Akibat pemendaman

Apa yang terjadi jika sesuatu dipendam sekian lama? Pastilah menjadi suatu hal yang kurang baik. Tumpukan sampah di TPA menjadi busuk dan menyebarkan sumber penyakit . Tumpukan zat karsinogen dalam tubuh menyebabkan penyakit kanker. Tumpukan sembako dalam gudang produksi membuat harga barang menjadi tinggi. Karenanya, bahkan Allah sendiri tidak menyukai semua yang ditimbun.

Itulah kiranya, aku juga sangat menyayangkan orang-orang yang selalu memendam masalahnya. Aku sendiri, selalu berusaha untuk mengungkapkan apa yang menjadi masalahku. Jika tidak  mempunyai sahabat untuk berbagi, maka hal paling minimal adalah menuliskan di dalam buku harian. Karena dengan men-share masalah yang kita miliki, kita telah menyelesaikan 50% dari masalah itu –> Ini  kata-katanya penulis buku yang namanya  lupa ^^

Anyway, kini, aku menyaksikan sendiri seorang temanku, sesama mahasiswa, mengalami apa yang kusebut sakit pikiran. Sebuah ketimpangan yang terjadi karena memiliki masalah yang sedemikian besar dan bertumpuk-tumpuk sejak lama. Saat terjadi stimulus terhadap pikiran atau otaknya, maka terjadilah masalah itu. Stimulus yang berupa pembuka pola pikir, penyadaran, dan lain sebagainya. Seperti suatu tempat penampungan sampah yang akhirnya tidak kuat lagi menampung semua isinya hingga tumpah berceceran kemana-mana.

Bingung rasanya menghadapinya. Aku tidak tahu seberapa berat beban yang menimpanya, tapi aku pernah dengar sebuah ungkapan bijak yang intinya mengatakan bahwa, kau takkan pernah tahu betapa berat beban yang dipikul orang lain karena kau tak pernah menjadi dirinya. Hal yang sama berlaku pula terhadap diri kita sendiri. Artinya, orang lain takkan pernah tahu seberapa berat beban yang menimpa kita. Lalu bagaimana kita mengatasinya, atau setidaknya menghadapinya? Yang kujadikan landasan adalah, kenyataan bahwa manusia diciptakan sebagai makhluk sosial. Allah menciptakan kita berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kita saling mengenal. Dengan alasan itu pula kita adalah makhluk yang lebih baik jika kita saling menolong dan saling mengingatkan. Tindakan yang mulia, namun takkan dapat dilakukan tanpa kesadaran tadi, bahwa kita saling membutuhkan.

Kasus yang menimpa temanku ini bukan yang pertama kali kutemui. Sudah beberapa kali aku menjumpai orang dengan masalah ini. Aku tidak punya solusi langsung layaknya seorang psikolog/ahli kejiwaan yang sangat memahami psikologi manusia, dan aku bukan pula seorang kyai/ahli agama yang sangat memahami sisi spiritual manusia. Namun aku setidaknya memiliki hubungan dengan mereka. Sebagai seorang teman yang siap membantu. Karena menurutku, mereka butuh - apalagi saat ini - pertolongan. Kelakuannya yang mungkin bagi sebagian besar bahkan semua orang dianggap aneh, bisa jadi sangat membahayakannya. Jika terjadi apa-apa dengan mereka dan temanku tadi, aku tak tahu bagaimana jadinya. Karena aku tahu bahwa ada seposisi langkah yang kami lalui bersama, yang justru sedikit banyak menyebabkan apa yang dialami dirinya saat ini. Seposisi langkah yang baik untukku, namun ternyata berakibat sangat fatal untuknya. Karenanyalah, aku merasa aku memiliki sebagian peran dalam bertanggungjawab terhadap apa yang menimpanya.

Akhirnya temanku, dan semua yang membaca ini, kusarankan satu hal saja, sebelum semua terlambat. Selalu curahkan dan tumpahkanlah seluruh isi hati dan pikiranmu, terutama yang mengganjal dan menjadi masalah bagimu. Tuangkan meskipun itu tampak sepele dan kurang berarti. Karena seperti kubilang, segala yang terpendam akan berakibat buruk. Cegahlah, sebelum kamu mendapati suatu hal yang tidak kauinginkan.

3 Responses to “Akibat pemendaman”

  1. Nyerbay Says:

    ga nyindir gw kan jrin

  2. Tri Aji Says:

    Wuoohh.. about sharing our problem. It can be such a hard thing when u dont have anyone to trust. When we just need to be heard. Everyone need one.

    Si Su***di T****ng kan? Jadi gimana kabarnya sekarang Jrin?

  3. dende Says:

    ini buah pikiranmu?

    ato ngutip?

    if this came from your thoughts

    i’ll give you my standing applause.
    salut

    somehow i now, you are someone,
    and you will be someone

    keep me in your memory then…

Leave a Reply