Terima kasih, guru kelas-0 ku
Ada yang berbeda pagi ini. Banyak sekali. Sebut dua di antaranya sebagai berikut. Pertama, untuk kedua kalinya aku begadang di rumah teman dalam rangka menyelesaikan tugas. Dan yang kedua (sekaligus yang paling penting), sebagai konsekuensi dari sebab pertama tadi, aku mengikuti kuliah pagi ini dengan ngantuk-ngantukan (ya iya, sebab paling cuma tidur 1-2 jam sehari sebelumnya). Dan karenanya, dosen mata kuliah pagi ini menegur saya. "Sudah?" kata beliau. Pelan namun tegas, seperti yang beliau tampakkan pada kami selama ini. Aku langsung tersentak. Bukan karena aku ditegur, melainkan karena beliau menegur dengan sangat ramah. Ramah bagaikan induk burung yang membagikan makanan kepada anak-anaknya di sangkarnya. Padahal, 3 minggu sebelumnya, temanku yang bernasib sama denganku kena marah yang sangat besar dari beliau. Temanku tadi langsung diperintahkan untuk cuci muka dan jangan kembali sebelum kantuknya hilang.
Kontan aku bertanya-tanya, ada apa gerangan? Dan kemudian aku pun teringat. Ya, ini adalah minggu terakhir beliau mengajar mata kuliah yang kuikuti sekarang. Dan besar kemungkinan, ini sekaligus menjadi minggu terakhir aku diajar beliau dalam kampus ini. Dan bisa saja, ini terakhir kalinya aku berinteraksi dengan beliau. Karena dalam salah satu ucapannya, beliau berkata, "Saya akan pensiun tidak lama lagi…"
Dan perasaan yang menimpaku ternyata adalah perasaan kehilangan. Kehilangan guru yang telah mengajarkan begitu banyak ilmu bagiku. Tidak hanya ilmu kuliah, namun ilmu kehidupan. Beliau adalah salah seorang dosen paling kompeten dan paling hebat yang pernah kutemui semenjak aku menjadi mahasiswa. Dan kuyakin ratusan bahkan ribuan temanku yang pernah diajar beliau berpendapat sama.
Guruku, sangat banyak hal yang kuperoleh darimu. Andaikan benar bahwa engkau akan pergi, kuucapkan selamat jalan dan terima kasih tiada terkira. Kan kuingat semua pesanmu dan jasamu terhadapku. Dan tak lupa, bahwa aku pernah ditegur olehmu pada minggu terakhir aku diajar olehmu dalam perkuliahan. Terima kasih, guru kelas-0 ku.
April 24th, 2006 at 5:28 am
Keren2 jrin…
BTW, jangan terlalu nge-fans ma Bu Inge, Dinda-nya dikemanain dong