Archive for September, 2006

Kayak apa sih aku 3 tahun yang lalu??

Sunday, September 24th, 2006

Kayak apa sih aku 3 tahun yang lalu?? Masih banyak yang kuinget, tapi
banyak juga yang lupa. Kemaren iseng2 buka diary elektronik di masa lalu,
hihihi lucu juga ya kalo nginget, bahwa di masa lalu aku tuh pernah nulis kayak
gini dan gitu lho… yang di bawah ini sih ga bersifat secret, jadi gapapa kalo
dipublish hehehe… Ceritanya sekitar pertengahan September 2003, pas aku lagi
ikutan olimpiade matematika nasional di Balikpapan.

 

————————————————————————————————————

 

15 September 2003

It is very hot
here! Feel like the sun is angry with us
. Gila, dirasa-rasa
panasnya lebih panas daripada Pekalongan. Wajar sih, habis ini kan di
khatulistiwa, dan mataharinya ngungkup banget. Perlombaannya baru besok dan
lusa, dan hari ini acaranya upacara pembukaan. Masing-masing kontingen defile
dulu (kayak olimpiade olahraga), terus dibuka secara resmi oleh Pak menko kesra
Jusuf Kalla. Sorenya ada technical meeting, dan katanya lombanya besok dan lusa
essay semua, terus akan dipilih 5 orang peraih emas, 10 perak, 15 perunggu.
Yang sedikit buruk, yang dapat medali belum tentu ikut pembinaan di Bandung
biar ke luar negeri, soalnya passing grade kelas 2 dan 3 dibedakan. Ya sudah,
yang penting aku akan berusaha semaksimal mungkin saja deh.

 

16 September 2003

For today and
tomorrow I did it all. For today and tomorrow, I studied very hard, I prayed, I
hoped everyone’s support, etc
. Akhirnya olimpiade sains nasional pun kujalani
juga. Lombanya di SLTP 1 Balikpapan (sekolahnya bagus lho!). Empat soal dalam
waktu tiga jam, alhamdulillah aku cukup dapat mengerjakan dan aku yakin nilaiku
cukup tinggi, meskipun aku tidak tahu perbandingannya dengan peserta lain (dari
Jakarta ataupun daerah lainnya). Yang jelas, aku sudah mengerjakan semaksimal
mungkin, dan kini aku tinggak berkonsentrasi untuk lomba hari kedua besok.
Insya Allah, aku akan memperoleh hasil terbaik sesuai kemampuanku. Tentu saja,
aku mengharapkan aku memperoleh medali emas. Oleh karena itu, aku tetap belajar
tetapi jangan sampai pikiranku kacau. Sebelum larut malam, aku beristirahat.

 

17 September 2003

Maybe what I
write in my paper influence my future. Maybe what I write decide what I’m gonna
do after I graduate from SMU 1 Pkl
. Soal hari ini menurutku lebih sulit daripada
kemarin, tetapi bagaimanapun, aku berusaha semaksimal mungkin untuk
mengerjakannya. Alhamdulillah, akhirnya kuselesaikan juga. Plong deh rasanya.
Aku sudah berusaha, tetapi akhirnya Allah yang menentukan. Oleh karena itu, aku
berusaha untuk tidak memusingkan soal tadi maupun kemarin, karena aku yakin,
Allah akan memberikan yang terbaik untukku. Setelah ashar, aku dan teman-teman
diajak jalan-jalan oleh kepala dinas ke Mal Fantasi, terus diajak makan sama
bermain game di sana. Wah asyiik, terima kasih ya, Pak kepala dinas (besoknya
dia muncul di koran).

 

18 September 2003

Allah, if I am
the best, then let me show all I have, and let the one who is really really
proper be the winner
. Akhirnya hari ini penutupan plus pengumuman
pemenang. Aku menyerahkan sepenuhnya kepada Allah apapun yang terjadi. Yang
penting, aku sudah berusaha semaksimal mungkin. Akhirnya, aku berada di urutan
ke-8 dari 85 peserta, yang berarti aku memperoleh medali perak plus uang Rp
4.000.000,-, dan hampir pasti aku akan dipanggil ke Bandung untuk pembinaan
lebih lanjut. Alhamdulillah, Allah telah memberikan yang terbaik bagiku. Juara
I dari Kaltim, II Jakarta, III Bali, IV Jatim, V Jateng (Taruna), VI dan VII
Jabar, baru VIII aku. Juara umum diraih Jakarta, baru disusul Jawa Tengah.
Semoga hasil ini dapat memacu aku untuk belajar lebih giat lagi dan dapat
berprestasi serta mengembangkan kemampuanku lebih jauh lagi.

 

————————————————————————————————————

 

Hihihi.. whaddya think?? Apakah tulisan di atas seperti aku yang
sekarang? Atau jauh berbeda? Aku sendiri tidak tahu. Wallahu’alam.

Hanya sebuah tulisan

Thursday, September 21st, 2006

Ya.. hanya sebuah tulisan dariku.. Tulisan sederhana yang merupakan kewajiban tiap peserta PPSDMS (Program Pembinaan Sumber Daya

Manusia Strategis) tiap bulannya… Tapi semoga aku menulisnya bukan karena tuntutan itu.. tapi memang karena kepedulianku.. Semoga.. Entah ada yang membaca atau tidak, tapi sekali lagi, semoga bisa bermanfaat =)

 

Indonesia dan Kemerdekaan Seutuhnya

Oleh : Muhamad Fajrin Rasyid (peserta PPSDMS Regional 2 Bandung angkatan 2)

 

 Sudah
satu bulan berlalu sejak kita merayakan hari kemerdekaan Indonesia ke-61, 17
Agustus 2006 lalu. Meskipun demikian, hakikat kemerdekaan masih tetap menarik
untuk diperbincangkan. Topik utama yang menjadi perbincangan masyarakat umum
adalah, sudahkah kita benar-benar menjadi negara yang merdeka? Memang secara de
jure, bangsa kita sudah merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, dan diakui pula beberapa
tahun kemudian oleh dunia internasional - termasuk Belanda pada tahun 1984. Bagaimana
dengan kenyataannya? Hal ini sepertinya masih perlu dipertanyakan. Apakah
negara merdeka bergantung kepada pihak luar dalam menentukan kebijakan ekonomi
di negaranya sendiri? Apakah negara merdeka boleh memiliki budaya yang bukan
negaranya sendiri, yang diikuti oleh sebagian besar rakyatnya sendiri? Dua hal
tersebutlah yang kini jelas-jelas melanda bangsa kita.

 Dalam
bidang perekonomian, sudah bukan rahasia lagi bahwa negara kita termasuk negara
yang memiliki jumlah utang luar biasa, yaitu 1500 trilyun rupiah. Apabila
ditinjau dari segi jumlah penduduk Indonesia yang mencapai sekitar 220 juta
orang, ini berarti bahwa setiap penduduk Indonesia menanggung utang sekitar 7
juta rupiah. Suatu jumlah yang tidak sedikit untuk ukuran kebanyakan penduduk
Indonesia. Dalam bidang sosial budaya, kebanggaan akan kebudayaan negeri
sendiri boleh dikatakan sudah sangat langka. Pakaian-pakaian yang dikenakan
orang Indonesia dalam kesehariannya, apa-apa saja yang ditonton setiap malam, makanan
dan minuman yang menjadi favorit kebanyakan masyarakat, setidaknya cukup
menjadi bukti bahwa warga Indonesia menjadikan Barat sebagai sandaran budaya
dalam segala hal.

 Dua
hal tersebut setidaknya menjadi parameter yang menunjukkan bahwa ternyata
negara Indonesia belum sepenuhnya menjadi negara yang merdeka. Salah satu
parameter negara yang merdeka seutuhnya adalah negara tersebut sangat diakui
eksistensinya dalam dunia internasional. Jepang adalah contoh yang paling baik
untuk merepresentasikan hal ini. Kondisi Indonesia yang tidak terpandang, atau
setidaknya hanya dipandang sebelah mata, dalam percaturan internasional sekali
lagi menunjukkan kekurangan negara Indonesia dalam pembentukan negara merdeka
seutuhnya.

 Lantas,
apa yang diperlukan untuk membentuk negara Indonesia merdeka seutuhnya? Dua hal
utama yang dibutuhkan adalah pendidikan dan pembentukan karakter. Pendidikan
dibutuhkan karena pendidikan adalah elemen utama yang membuat masyarakat dapat
bergerak ke arah yang lebih baik. Sayangnya, kualitas pendidikan di Indonesia
masih sangat jauh tertinggal jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya.
Oleh karena itu, seyogyanya pendidikan menjadi elemen utama di bangsa ini yang
harus ditingkatkan mutunya. Sementara itu, pembentukan karakter dibutuhkan karena
dengan hal tersebut, Indonesia dapat membangun kebudayaannya menjadi lebih
kokoh, di samping itu pula pada akhirnya dapat membentuk kemandirian ekonomi
dan politik, yaitu menentukan sendiri kebijakan dalam negeri yang sesuai dengan
kondisi di negeri tersebut.

 Pada
kedua hal utama tersebut, seorang pemimpin di Indonesia memiliki peran yang
sangat utama. Beberapa hal utama yang menunjukkan hal ini antara lain, pertama, pemimpin adalah teladan.
Apabila pemimpin dapat menunjukkan kepada rakyatnya bahwa ia adalah seorang
pribadi yang berkualitas dengan daya intelektualitas, emosional, dan
spiritualitas tinggi sehingga menjadikan dirinya sebagai pribadi yang
berkarakter kuat dan tidak bergantung pada orang lain, maka rakyat Indonesia dengan
sendirinya akan mencoba untuk meniru hal yang sama. Namun sebaliknya,
seandainya pemimpin itu sendiri ternyata merupakan orang yang lemah dan tidak
cakap, bagaimana dengan rakyatnya? Keteladanan ini pula yang akan berdampak
sangat besar terhadap generasi muda di Indonesia. Apabila seorang pemimpin
menunjukkan kapabilitasnya sebagai pemimpin, maka generasi muda, yang notabene
akan menjadi pemimpin di masa mendatang, akan terinspirasi dan termotivasi
untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik di masa mendatang. Dengan demikian,
kemerdekaan seutuhnya dalam berbagai bidang yang dicita-citakan akan semakin
mudah tercapai.

Kedua, pemimpin di Indonesia adalah seorang
duta bangsa yang paling utama. Ia adalah orang yang dapat menunjukkan karakter
bangsa Indonesia kepada masyarakat umum di seluruh dunia. Para pemimpin dari
berbagai penjuru dunia akan menilai bagaimana karaker Indonesia dari pemimpinnya.
Bagaimana mungkin orang lain akan hormat kepada bangsa Indonesia, apabila
ternyata pemimpin bangsa Indonesia sendiri justru memiliki karakter yang tidak
baik? Selain itu, peran pemimpin sebagai penghubung antara bangsa Indonesia
dengan bangsa-bangsa lain juga ternyata memiliki dampak terhadap penentuan
kebijakan di dalam negeri yang terkait dengan elemen-elemen asing. Pemimpin
merupakan pihak yang dapat mengemukakan sikap akan elemen luar yang ingin
berinteraksi dengan bangsa Indonesia, baik dalam masalah perekonomian, kebudayaan,
politik, dan lain-lain. Dengan demikian, apabila terdapat elemen-elemen asing
yang dirasakan berbahaya atau menimbulkan pengaruh negatif terhadap bangsa
Indonesia, pemimpin Indonesia-lah pihak yang dapat pertama kali menyatakan
tidak akan hal tersebut.

Dari pandangan-pandangan tersebut, dapat
disimpulkan bahwa dalam mencapai Indonesia merdeka seutuhnya, pemimpin
merupakan salah satu elemen sentral yang memiliki peran yang sangat besar.
Dengan demikian, apabila kita memilih pemimpin yang tepat, sudah sewajarnya
kita yakin bahwa negara Indonesia yang kita cintai akan bergerak ke arah yang
lebih baik. Namun, apabila kita justru salah memilih pemimpin, siap-siap saja
untuk mendapatkan Indonesia yang merdeka hanya secara hukum, namun dalam
kenyataannya dijajah oleh pihak lain. Merdeka!!!

Kepala Dua Umurku kini.. Terima kasih, semuanya!!

Saturday, September 16th, 2006

Perlu diinget
bahwa kepala dua disini hanya istilah ye… yang nunjukin bahwa aku udah hidup selama 7305 hari.. dari 11 September 1986 sampai 11 September 2006. Dan
untuk itu, aku hanya bisa bersyukur dan mohon ampun padamu ya Allah, karena aku
masih saja lalai dalam menjalankan perintah-Mu namun kumasih diberikan
kesempatan untuk memperbaiki…. dan kepada kedua orang tuaku (beserta semua
keluarga besarku!) yang segala kasih sayangnya takkan pernah kugantikan… Last
but not least juga kepada semua temanku dari sejak lahir ampe sekarang, yang
telah ikut mewarnai hari-hariku selama ini, dan Insya Allah ke depannya pula…

 

Tgl 11 September
lalu… secara khusus ni aku berterima kasih sama keluargaku.. Ayah, Ibu,
adik2ku Pipih Latifah dan Riri Rosyidah
,, yang menelepon di pagi hari pas aku
lagi di kamar mandi ^^.. . Ucapan selamat dari kalian mungkin jadi yang paling
bikin ku bahagia.. karena kenyataan bahwa aku masih punya rumah dan orang2 yang
menantiku di rumah, itu mungkin takkan tergantikan apapun di dunia.

 

Lalu,, kepada Dinda
Ayu Deliana
,,, yah.. udah pada tau toh? Orang yang selalu kuanggap istimewa
sampai sekarang… yang selalu punya kebijaksanaan dalam setiap tindakan dan
kata-katanya… Yang selalu kukagumi dan kucintai ^^ . Ketemu sore-sore di
depan OPTIK ITB, dia ngasi aku kado baju koko item tapi bukan kemeja,, kalo
kata si Upik sih namanya baju Ustadz Jeffrey hehehe… trims ya Dinda.. bajunya
pas kok (dan buagus banget, emang selera-mu selalu bagus yah!), gak kekecilan pula
hehehehe… Sekali lagi trimakasih,, juga atas ucapanmu agar ku bisa selalu
lebih bijak memaknai hidup… seperti kata2 di profile FS-ku right!

 

Terus… aku
berterima kasih (lagi) sama Geng Kribo Ilham Fatoni yang semakin bijak dalam
menjalani kehidupan bermasyarakat,,, Ivan Kurniawan yang selalu ceria dan
memiliki manajemen waktu yang sungguh sangat luar biasa,,, Dyah Ayuni Wijayanti
yang selalu bisa mendalami arti persahabatan,,, dan Fitrasani yang luar biasa
gigih memaknai hidup… mereka tuh tadinya mau bikin skenario buat kejutan,,
berhasil dengan baik (meski agak melenceng dari rencana sih katanya),,, aku
surprised banget mereka nungguin di pintu depan BLCI (kursus bahasa inggris)
buat nyambut aku yang baru keluar dari situ… plus bintang tamu Nasti, Step,
Ido, dan Uqi, selamat yah.. aku dikerjain lagi ^^ Trus kubuka deh bingkisan dari mereka..
sebuah pigura sih kuyakin,, tapi gambar apa ya?? Sketsa wajahku saat ini!!!
Wowwwww… hahahahaha lucu…. aku gak pernah punya yang kayak gini hehehe… With Love, Upik, Fitra, Ivan, Ilham,
KRIBOERS
, itu yang ketulis disitu… ditambah tiramisu yang oke punya,
trims ya sudah sekali lagi membuat ulangtahunku berkesan…

 

Terima kasih
selanjutnya kuberikan ke Dorama Team++. Dorama Team yaitu, Amalia Rahmah, gadis
yang sungguh sangat kuat dan luar biasa sikapnya,,, Simon Hendrikson Simbolon,
yang punya perhatian sangat luar biasa dengan sesama,,, Ryan Sosiawan, yang
selalu kulihat ramah dan tersenyum,,, Pradita Herdiansyah, yang memiliki daya
pikir kritis sekali,,, Yudhie Hatmadji Sudjarwo, yang sungguh punya daya
pengamatan luar biasa, dan Rian Permata Putra, yang juga tetap peduli dengan
sesama, meski sedang sakit.. (cepet sembuh ya). ++nya itu, Eka Yusrianto
Toisutta
, yang punya daya-hadap-masalah yang kuanggap hebat, serta Rindhu Astry
Nalistia
, yang sungguh amat ramah terhadap sesama… Malam2 di pinggir jalan,
aku dapet foto2 plus tempatnya dari mereka,,, Foto2 akan kenanganku di IF
selama ini (termasuk pas masih kribo banget hehe)

 

Dan tentu saja,
tak lupa ku ucapin terimakasih buat semua personel IF 2004, yang untuk kedua
kalinya nyeburin aku di kolam Indonesia Tenggelam!! Uhh.. untung udah menebak
bakal kayak gini dan udah bawa baju ganti, kalo gak, masa mau les bahasa Inggris
baju basah??? Anyway,, banyak banget orang yang nonton, malu juga sih, tapi
seneng juga hehehehe… kenyataan bahwa mereka care, itu mungkin jadi salah
satu alasanku betapa kumencintai mereka.

 

Terus-terus…..

di bawah ini SMS
yang kuterima,, diurut dari yang paling pertama yah! Thank you berat nih buat
semua nya ya…

 

Astari (MB/2004)
10 Sept , 05:35 ”Ass.Fajrink, HeRzLiChEnGluckWuNsCh und alles gute zum
Geburtstag max gut=) artinya Met Ultah ya,smoga smoa harepannya t’kabul.Wass”
… Ya ampun, ni anak Mikrobiologi yg juga partnerku di Protek KM ITB ni, lagi-lagi
ngirim kecepetan sehari, kayak tahun lalu heheh.. katanya si, remindernya
sehari sebelumnya biar gak lupa,, tapi jadinya ya kecepetan ngomongnya.. Anyway
thanks ya!!! Udah lama gak ketemu, sekarang pinter bahasa Jerman pula kau,
haha…

 

Ivan Kur (IF/2004) 11 Sept, 00:00 ”YOOOOOOOW….. FARJIIIIIIIN…..
HAPPY BIRTHDAAAAY!! Moga panjang umur dan sehat selaluuuu…udah kepala 2 neh..
Kapan berbadan 2? Ooooo ho ho ho… #Ooze”
Weits, personel Geng Kribo yang udah jadi petinggi di Comlabs ini cumin telat 4
detik dari jam 00:00 bo! Keren… Masih aja ngomong YOW dengan O nya ada
tujuh?? Dan masih aja manggil aku FARJIN?? Dan emangnya aku bisa berbadan 2??
Dari Hongkong :p Anyway, thanks frienD!

 

Mulyani (SMA6
Sby)
11 Sept,00:00 ”Ass.KakGmnKbr?GiUltahKan.SoMetUltah..=)
SmgPanjangUmur,dikasihKesehatanSlalu’NApaYgDicita2inTerwujud.SuksesStudi,karir, ’NYgPastiJgSuksesBwtIMCnya..;)Amiiin.Wass”…
Sobat pena (lebih tepatnya sobat elektronik) ku ini belum pernah kutemui,
kutahu dari email dan SMS aj… anyway dia sering lho ngasi semangat, doa, dll,
ke aku,,, dan tau pula kalau hari ini aku ultah?? Pengen ketemu kamu kapan2
yah!! Sukses juga untukmu, dan terima kasih =)

 

Dinda (FA/2004)
11 Sept,00:40 ”Asw.Sayang,slmtUlangTahunYa,,slmtDtngDiPeriodeKhdpnBaru, ygInsyaAllahAkanMenjadikanAcitInsanYangLbhBaik. DiKsmptnIniJgAkuMauBlgMakasih&maaf”
Telat 40 menit dari jam00:00, katanya sih gara2 ketiduran.. Ya gapapalah ;) Ucapan selamat itu sudah jauh lebih dari cukup kok, betul? Orang yang selalu
kukagumi dan sayangi ini,masih nyempetin aj untuk gak tidur nunggu jam00:00,
huuuu jadi terharu hehehe… padahal kemarennya kan capek buanget ya tampil di
pentas seni?? Take a relax ya hun..

 

Teh Ira (Krwg) 11
Sept,02:48 ”A slmt ulang tahun ya smg panjang umur cpat kelar kuliah nikah deh
hehehe dr d’zidane&t’ira hasbi”… Wahaha… sepupuku yang baru nikah ini,
ceritanya kok smsnya malem2 banget yah? hehe.. thanks ya… beberapa tahun lagi
nyusul kamu kok Insya Allah : ) Salam buat ipar hehehehe…

 

Fitrasani - Miss
Dunia (IF/2004)
11 Sept, 04:17 ”Sms pertama miss dunia di tgl 11/9/06 diberikan
kpd seorang sahabat yg sedang berulang tahun. Doa pertama di hari ini ditujukn
utk sgl kebaikn di umurmu yg baru.” …Wah… penghargaan tiada tara nih, dapet
ucapan dari seorang Miss Dunia bo!!! Yang kini sepertinya memang semakin banyak
penggemarnya saja.. Kakak, 25 sms, mawar, dan tentu saja Bandung mungkin 4 dari
sekian banyak penggemarnya hehehe.. peace yo Fit! =)

 

Galih Gun (AR UII/2004) 11 Sept, 04:28 ”9/11-2006 update!Happy
b’day to U! Happy b’day to U!Happy b’day to U! Met pgi,bos.hr ini 9/11 ga bkln
aq lp sbg hr ultahmu!=) wish u all d’best..God bless U:-)”… Hu… setiap kali
inget temen baikku di SMA ini, pasti aku malu..
soalnya pas ultahnya dia, aku lupa, baru inget sehari setelahnya… parah
euy : ( Beda banget ya ama dia yang gak pernah lupa.. Huhuu…maapin ya Gun..
thanks for your prayer : )

 

Mega K (FKG UNAIR/2004) 11 Sept, 04:45 ”Happy B’day
Fajrin!!! (^_^)/ Semoga dgn
bertambahx umur semakin matang dlm hidup, dan bermanfaat bagi org lain. Glad to
have a friend like U! : ) ~ mega” … Wah, gak nyangka pula teman dari seberang
provinsi yang belum pernah kutemuin ini tau juga ultahku! Thanks yah Meg… eh,
kapan woi ke Bandung woi? Gak jadi jadi ah, hahahah….. kutunggu lho,, kamu
masih utang traktiran sekali heheheh…..

 

Ibu, 11 Sept, 05:21 ”Asw haloo my son, H a you? Happy
birthday to you. Semoga cita2 Rasyid tercapai dan mendapat ridho Allah, amin. “ … Mammmmmm.. kangen : ) Terima kasih untuk
doa singkat nan padat, serta semua yang telah kau lakukan sehingga ananda bisa
menjadi ananda yang sekarang ini. Dan maafkan, bahkan di umur ananda yang sudah
kepala dua ini, ananda masih belum bisa berbuat banyak, lebih banyak merepotkan
mama… Tapi kuberjanji untuk selalu berbakti padamu, ma. Sekali lagi terima
kasih :)

 

Yudis Aji
(Manajemen UMS/2004)
11 Sept,05:44 ”skrg gantian km yg ulta ni.met ulta
ya,jazakallah khairan katsiiraan,mg 4JJI memberimu kebaikn yg bnyk
amien..tinggal nunggu makan2nya doang ni huekekek :P ” … Waduh, ga nyangka pula
temen sekelas di kelas 1-4 smansa Pkl yang dulu sering dipanggil Firaun (karena
suatu hal rahasia hehe) ini inget pula ultahku… Thanks ya Dis! Makan2?? Bisa
diatur bisa heheheh (Diatur aja, realisasinya belum tentu :D )

 

Anda (IF/2004) 11 Sept,06:13 ”Dear 1year&1day-older than
me-boy, Happy sweet 20th birthday.. Hope this year will be more success than
last year.. Wishing you all the best..” … Weww… orang yang paling ceria di IF04
ini emang setahun dan sehari lebih muda dariku. Thanks yaaaa… sukses? Amin…
mari kita mulai dengan menyukseskan
tugas IB kita, oke??? hehehe… dan selamat pula ya yang sudah jadi asisten
Sister… ayo reunion kelompok A rabu siang minggu pertama praktikum fisika dasar
satu hahahaha

 

Azman (IF/2004) 11 Sept, 06:13 “Asw,jrin,skrg milad y!
Selamat,semoga mnjadi semakin sholeh dan ditunggu undanganya y jrin” … WOW! Sang
kepala keluarga pertama di IF 2004 ini ingat pula ultahku hehehe…. di saat2
seharusnya masih sibuk karena baru mulai berumah tangga hehehe..
(Dia nih yang dibahas di postingan sebelumnya itu
lho, yang baru banget nikah). Undangan apa nih???? Bukan undangan nikah kan??
Karena belum punya rencana sama sekali aku hehehe….

 

Ajat Adri (MA
UI/2004)
11 Sept,10:26 ”wuiss fajrin. Met ultah ya. Semoga panjang umur dan
makin dewasa and pinter. Umur lo kalo di mod 20 brp?”… Ya ampun dri, ucapan
selamat aja masih pake bahasa matematik??? Ya, ini dia nih jagoan matematikanya
UI, gimana LOGIKAnya sukses?? Semoga deh.. tahun depan mau ke Polandia?? Mending
bareng aku aja yuk 2 tahun lagi, siapa tau lomba matematikanya di Italia atau
Jerman hehehehe…

 

Wahyu (EL STT
Telkom/2004)
11 Sept,12:52 ”Heppy birthday fajrin.mg kamu bs lbh buaik lg d
usiamu dah kpl2.ok ttp bertaqwa,semangat n berjuang. hanya kita sendiri yg bisa
do anything. ttp optimis. n be fun, happy. ;-)” … Thanks ya,,, teman baikku di
SMA yang kini sudah tampak dewasa sekali hehehe…. Gimana kabar bandung
selatan, dan juga pekalongan selatan?? Hihihi.. dimana mana di selatan mulu
yak? Trims ya teman.. kapan ke Pekalongan dan main lagi ke tempat Ocha?
ditunggu lho hehehe….

 

Mang Dadang, 11
Sept,16:19 ”Sid met ultah ya” … Wow, 4 kata yang sudah sangat cukup menyiratkan
maknanya hehehe.. Mang Dadang ni adeknya ayahku yang keren lho,, ngajar (dosen)
senin-kamis, trus jumat-minggu ada di Purwokerto buat kuliah S2 (jadi
bolak-balik jauh trus tiap minggu euy).. Trims ya Mang, salam buat keluarga!

 

Faqih (EL STT
Telkom/2004)
11 Sept,18:36 ”Slmt ulang tahun ya sid,sori br ngucapin..smg dgn
bertmbhnya umurmu,mkn bertmbh jg kedewasaanmu,n jg smkn dkt dgn Allah..oh ya
jgn lupa traktirannya. okeh” …Halo pak ketua IM3 (Ikatan Mahasiswa Megono ning
Mbandung - masih kamu gak sih? atau udah ganti?). Lama gak ketemu, eh udah
punya pacar aja kau?? Kenalkan dong? heheh… Kapan pula ballik ke Pkl? Udah
lama nih gak maen2 ke pelosok Karanganyar hahaha peace bro!

 

Tri Aji (IF/2004)
11 Sept,19:59 ”Asw.Bos,met milad ya..Tdk bnyk yg bs ane berikan..Apalagi
u/orang sekualitas antum..=).Smoga antum semakin bijak memaknai kehidupan yg
smntara ini,,=).” … Kembali tersanjung aku, mendapat ucapan selamat dari ketuanye
GAMAIS ITB, unit terbesar di ITB. Ah jangan gitu lah bos,, ane banyak belajar
dari kamu kok… terutama tentang Islam… banyak2 ajarin ya… Wong udah
seasrama gini hehehe

 

Paul (IF/2004) 11 Sept,23:32 ”Jrin, sebelum 11 september
berakhir, mau ngucapin selamat dulu.met ultah n memasuki umur kepala2 : ). Paul”… Sekretaris abadi-ku di IF 2004 ini
ternyata berniat (dan akhirnya memang) jadi orang terakhir di hari ini yang ngucapin
met ultah. Trims ya Paul.. dan jangan bosen kerja bareng saya di IF 2004 ya!

 

Dadan (IF/2004) 12 Sept, 12:45 ”Oya kmrn ak lupa say happy
b’day to you.. Sukses slalu ya
jring” … Santai bro….. santai JAREB (JAjaka REBondig).. yups.. temenku yang satu
ini mojang jajaka se-Tasik lho! Trus dia masuk 10 besar di Jabar, aku ikutan
pas nonton finalnya tgl 9 Sept lalu.. yoi, santailah,, kutahu kamu masih super
capek lah yaw… Bye bye orang yang selalu manggil aku Pajring Sulajring :p

 

Nadya (FA/2004) 12 Sept, 13:39 ”Fajriiiinnnn..Happy belated
birthday..!!! Huhuhu..Telat sehari gak papa y..Hoho.. Wish u all the best,
Always..!!=)”…  Cewek yang udah
kuanggap adik ini, gak lupa juga sama ultahku meski telat.. Santai dek…
Better late than never kok =) Lagipula, 2 menit abis kuterima sms ini, eh gak
sengaja kita ketemuan di gerbang depan ITB.. ngobrol dah hehe… Btw, kapan ya
kita kerja bareng lagi di suatu event? COSMIC dulu rasanya begitu menyenangkan
heheheh…. Salam buat mas Ivan yuuuuu……

 

Yafi (Pkl) 12 Sept,21:16 ”Ass.. Malm! Syid pkbr? Lama g jumpa. Eh Kalo gak salah, kmrn
tgl 11 kan da yang ultah, bnr ga si?kl bener Yap say met hr lahir ya.. moga
slalu dlm lindungan-Nya Amin ^_^” … Yafi!!!!! Lama tak jumpa,, kemana saja kau??
Kuliah dimana kau sekarang? Sobat SMA-ku nih dulunya kerja bareng di PDK
hahaha.. masa2 terjajah… salam ya Yaf!

 

Vydia (Pkl) 14
Sept,11:16 ”Ass,hi syid pa kabar moga baek2 aja.. met ULTAH yo smg tambah semua
aj yang baek2 aj. Masih tetep kan shalatnya? Sori telat ni, lebih baik kan dr
pd g ngucapin: ) Pasti sik sibuk. Wass” Wah….. luar biasa… ternyata yang
menjadi orang terakhir yang ngucapin adalah orang yang dulu memiliki hubungan
istimewa denganku.. =) Pakabar Vid? Baik2kah? Mas Ikhwan gimana? Salam ya…..
ada di Pkl kan? Ntar aku maen2, boleh dong ya? =) Sekali lagi, terima kasih
ya….

Oya.. trus banyak pula yang ngasi ucapan selamat lewat YM.. yang kuinget tuh si
pradita, heri, sherbay, pepi, zakka, moren, anda, diah eka, olip, dendy, ito,ade
gun, vicky, timotius, rindhu, arya, wisnu, tyo, hanin, dyah saptanti, anggri, berto,
dan
lain-lain (banyak hehe).. juga Ivan Kur dan Olip yang naro ucapan selamat di
status YMnya… Juga temen2 yang ngucapin langsung banyak banget ampe lupa satu persatu orangnya.. Juga temen2 asrama PPSDMS yang nulis di papan pengumuman PPSDMS.. Dan banyak buanget  pihak lain,,, yang udah peduli… so lucky to have u all, guys!!! :)

 

Sekali lagi,
terima kasih ya semuanya!!! =)

IF2004++ Goes to Sukabumi, Antara Dua Sisi

Wednesday, September 13th, 2006

“Rombongan Pernikahan Rachma dan Azman Informatika ITB 2004
++, Dengan Pernikahan Berkah, Menuju Keluarga Sakinah”, gitu kira2 bunyi
spanduk di 2 bus yang menyertai kami, rombongan IF 2004 menuju nikahannya temen
seangkatanku si Azman (bener2 seangkatan lho, umurnya 20 tahun pula) di
Sukabumi, 9 September 2006.
Yups, 96 anak IF 2004, 4 anak IF 2003, dan 3 anak IF 2005 ikut dalam rombongan
itu, memenuhi undangannya, yang tentunya sangat kami sambut, apalagi jika bukan
karena ingin mendoakan mereka, dan juga rasa ingin tahu yang luar biasa – kok
bias ya seumuran kita sudah menikah?

 

Dan itu satu sisi
yang pengen kuceritain.. gimana si Azman, yang umurnya cuman beda berapa bulan
dariku sudah berani mutuskan untuk nikah.. Kok berani amat ya? Pikirku saat
pertama kali mendengar kabar nikahan ini, beberapa minggu lalu… Sudah siap
lahir batin gitu? ”Dia udah bisa menafkahi, meskipun masih sederhana”, kata si
Aji, bos Gamais yang mengkonfirmasi berita itu. ”Dan beliau memang sudah
merencanakan sejak beberapa waktu lalu… Daripada terjerumus ke hal yang tidak
baik, ditambah sudah bisa menafkahi, lebih baik disegerakan kan?” katanya lagi.
Benar juga ya… Hebat sekali kalau begitu… Siap lahir dan siap batin, Azman
sudah memiliki keduanya.

 

Kalau aku
sendiri… bagaimana? Tidak keduanya rasanya. Aku saat ini jelas tidak punya
penghasilan memadai, bahkan untuk menghidupi aku sendiri pun, aku masih
bergantung pada orang tua… Batin? Rasanya aku belum siap memenuhi tanggungjawab
itu… Terlalu labil rasanya jiwaku ini masih… Dengan dinamika yang ada di
perkuliahan dan kampus, rasanya sulit, sangat sulit bagiku untuk menyatakan aku
siap menikah saat ini… Tapi tetap saja, saat si penghulu menanyakan kesiapan
Azman menikah, dan beberapa waktu setelahnya akad nikah mereka - dilaksanakan
di Mesjid Agung Sukabumi - dinyatakan sah, perasaan ingin mengikuti jejaknya
pun muncul. Bukan hanya aku rupanya… Banyak juga temanku yang berpikiran
sama… Aku ingin sekali menggenapkan Dien ini… Tapi belum mampu, untuk
sekarang… Tapi Insya Allah, aku ingin menjadi mampu, dan aku berusaha untuk
mampu,,,, Insya Allah ^^

 

Lalu… apa sisi
satunya lagi? Kebanggaanku sekali lagi akan angkatan IF2004,,, yang sekali lagi
nunjukin kepedulian plus kekompakannya terhadap anggotanya… Meskipun ada
tujuan lain (that is jalan-jalan), tapi aku yakin tujuan utama mengapa bisa
sejumlah sekitar 100 orang itu berangkat ke Sukabumi adalah ingin secara
langsung nunjukin kepedulian & kekompakan sama si Azman, yang tentunya
bagian dari IF2004,,, dan karena itu pula, aku dengan bangga ingin dan akhirnya
jadi ketua rombongan ini
:)

 

Biaya 45ribu buat
bolak-balik Bandung-Sukabumi menurutku tidak murah, tapi ternyata antusiasme
mereka toh tidak berkurang. Bahkan sebagian mereka yang tidak ikut karena
memang ada keperluan yang mendesak pun, bersedia untuk berkontribusi untuk
hadiah bagi Azman.. (bahkan ada pula yang kontribusinya sama dengan yang ikut,
yaitu 45ribu, luar biasa….). Dan aku sangat takjub ketika akan menyerahkan
donasinya, amplop dari kami bahkan tidak muat di kotaknya, saking tebalnya
amplop tersebut…
How nice are you, guys!!! I’m proud of being your
leader J (aduh ampe berlinang air mata
nih nulis ini, hehehe)… Adanya spanduk, piala bergilir nikahan (yang
ceritanya bakal dioper ke orang yang baru nikah), kado guede, dan penampilan
’keren’ (batik, kebaya, kemeja formal yang dipake mereka pas itu yang sungguh
kontras dengan penampilan mereka sehari-hari kalo kuliah) anak-anak menambah
bukti kepedulian itu… dan gimana ramenya perjalanan selama bolak-balik
Bandung Sukabumi menambah bukti kekompakan mereka… Eh, bukan,,, kekompakan
kami…

 

All the stories we
made…

Every single day we
spent…

Thousand of memories
we had…

Show us what a family
is…

Today… you give us a
new one…

Congratulations!!!

Our best wishes with
you…

 

Ya..
congratulations ya Azman… dan buat semua rekan-rekan Informatika ITB 2004, yang
(sekali lagi kukatakan) selalu kucintai dan kubanggakan
:)

 

———————————————————————————————————–

 

Nb : ada yang tau penggalan lirik lagu ini?

 

Kudengarkan suara
burung bernyanyi

Kubayangkan indahnya
dunia

Di manakah cinta yang
kucari

Sampai kapankah
kuharus menunggu

OSKM ITB 2006 - Kekaguman dan Kekesalan

Friday, September 1st, 2006

“Dengan ini, saya menutup maharaya OSKM 2006”, ujar Zamzam
Badru Zaman, NIM 10203001, mahasiswa Fisika ITB 2003, sekaligus ketua OSKM ITB
2006. Dan tak lama setelah itu,
arak-arakan mahasiswa baru, dari jalan Gelap Nyawang menuju kampus pun
dilakukan. Hal ini merupakan bentuk penghargaaan mahasiswa lama terhadap
mahasiswa baru yang, meskipun ditekan oleh kekuasaan rektorat, tetap berani
untuk mengikuti OSKM ITB 2006.

 

Dan salut luar
biasa saya ucapkan kepada dua pihak, yaitu panitia dan peserta OSKM ITB 2006,
yang tetap gigih memperjuangkan idealismenya, tetap bersatu menghadapi ancaman
apapun dari rektorat. Aku tidak banyak berkontribusi dalam OSKM kali ini,
karena ada tugas lain, amanah lain yang harus kulakukan. Namun, setelah amanah
itu selesai, aku berusaha mencari tahu tentang OSKM dan membantu apapun yang
bisa kulakukan untuk OSKM kali ini. Dan akhirnya, pada akhir minggu kedua Agustus
aku pun tahu, bahwa rektorat benar-benar meng-ilegal-kan OSKM kali ini -
keputusan yang sangat mengherankan, sebab sebelumnya mereka mendukung OSKM
bahkan memberikan panitia OSKM sebuah sekre yang besar di gedung CC. Bentuk
pengilegalan itu dilakukan dengan memberikan sanksi akademis terhadap kedua
pihak, yaitu panitia dan peserta. Sanksi tersebut belakangan diketahui berupa
”peninjauan status kemahasiswaan” terhadap peserta OSKM, belum tahu bagaiman
dengan panitianya.

 

Saya pribadi
sangat menyesalkan keputusan rektoral yang meng-ilegalkan OSKM kali ini karena
keputusan tersebut dilakukan secara sangat sepihak. Maksudnya, rektorat bahkan
tidak mengetahui isi OSKM kali ini, karena tidak pernah (atau mungkin sangat
sedikit) ada kesempatan dialog antara panitia OSKM dan rektorat. Dalam benak
rektorat, segala yang berbau OS dan kaderisasi adalah hal yang buruk yang tidak
sesuai dengan misi ITB untuk menjadi research university dan bla bla bla…
Don’t
say even a word if you don’t know it! OSKM dalam beberapa tahun terakhir adalah
suatu kegiatan yang sangat positif, terbukti dengan banyaknya tanggapan positif
dari berbagai pihak yang terlibat di dalamnya (sebagian besar peserta, tokoh nasional
yang mengisi acara, rektorat sebelumnya, dan lain-lain). Yang dilakukan dalam
OSKM kali ini pun menurut saya tidak jauh berbeda dengan OSKM-OSKM sebelumnya,
yang banyak membawa hal positif, seperti pemberian materi tentang kemahasiswaan
dan kebangsaan, semangat berkontribusi kepada masyarakat dalam bentuk bakti
sosial, lingkar wacana, interaksi untuk lebih saling mengenal dan berbaur
antarpeserta, dan lain-lain. Sedemikian
burukkah acara seperti itu, hingga orang yang melakukan hal-hal itu akan
“ditinjau status kemahasiswaan”nya? Kita ini kaum intelektual bung… baik
kami, mahasiswa, maupun Anda, rektorat. Sekali lagi, saya amat sangat
menyesalkan tidak adanya kesempatan untuk menunjukkan semangat kemahasiswaan
kami.

 

Namun panitia
tidak menyerah, luar biasa! Mereka tetap berencana mengadakan OSKM pada tanggal
20-21 Agustus 2006. Keputusan ini didukung oleh semua elemen kampus
(Himpunan-himpunan dan unit-unit), yang pada intinya menyatakan mendukung OSKM
kali ini dan bersama-sama berjuang untuk mewujudkannya. Pada tanggal 16 Agustus,
pada acara sidang penyambutan mahasiswa baru oleh rektorat di Sabuga, panitia
melakukan ’penyambutan’ di depan gedung tersebut, dalam bentuk berbaris di
depannya, mengobarkan semangat teman-teman mahasiswa baru dengan menyanyikan
lagu-lagu kampus, salam ganesha, dan orasi kemahasiswaan. Tidak ada intimidasi,
saya tekankan sekali lagi, tak ada intimidasi. Karena kali ini, saya bersama
teman-teman himpunan lainnya ikut hadir di sana, sebagai pengawas dan pemberi
semangat kepada panitia OSKM, untuk mengingatkan panitia OSKM bahwa mereka
tidak sendirian dalam menghadapi masalah ini. Ada kami, segenap elemen kampus
yang terdiri atas himpunan, unit, dan lain-lain, yang siap membantu dan
mendukung.

 

Pada tanggal 19,
sehari sebelum OSKM dimulai, saya sempat berpikir bahwa OSKM esok hari dan lusa
(tanggal 20-21) akan berlangsung lancar-lancar saja, dengan banyak peserta yang
mengikutinya. Namun, gaan saya tersebut langsung termentahkan karena, pertama,
rektorat benar-benar mengeluarkan sanksi DO kepada mahasiswa baru yang terbukti
mengikuti OSKM. Ancaman serupa, saya pikir, juga akan diberikan kepada panitia.
Hal kedua, ini yang benar-benar mengejutkan, rektorat akan memanggil brimob
untuk mengamankan kampus dari acara OSKM! Seriuskah rektorat?? Aku tidak tahu,
tapi Ketua himpunanku (HMIF), Budiono, meminta aku dan kawan2 DPP HMIF (lembaga
legislatif di HMIF) yang kukoordinir untuk hadir tanggal 20 Agustus jam 6 pagi,
untuk mengamankan OSKM dari brimob, yaitu dengan bersama-sama elemen kampus
lainnya menjadi barikade.

 

Luar biasa,
sekali lagi, luar biasa! Belum pernah kusaksikan langsung selama aku di ITB,
pertentangan antara rektorat antara mahasiswa hingga setajam ini. Pukul 06.00,
saya dan beberapa teman2 HMIF sudah tiba di lokasi Plaza Widya ITB, tempat akan
dilaksanakan OSKM. Semakin waktu berjalan, teman2 elemen massa kampus semakin
banyak yang hadir di sana. Tampak panitia OSKM sudah memenuhi Plaza Widya -
ratusan orang taplok berbaju oranye, ratusan panitia keamanan berbaju merah,
dan puluhan medis berbaju hijau, beserta segenap panitia OSKM lainnya. Tetapi
yang kupertanyakan… dimana pesertanya?? Dan dimana brimob yang
digembar-gemborkan?? Baru kusadari bahwa puluhan orang berbaju bebas yang ada
di sebelah utara Plaza Widya bukanlah panitia ataupun elemen kampus, melainkan
peserta. Dalam hatiku, aku kecewa… Hanya sesedikit itukah peserta yang
datang? (Tidak sampai 10% dari total mahasiswa baru!)… Namun aku tersadar pula,
seharusnya aku tidak kecewa, tapi kagum luar biasa kepada mereka, puluhan orang
mahasiswa baru itu, yang berani menghadapi ancaman DO rektorat demi mengikuti
apa yang sudah elemen kampus perjuangkan… Puluhan orang yang lebih memilih
untuk bersama-sama mahasiswa untuk bergerak, demi kontribusi yang memang selama
ini selalu dinantikan rakyat… Puluhan orang yang sengaja diminta untuk
berbaju bebas (tidak lagi berseragam SMA) untuk melepaskan diri dari satpam
kampus.

 

Pukul 07.00 OSKM
dibuka, dengan orasi biasa. Dan akhirnya OSKM berjalan lancar-lancar saja,
setelah kami memperoleh kepastian bahwa, brimob menolak permintaan rektorat
untuk mengamankan kampus, karena menurut mereka, sama sekali tidak ada alasan
jelas untuk mengamankan kampus dari mahasiswa (I’m proud of you, brimob!!).
OSKM hari itu selesai menjelang Dhuhur, dan tidak ada masalah berarti yang
kulihat pada hari ini…

 

21 Agustus 2006,
saya dan teman-teman kembali hadir di kampus pukul 06.00. Saya datang dengan
membonceng teman seasrama, Nanto - IF 2005 (alias Zen bohongan :p habis mirip
banget dia sama si Zen, anak IF 2004). Semula kukira acara kali ini pun akan
berlangsung lancar. Namun sekali lagi, perkiraan itu meleset begitu kami hendak
memasuki gerbang depan ITB - gerbang ganesha. Gerbang ditutup total! Tidak ada
satupun kendaraan yang diperbolehkan masuk - mahasiswa, dosen, atau siapapun.
”Ini perintah atasan” demikian kata satpam. Perintah?? Dalam rangka apa??
Bukankah gerbang seharusnya justru dibuka pada hari libur? Usaha lain rektorat
untuk menghadang OSKM, demikian pikirku. Tidak akan berhasil, pikirku kembali.
Aku masuk kampus dengan berjalan kaki, tapi ternyata suasana di dalam sangat
amat sepi. Kemana orang-orang? 06.20, jam di gerbang depan menunjukkan waktu
tersebut. Dan SMS dari Budiono segera menjawab pertanyaanku, yaitu bahwa OSKM
dilaksanakan di Taman Ganesha, di seberang gerbang depan ITB.

 

Sekali lagi,
sedemikian parah dan buruknyakah acara ini, hingga kami terusir dari rumah kami
sendiri dan terpaksa melakukan OSKM di Taman Ganesha?? Anyway, sekali lagi
salut kepada panitia dan peserta. Panitia yang tetap bersemangat dalam OSKM
hari ini, dan peserta yang jumlahnya semakin banyak dibandingkan kemarin -
belakangan kuketahui kalau jumlah peserta yang hadir mencapai 135 orang (Informatika
banget, hehehe). Dilaksanakan di taman Ganesha, OSKM tetap menarik menurut
pandanganku (Gak boleh deket2 sih sama panitia keamanannya, hehe). Namun, aksi
penutupan kampus ini benar-benar keterlaluan menurutku, dan ternyata juga
menurut pandangan hampir semua elemen kampus. Oleh karena itu, semua elemen
kampus bersepakat untuk berorasi di depan gerbang ganesha - yang kini dipenuhi
oleh kendaraan yang diparkir disana karena tidak boleh masuk. Aksi orasi ini
dilakukan untuk menunjukkan kepada masyarakat, bahwa OSKM bukanlah acara
perpeloncoan, melainkan acara positif untuk memberi transfer nilai2 kebangsaan,
kemahasiswaan, dan semangat berkontribusi. Untuk menunjukkannya pun, setelah
orasi tersebut, rencananya semua elemen kampus, beserta panitia dan peserta
OSKM, akan terjun langsung ke masyarakat melakukan bakti sosial dalam bentuk
bersih-bersih lingkungan.

 

Orasi berlangsung
pukul 10.00-12.00, dilakukan oleh semua ketua himpunan yang hadir (ada 20-an),
presiden KM ITB, dan ketua kongres KM ITB. Lebih dari 500 orang hadir dalam
orasi tsb. Orasi ini dihadiri oleh beberapa media massa nasional (Esoknya pun,
teman2 bilang kalau kami masuk berita di Trans TV, dan aku juga kesorot katanya
hehehe - pun berita ini ada di Kompas edisi 22 Agustus 2006). Cukup memberikan
hentakan kepada masyarakat, menurutku. Bahwa tindakan rektorat dalam menutup
gerbang ini sama sekali tidak beralasan. Bahwa pengusiran kami dari kampus pun
tidak beralasan sama sekali.

 

Badha dhuhur,
kegiatan bersih-bersih dimulai, dan kami HMIF kebagian membersihkan wilayah
Kebon Kembang - deket Pasoepati. Dan akhirnya, badha Ashar, sekitar pukul
16.00an, peserta mulai dikondisikan, dan sekitar pukul 17.00, OSKM ITB 2006
ditutup, dilaksanakan di Jalan Gelap Nyawang - seberang Taman Ganesha, sebagaimana
diterangkan di awal.

 

Selesai? Tidak,
karena ternyata ancaman DO terhadap Zamzam (ketua OSKM) dan Dwi (presiden KM
IT) benar-benar nyata. Dan hingga kini, tim advokasi masih mengusahakan
perundingan dengan rektorat. Semoga, semoga, dan semoga semua yang sudah
diperjuangkan selama OSKM ini, tidak justru berujung pada hal tersebut. Karena
jika ya, aku tidak dapat membayangkan pertentangan yang lebih dalam lagi antara
rektorat dengan mahasiswa… Dua elemen yang seharusnya bisa saling bersinergi
demi mewujudkan tridarma perguruan tinggi.

 

Bagaimana OSKM
ITB 2006 ini menurut Anda? Kekaguman (terhadap panitia dan peserta) dan
kekesalan (terhadap rektorat), itulah yang jujur saya rasakan.