Hanya sebuah tulisan
Ya.. hanya sebuah tulisan dariku.. Tulisan sederhana yang merupakan kewajiban tiap peserta PPSDMS (Program Pembinaan Sumber Daya
Indonesia dan Kemerdekaan Seutuhnya
Oleh : Muhamad Fajrin Rasyid (peserta PPSDMS Regional 2 Bandung angkatan 2)
Sudah
satu bulan berlalu sejak kita merayakan hari kemerdekaan Indonesia ke-61, 17
Agustus 2006 lalu. Meskipun demikian, hakikat kemerdekaan masih tetap menarik
untuk diperbincangkan. Topik utama yang menjadi perbincangan masyarakat umum
adalah, sudahkah kita benar-benar menjadi negara yang merdeka? Memang secara de
jure, bangsa kita sudah merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, dan diakui pula beberapa
tahun kemudian oleh dunia internasional - termasuk Belanda pada tahun 1984. Bagaimana
dengan kenyataannya? Hal ini sepertinya masih perlu dipertanyakan. Apakah
negara merdeka bergantung kepada pihak luar dalam menentukan kebijakan ekonomi
di negaranya sendiri? Apakah negara merdeka boleh memiliki budaya yang bukan
negaranya sendiri, yang diikuti oleh sebagian besar rakyatnya sendiri? Dua hal
tersebutlah yang kini jelas-jelas melanda bangsa kita.
Dalam
bidang perekonomian, sudah bukan rahasia lagi bahwa negara kita termasuk negara
yang memiliki jumlah utang luar biasa, yaitu 1500 trilyun rupiah. Apabila
ditinjau dari segi jumlah penduduk Indonesia yang mencapai sekitar 220 juta
orang, ini berarti bahwa setiap penduduk Indonesia menanggung utang sekitar 7
juta rupiah. Suatu jumlah yang tidak sedikit untuk ukuran kebanyakan penduduk
Indonesia. Dalam bidang sosial budaya, kebanggaan akan kebudayaan negeri
sendiri boleh dikatakan sudah sangat langka. Pakaian-pakaian yang dikenakan
orang Indonesia dalam kesehariannya, apa-apa saja yang ditonton setiap malam, makanan
dan minuman yang menjadi favorit kebanyakan masyarakat, setidaknya cukup
menjadi bukti bahwa warga Indonesia menjadikan Barat sebagai sandaran budaya
dalam segala hal.
Dua
hal tersebut setidaknya menjadi parameter yang menunjukkan bahwa ternyata
negara Indonesia belum sepenuhnya menjadi negara yang merdeka. Salah satu
parameter negara yang merdeka seutuhnya adalah negara tersebut sangat diakui
eksistensinya dalam dunia internasional. Jepang adalah contoh yang paling baik
untuk merepresentasikan hal ini. Kondisi Indonesia yang tidak terpandang, atau
setidaknya hanya dipandang sebelah mata, dalam percaturan internasional sekali
lagi menunjukkan kekurangan negara Indonesia dalam pembentukan negara merdeka
seutuhnya.
Lantas,
apa yang diperlukan untuk membentuk negara Indonesia merdeka seutuhnya? Dua hal
utama yang dibutuhkan adalah pendidikan dan pembentukan karakter. Pendidikan
dibutuhkan karena pendidikan adalah elemen utama yang membuat masyarakat dapat
bergerak ke arah yang lebih baik. Sayangnya, kualitas pendidikan di Indonesia
masih sangat jauh tertinggal jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya.
Oleh karena itu, seyogyanya pendidikan menjadi elemen utama di bangsa ini yang
harus ditingkatkan mutunya. Sementara itu, pembentukan karakter dibutuhkan karena
dengan hal tersebut, Indonesia dapat membangun kebudayaannya menjadi lebih
kokoh, di samping itu pula pada akhirnya dapat membentuk kemandirian ekonomi
dan politik, yaitu menentukan sendiri kebijakan dalam negeri yang sesuai dengan
kondisi di negeri tersebut.
Pada
kedua hal utama tersebut, seorang pemimpin di Indonesia memiliki peran yang
sangat utama. Beberapa hal utama yang menunjukkan hal ini antara lain, pertama, pemimpin adalah teladan.
Apabila pemimpin dapat menunjukkan kepada rakyatnya bahwa ia adalah seorang
pribadi yang berkualitas dengan daya intelektualitas, emosional, dan
spiritualitas tinggi sehingga menjadikan dirinya sebagai pribadi yang
berkarakter kuat dan tidak bergantung pada orang lain, maka rakyat Indonesia dengan
sendirinya akan mencoba untuk meniru hal yang sama. Namun sebaliknya,
seandainya pemimpin itu sendiri ternyata merupakan orang yang lemah dan tidak
cakap, bagaimana dengan rakyatnya? Keteladanan ini pula yang akan berdampak
sangat besar terhadap generasi muda di Indonesia. Apabila seorang pemimpin
menunjukkan kapabilitasnya sebagai pemimpin, maka generasi muda, yang notabene
akan menjadi pemimpin di masa mendatang, akan terinspirasi dan termotivasi
untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik di masa mendatang. Dengan demikian,
kemerdekaan seutuhnya dalam berbagai bidang yang dicita-citakan akan semakin
mudah tercapai.
Kedua, pemimpin di Indonesia adalah seorang
duta bangsa yang paling utama. Ia adalah orang yang dapat menunjukkan karakter
bangsa Indonesia kepada masyarakat umum di seluruh dunia. Para pemimpin dari
berbagai penjuru dunia akan menilai bagaimana karaker Indonesia dari pemimpinnya.
Bagaimana mungkin orang lain akan hormat kepada bangsa Indonesia, apabila
ternyata pemimpin bangsa Indonesia sendiri justru memiliki karakter yang tidak
baik? Selain itu, peran pemimpin sebagai penghubung antara bangsa Indonesia
dengan bangsa-bangsa lain juga ternyata memiliki dampak terhadap penentuan
kebijakan di dalam negeri yang terkait dengan elemen-elemen asing. Pemimpin
merupakan pihak yang dapat mengemukakan sikap akan elemen luar yang ingin
berinteraksi dengan bangsa Indonesia, baik dalam masalah perekonomian, kebudayaan,
politik, dan lain-lain. Dengan demikian, apabila terdapat elemen-elemen asing
yang dirasakan berbahaya atau menimbulkan pengaruh negatif terhadap bangsa
Indonesia, pemimpin Indonesia-lah pihak yang dapat pertama kali menyatakan
tidak akan hal tersebut.
Dari pandangan-pandangan tersebut, dapat
disimpulkan bahwa dalam mencapai Indonesia merdeka seutuhnya, pemimpin
merupakan salah satu elemen sentral yang memiliki peran yang sangat besar.
Dengan demikian, apabila kita memilih pemimpin yang tepat, sudah sewajarnya
kita yakin bahwa negara Indonesia yang kita cintai akan bergerak ke arah yang
lebih baik. Namun, apabila kita justru salah memilih pemimpin, siap-siap saja
untuk mendapatkan Indonesia yang merdeka hanya secara hukum, namun dalam
kenyataannya dijajah oleh pihak lain. Merdeka!!!
March 2nd, 2007 at 9:16 am
Assalamualaikum…
Fajrin Rasyid, maaf ya sebelumnya. Setelah kikie baca blogsmu subhanallah, tapi tetap tingkatkan terus ya! Terutama tingkatkan iman & Taqwa kepada Allah S.W.T! tetap jaga hati ya! tapi insa Allah lingkungan di ITB mendukung! karena lingkungan mempengaruhi sikap dan tingkah laku kita! karena siapa teman kita, teman kita itulah cerminan diri kita! tetap semangat ya! semangat karena Allah dan untuk Allah! jadilah seorang “Fajrin Rasyid” yang bisa berguna buat agama dan keluargamu! semangat yach… =p