bukti ke orang-orang di Indonesia hehehe….
22 Juli 2006
Finally, the time has come… Ya Allah, aku telah sampai disini dan berusaha semampuku hingga saat ini dan berdoa pada-Mu, selanjutnya kuserahkan sisanya pada-Mu. Ya, dua hari ini (22-23 Juli), inilah hari tes IMC 2006. Tempatnya sama di ’museum’ itu, dan pernyataanku tentang bangunan tersebut semakin kukuatkan karena bahkan untuk menemukan ruang ujiannya saja, kami sangat2 kesulitan, harus naik tangga turun lagi bolak-balik ketemu jalan buntu dan seterusnya.. hingga sudah capek nih pas sampai di tempat lombanya
Jam 08.15, tes dimulai, dibuka langsung oleh John Jayne, presiden kompetisi tersebut. Dan berlalulah waktu selama 5 jam, waktu yang dialokasikan untuk tes tersebut… Hm..cukup baik hasil yang bisa kuperoleh, menurutku,,, sepertinya target minimal HM Insya Allah bisa tercapai, jika besok tidak ada kejadian yang istimewa… Tapi, aku ingin lebih baik lagi… Third prize/medali perunggu ingin kuraih… Oleh karenanya, besok aku harus berjuang lebih baik lagi…
Eh ada satu hal yang menarik di sana, kan abis tes kami beli air minum tuh… kami beli yang bentuknya mirip Aqua botol besarlah, seharga kira2 Rp 6000,-. Nah pas dicoba, kirain air mineral biasa, ternyata air mineralnya bercampur soda bung! Persis fanta putih, yang biasa disajiin terpisah kalau kita pesan susu soda di restoran-restoran Indonesia itu lho… Waksssss!!!! Jadi gak ngilangin haus nih… Pahit!! Tapi untungnya kami juga beli jus buah seharga sekitar Rp 12000,-, lumayan menyegarkan deh ^^
23 Juli 2006
Ternyata untuk tes hari ini, aku tidak memperoleh kemajuan berarti daripada kemarin. Aku tidak tahu, apakah aku bisa mendapat Third prize atau tidak? Kalau HM (Honorable Mention) sih Insya Allah sudah di tangan… Ya, apapun, yang penting aku sudah berusaha semampuku, dan kembali, kuserahkan sisanya pada-Mu, Ya Allah. Oh ya, setelah tes hari ini, berarti waktu bebas untuk kami! Yippiiieeeee.. ayo kita jelajahi negeri ini!!! Kebetulan sekali, hari ini kami kedatangan tamu, namanya pak Nanang, dari kedubes RI untuk Ukraina, yang bersama sopirnya terus menemani kami selama di Ukraina. Jalan2 pun dimulai… Kami menjelajahi pusat kota Odessa dengan naik mini van yang disediakan pak Nanang untuk kami. Pusat kota berjarak 30 menit perjalanan dari Moloda Gvardija. Ternyata Odessa merupakan pintu gerbang laut utama di bagian selatan Uni Soviet dulu, sehingga sekaligus menjadi pusat armada militer laut negara yang kini sudah terpecah-pecah itu… Dengan menjadi pusat laut tersebut, banyak pihak yang tertarik untuk mengunjungi kota ini, sehingga banyak bangunan bersejarah peninggalan berbagai pihak di kota ini. Gedung opera adalah tempat pertama yang kami kunjungi, yang merupakan gedung opera terbesar kedua di dunia (Tapi gak tau yang pertama ada dimana ^^). Gedung itu luar biasa besar, dengan tulisan kuno terdapat di puncak depan - atas bangunan tersebut. Kini bangunan itu hanya menjadi museum saja. Btw, arsitek gedung tersebut ternyata banyak ditiru bangunan-bangunan lain di kota ini, dengan ciri khas, bangunan yang tinggi besar (ruko2 di sana minimal memiliki 4 lantai) dengan ornamen-ornamen kuno beserta jendela besar dan rapat. Konon bangunan itu sangat baik di negeri 4 musim seperti disana.
Selanjutnya, kami mengunjungi kompleks muka laut pelabuhan (belum sampai ke pelabuhannya), dimana terdapat patung orang Perancis yang berjasa besar terhadap pendirian kota itu (lupa siapa namanya), dan disisinya terdapat mobil Cadillac tua berwarna pink. Ternyata disana, barang-barang unik dibisniskan dengan cara menawari orang2 untuk berfoto bersama barang2 tsb. Kami berfoto saat naik mobil Cadillac tersebut, tapi tidak tahu berapa biayanya, karena dibayarin pak Nanang ^^. Bahkan jika ingin berfoto bersama binatang pun (ada anak kuda kecil lucu seukuran anjing, ular aneh, burung elang, de-el-el), kita harus membayar! Yasudah, batal deh niat berfoto bersama limousin superpanjang yang ada di deket Cadillac tadi.
Terakhir, kami mengunjungi pusat oleh2 (harus itu!). Berada di tengah taman kota2, strategis sekali tempat ini. Ternyata yang paling menarik justru penjual-penjualnya (bukan menarik tampangnya, jangan ngeres dulu :p). Sebagian besar mereka (orang-orang dewasa itu) tidak bisa berbahasa Inggris bung! Lho kenapa? Karena jaman dulu kan Ukraina masih bareng Uni Soviet, dan tau sendiri kan dulu jamannya Cold War, jadi Uni Soviet anti banget dengan semua yang berbau-bau Barat, termasuk bahasanya. Nah, setelah Ukraina merdeka tahun 1991, barulah bahasa Inggris dijadikan materi sekolah-sekolah disana. Akibatnya, justru anak-anak muda negara tersebut lebih mahir berbahasa Inggris daripada orang tuanya. Hal ini kabarnya berlaku di hampir semua negara-negara pecahan Uni Soviet. Makanya, ada penjual yang menyertakan anaknya dalam berdagang, supaya bisa berkomunikasi dengan orang asing.. Disini saya membeli satu matrioska, yaitu boneka khas negara-negara Soviet, terbuat dari kayu, dan boneka tersebut bisa dibuka dan di dalamnya terdapat boneka lagi dengan ukuran lebih kecil, dan boneka yang lebih kecil itu bisa dibuka lagi, begitu seterusnya hingga boneka terkecil yang sekecil peluru mainan (yang bulat itu lho), harganya 45 hryvnia (itu mata uang sana, dibacanya grivna), atau sekitar Rp 80000,-
.
.
.
.
.
24 Juli 2006
Nah kalo hari ini itu jadwalnya ekskursi, artinya jalan2 resmi seluruh peserta, agar kita bisa saling akrab dengan peserta lain, bertukar informasi, de-el-el. Berangkat dari Moloda Gvardija sekitar jam 10.30, ternyata beberapa tempat tujuan kami sama dengan kemarin, gedung opera dan kompleks muka laut pelabuhan. Bedanya, kini kami bersama-sama peserta lain, ada tour-guide, dan yang terpenting, kali ini kami tidak hanya sampai ke pelabuhannya, bahkan naik kapal cukup besar untuk menjelajah Laut Hitam! Sekali lagi aku bersyukur memperoleh kesempatan-kesempatan ini, ya Allah… kami berempat, tim Indonesia memilih duduk di dek buritan kapal, agar bisa menerawang jauh ke segala arah… Pernyataanku tentang Laut Hitam beberapa hari lalu ternyata benar, karena laut ini menurutku sih sama saja warnanya sama laut lainnya, atau mataku yang salah? :p Btw, lautnya sangat jernih, meskipun pelabuhan disini digunakan oleh semua jenis kapal, dari kapal penumpang, kapal tanker, sampai kapal pengangkut ikan.. Bahkan kawanan burung seperti di Turki pun tampak disini, di lepas pantai pelabuhannya, juga di sekitar Mercu Suar yang kami lewati…
Kami berputar di laut Hitam selama sekitar dua jam, dan setelah kembali ke daratan, kami mengunjungi museum yang di dalamnya terdapat fosil batu-batuan dari jaman pertama kali bumi terbentuk, asal mula laut, zaman dionsaurus, zaman purba, hingga saat ini. Dan di museum itu juga terdapat fosil binatang2 zaman dulu, yang paling kukagumi tentu saja fosil Mammoth utuh yang luaaaarrrrrr biassaaaaa guedheeeee… Masa tinggiku cuman selututnya dia?? Tingginya 5 meter lebih kali tuh… Gadingnya juga besar.. Pokoknya lebih besar dua kali lipat daripada gajah2 zaman sekarang lah!
Dan setelah itu, ekskursi pun usai… Yang menurutku kurang itu, gak ada sesi beli oleh-olehnya nih!! Ya sudah, besok atau lusa deh, sebelum pulang… Oh ya,, ternyata kedubes itu baik banget lho… Kami disini diberi stok makanan dan minuman tiap hari (Ada air mineral murni juga bung!! Gak lagi air soda pahit itu ^^), dan karena tahu kami diberi makanan semacam terong itu, pak Nanang ngajak kami makan di restoran Timur Tengah, dan disana kesempetan juga makan nasi gurih, sate kambing, roti daging, soto daging,de-el-el, yang sedikit banyak lebih mirip dengan rasa masakan Indonesia lah,,, lumayan buat ngobatin rindu… Makanan serupa pun dikirimkan oleh Pak Dubes langsung dari Kiev kemari, buat makan malam. Sepertinya sih, mereka sangat senang kedatangan tamu setanah air, setelah mungkin berbulan-bulan gaulnya pakai bahasa Rusia terus
25 Juli 2006
Nah hari inilah waktunya upacara penutupan, sekaligus pengumuman hasil IMC. Ya Allah, sekali lagi, ku telah berusaha dan berdoa, kini ku bertawakal, menyerahkan hasilnya pada-Mu. Btw, upacara penutupan baru mulai jam 19.00, jadi siangnya? Tentu saja jalan2 lagi dong…. Kan belum kesampean beli oleh2… Akhirnya kami kembali ke sentra oleh2 di taman kota itu, dan disana borong banyak deh…. puluhan gantungan kunci, puluhan magnet, juga puluhan peluit, kubeli buat temen2 dan keluarga. Oya, juga ada beberapa hiasan dinding dan hiasan meja. Borong bung…. kan banyak pihak yang sudah mendoakan aku, masa aku tidak memberi apa2 kepada mereka :)….
Pukul 19.00, John Jayne membuka upacara tsb sekaligus mengumumkan hasil lomba. Nanang UGM, dengan nilai 85, dapet Third Prize. Prastudy UI, dengan nilai 88, juga demikian. Rangga ITB, dengan nilai 36, mendapatkan certificate. Aku?? Nilaiku 73. Ternyata… HM. Kurang 7 angka untuk mencapai Third prize (batasnya 80), tentu saja ada sebagian hati kecilku merasa kecewa. Tapi bagaimanapun, aku bersyukur pada-Mu ya Allah. Aku pun puas karena memang kemampuanku seperti ini, dan memang perolehan nilaiku pun kuprediksi sekitar itu (70an atau 80an). Namun,,, dalam hatiku aku bertekad,,, dua tahun lagi, jika diberikan kesempatan oleh Allah, aku akan mengikuti lagi kompetisi ini, dan jika diperkenankan, aku akan memperoleh Second prize atau bahkan First prize. Insya Allah….
26 Juli 2006
Selamat tinggal, Ukraina. Aku harus kembali melanjutkan hidupku. Ya, di siang hari, kami berangkat ke airport,,, disana kami berpisah dengan pak Nanang dan sopirnya, terima kasih kepada beliau, pak Dubes, dan segenap staf Kedubes yang baik sekali, bahkan ngasi kami cinderamata, aku memperoleh jam tangan kulit yang tidak memerlukan baterai untuk menjalankannya (Keren euy! Trima kasih pak Dubes…). Oya, sebelum ke airport, sempet juga pamitan sama tim Iran (Behrouz dkk), juga sama petugas restorannya. Mereka semua kami beri cinderamata yang kami bawa dari Indonesia, yaitu miniatur wayang golek berupa gantungan kunci, stiker, de-el-el. Dan akhirnya, sekitar pukul 16.00, pesawat Tavrey Airlines pun tinggal landas. Meninggalkan negeri yang baru seminggu kukunjungi, negeri yang memberikanku banyak pengalaman baru… Menuju kota Istambul, yang kali ini hanya kami singgahi airportnya saja (tidak seperti saat keberangkatan). Perjalanan pulang itu terasa begitu singkat… Transit satu jam di Istambul untuk berganti ke pesawat Emirates menuju Dubai pun, kembali terasa begitu singkat….
27 Juli 2006
Tiba di Dubai pukul 03.30 pagi, kami berangkat pukul 06.30 pagi, menuju Jakarta. Kali ini, kami akan transit di Sri Lanka dan Singapura. Tapi di kedua tempat itu, transitnya hanya sebentar. Dan tidak berbeda dengan penerbangan Odessa-Istambul dan Istambul-Dubai, perjalanan Dubai-Colombo, Colombo-Singapura, dan Singapura-Jakarta terasa begitu, begitu singkat. Aku tidak tahu mengapa, tetapi mungkin, karena selama perjalanan, aku merasa sangat bahagia sekaligus sedih, mengenang pengalamanku yang waktunya cukup singkat (hanya sekitar seminggu lebih) namun begitu banyak memberi pelajaran bagiku… Tiba di Jakarta pada malam hari, kami menginap semalam sebelum keesokan harinya, tanggal 28 Juli 2006, saya berangkat ke kampung saya di Pekalongan. Oya, saat tiba di Jakarta, tidak ada penyambutan sama sekali, hanya disambut oleh petugas Depdiknas yang memang bertugas menjemput di bandara. Jauh sekali ya dengan TOFI yang disambut konferensi pers de-el-el? Ya, mungkin karena prestasi kami memang jauh di bawah mereka… Karenanya, tekadku dua hari lalu, semakin kuat… Akhirnya, Ya Allah, aku bersyukur diberi kesempatan-kesempatan perjalanan melintasi berbagai ciptaan-Mu ini, semoga ini bisa membuat hamba-Mu ini menjadi lebih baik…. Dan kepada tanah airku yang kucinta, hanya satu hal yang kupikirkan setelah kembali tiba di Jakarta, yaitu bahwa, Indonesia-ku, ternyata aku mencintaimu.