Indonesiaku, ternyata aku mencintaimu…

17 Agustus 2006, pukul 15.45 saat ini.. berarti sudah 61 tahun (lebih beberapa jam sih - kalo gak salah proklamasi Indonesia tuh jam 10an kan ya? ^^) ini, Indonesia, negara yang kucintai, tempatku dilahirkan dan dibesarkan (dan kemungkinan juga berlaku untuk Anda-anda yang membaca tulisan ini - soalnya kalo orang asing kan, dikit yang bisa baca ^^), merdeka…

Berarti sudah 61 tahun lebih pula sejak kedua orang besar itu (Tidak bisa dipungkiri, mau bagaimanapun Bung Karno dan Bung Hatta tetaplah proklamator kemerdekaan Indonesia), mewakili seluruh rakyat Indonesia saat itu, mengemukakan sebuah ‘proklamasi’, yang secara harfiah berarti menunjukkan (memproklamirkan) kepada seluruh dunia bahwa Indonesia itu ada! Negara kepulauan di antara Asia dan Australia beserta seluruh rakyatnya ada! Siap bersatu dan membangun negeri ini sendiri! Bukan atas kekuasaan negara/pihak lain!

Ya…. bukan atas kekuasaan pihak lain.. itulah yang selalu kucamkan… Bahwa negara merdeka (seperti layaknya manusia merdeka) berhak mengatur hidupnya sendiri, berhak memperjuangkan nasib rakyat mereka sendiri… Tapi pertanyaannya terus saja berulang… Benarkah negara kita Indonesia seperti itu?? Setelah 61 tahun kita seharusnya merasakan kemerdekaan, benarkah bahwa Indonesia seperti itu?? Tidak perlu panjang lebar untuk menjelaskan bahwa tiap-tiap orang di negeri ini punya utang sekitar 7 juta rupiah kepada pihak lain (Ga tau kepada IMF, ga tau negara maju, whatever lah) — sebab, kabar terakhir, utang negara kita tuh 1500 trilyun rupiah, bagi aja sama 220 juta penduduk Indonesia…

Tidak perlu pemikiran mendalam pula, untuk melihat bagaimana aset-aset — harta-harta bangsa ini diambil dan dimanfaatkan pihak asing, bukan dimanfaatkan oleh rakyat kita sendiri… Dan sekali lagi, tidak perlu repot-repot untuk mencari tahu, bahwa hampir semua kebijakan negara kita, dipengaruhi oleh pihak asing…

Namun… namun nih… Jangan dulu ngerasa kehilangan kebanggaan jadi warga negara Indonesia… Seorang temen di lain provinsi bilang bahwa sebenernya rakyat kita itu tidak ketinggalan dengan rakyat negara lain kok… Mau bukti konkret? Sudah berapa banyak coba medali di olimpiade akademis yang dibawa oleh putra putri terbaik bangsa kita… Sudah berapa banyak pula ilmuwan kita yang diakui oleh negara lain (bahkan menjadi top manager pula di luar sana)… Pertanyaannya sekarang, mengapa orang-orang hebat itu sebagian besar tidak ada disini? Mengapa mereka seolah-olah tidak ingin mengangkat harkat martabat bangsa ini? Karena justru kita yang kurang menghargai mereka bung… Kita sendiri, yang kurang menganggap bahwa mereka - yang notabene warga negara Indonesia - memiliki andil besar untuk bangsa ini…

Jadi teringat dengan pembicaraan dengan seorang tenaga pendidik di negeri ini… Saat itu, aku bertanya kepada beliau, mengapa beliau terus saja menjadi pengajar, padahal dengan ilmu yang dimilikinya, beliau bisa menjadi developer handal di perusahaan multinasional lah… Jawaban beliau kira-kira begini : "Kalau hanya mengejar materi, mungkin dengan menjadi tenaga-tenaga ahli di perusahaan asing, saya sudah bisa mendapatkannya, dan saya akan menjadi orang yang kaya raya dalam sekejap saja.. tapi bagaimana dengan rakyat Indonesia lainnya? Yang saya inginkan adalah kesejahteraan yang menimpa sebanyak mungkin rakyat negeri ini, bukan kesejahteraan saya pribadi… dan untuk saya, itu hanya bisa saya lakukan jika saya menjadi pengajar…"

Maknanya secara tersirat sih…. kalau kita ingin berbakti buat negeri ini (jadi pengajar,de-el-el), siap-siap untuk miskin… tapi kalau kita tidak merasa perlu untuk itu, maka dengan menjadi karyawan perusahaan2 asing, lebih dari cukup untuk menjadi kaya sendiri…

Itu bukan cerita fiksi, teman… Karenanya, mungkin di hari ini, sedikit saja usulan dari saya,,, agar kita bersama-sama tidak membuat dua pilihan seperti itu… Cukup satu pilihan saja untuk seluruh rakyat, yaitu agar bisa mensejahterakan bangsa ini termasuk diri sendiri.. mungkin? Mungkin…. jika kita melakukannya secara bersama-sama…

Karena kemerdekaan kita 61 tahun lalu pun, dianggap mustahil oleh sebagian besar bangsa lain (bahkan ada yang mengatakan, Indonesia tidak akan merdeka lebih dari 8 hari! Kenyataannya? Sudah lebih dari 20000 hari kita merdeka….), tapi ternyata kita mampu mewujudkannya…. karena ‘kita’ yang dimaksud disini adalah seluruh, sekali lagi seluruh, rakyat Indonesia…

Sekarang, bersediakah Anda melangkah bersama seluruh rakyat, membangun negeri ini, meskipun itu mungkin hanya berupa sedikit uluran tangan saja? Aku bersedia. Karena Indonesiaku, kukatakan sekali lagi, ternyata aku mencintaimu… :)

Merdeka!!!

(meski tadi pagi tidak ikut upacara bendera, tapi bukan berarti aku tidak melupakanmu, negaraku ^^)

3 Responses to “Indonesiaku, ternyata aku mencintaimu…”

  1. dende Says:

    tau gak jrin, ternyata ada jalan buat mensejahterakan masyarakat indonesia sambil tetep jadi kaya…

    i know it, and i’m doing it.

  2. Aga McCready Says:

    Meski kita merdeka …

    Yahudi Masih menjajah kita

  3. RaniJapraLafra Says:

    MERDEKA!!!

Leave a Reply