Dominasikah aku ?

Kurang dari sebulan setelah aku menjalani hari pertamaku
sebagai mahasiswa informatika ITB 2004 (lupa tepatnya tanggal berapa ^^), aku
dipercaya teman-teman seangkatanku untuk menjadi pemimpin mereka, istilahnya
ketua angkatan. Bukan kapasitasku untuk menilai apakah aku sudah menjalankan
amanahku dengan baik, namun sampai saat ini, kurang lebih satu setengah tahun
sejak hari itu, aku masih dipercaya sebagai ketua angkatan mereka.

 

Salah satu tugas besarku sebagai ketua angkatan adalah
memimpin teman-temanku dalam menjalani proses kaderisasi awal dari Himpunan
Mahasiswa Informatika (HMIF), yaitu organisasi tempat kami (mahasiswa
Informatika ITB) bernaung. Lagi-lagi, bukan kapasitasku untuk menilai apakah
aku sudah menjalankan tugasku dengan baik atau belum, namun satu yang kusyukuri
adalah, alhamdulillah semua rekanku yang menjadi peserta kaderisasi tersebut,
yang dikenal dengan istilah Penerimaan Anggota Biasa (PAB) HMIF 2004, lolos
100% menjadi anggota biasa.

 

Bukan hal yang mudah dalam menjalankan amanahku saat itu,
dan juga saat ini. Dalam menjalani proses PAB, sempat terjadi beberapa kali
perselisihan antara kami dengan panitia. Sempat juga terjadi perselisihan
antara aku dengan panitia. Salah satu yang kuingat adalah, bahwa aku terlalu banyak
berbicara (interupsi, red ^^). Bahkan aku ingat dalam beberapa kali pertemuan,
aku dilarang untuk berbicara. Jadi, jika aku mengacungkan tangan pertanda ingin
berbicara, sang danlap sebagai wakil panitia langsung mengatakan “skip”,
pertanda bahwa interupsiku diacuhkan.

 

Tidak lama setelah itu, kami menjadi anggota biasa HMIF, dan
kami dapat berkontribusi lebih lanjut di dalamnya. Namun, salah satunya karena
teringat pesan panitia PAB, aku memutuskan untuk tidak terlalu terlibat jauh,
tidak menjadi orang penting di kegiatan-kegiatan HMIF. Alasan lain adalah aku
mencoba untuk berkontribusi di luar HMIF, salah satunya di Kabinet KM ITB. Dan
memang seingatku, dalam kepanitiaan di HMIF, aku hanya menjadi anggota satu seksi
saja, yang tugasnya membantu-membantu saja. Kecuali dalam kegiatan yang
dibawahi oleh divisi internal, karena memang orangnya sedikit jadi mau tidak
mau kebagian jadi koordinator/PJ juga. Kemudian, jabatan yang menurutku cukup
bergensi mungkin hanya anggota tim konseptor PPAB. Itu saja. Karena memang,
seperti kujelaskan sebelumnya, banyak kok orang yang hebat di IF 2004. Ada
Iqbal, Oliph, Ade, Vicky, Manda, Ibi, Sila, Fitri, dan buanyak lagi. Aku sudah
cukup lah di PAB kemarin saja…

 

Kemudian… setahun berlalu… keputusanku sekarang masih sama,
aku tidak ingin berkontribusi terlalu dominan di dalam HMIF. Oleh karenanya,
aku mengambil posisi sebagai pengawas, yaitu DPP. Eh, tidak disangka, temen2
DPP menginginkanku sebagai koordinator. Karena ini amanah dan kepercayaan, mau
tidak mau, akhirnya saya ambil amanah tersebut. Dan disinilah akhirnya, apa
yang kurasakan selama ini terbukti bahwa setidaknya bukan hanya perasaan saja.
Yaitu bahwa ada gosip kalau ada pihak yang tidak menyukaiku karena aku dianggap
terlalu mendominasi HMIF. Namanya juga gosip, pasti belum tentu benar. Tapi,
namanya juga gosip, orang yang terkena gosip pasti kepikiranlah. Dan benar, aku
kepikiran. Wah, rupanya ada yang tetap menganggap aku mendominasi HMIF ya?
Rasa-rasanya aku tidak sebegitunya? Atau apakah selama ini aku mendominasi
HMIF? Dominasi seperti apa?

 

Kata gosip tersebut, sebabnya aku itu ketua angkatan yang
dari dulu aktif, ternyata sekarang jadi koordinator DPP. Kenapa tidak memberi
jabatan itu ke orang lain? Well andaikan gosip itu benar, jawabanku hanya ini :
Aku sebagai ketua angkatan dan aku sebagai koordinator DPP kasusnya sama, yaitu
aku dipercaya oleh anggota2nya. Itu sudah cukup bagiku untuk menjalankan kedua
amanah tersebut. Jadi, sekali lagi andaikan gosip tersebut benar, maaf, saya
tetap menjadi ketua angkatan IF 2004 dan tetap menjadi koordinator DPP, selama
anggota di dalamnya mempercayai saya. Meskipun konsekuensinya adalah aku
dianggap mendominasi.

 

Pertanyaanku terakhir…… jika benar aku mendominasi? Jika
ya, mengapa dan apa alasannya? Dan yang paling penting.. itu salah?

2 Responses to “Dominasikah aku ?”

  1. 'fitraFull' Says:

    wallah masih dipikirin bos…semakin tinggi kedudukan,konsekuensinya semakin berat cobaan. seorang pemimpin adalah orang yang amanah. dominasi dari seorang pemimpin dirasakan oleh orang yang dipimpin bukan orang luar lho.

  2. RaniJapraLafra Says:

    ah..itu mah gosiiiipppp…jangan terlalu dipikirin :)

Leave a Reply