Sepenggal kisah… 22000 kilometer perjalanan (Part 2)
August 10th, 2006 by mfrasyid1Okey, lanjut ya….. Aku lupa berapa lama tepatnya perjalanan Dubai - Istambul, tapi satu hal yang pasti bahwa aku sempat menonton dua buah film selama perjalanan. Asumsikan bahwa satu film memakan waktu 1 jam 40 menit, maka artinya perjalanan memakan waktu sekitar 3 setengah jam. Dubai - Istambul berbeda waktu satu jam, jadi artinya, Istambul - Jakarta berbeda waktu empat jam.
Hm…. matahari masih terik saat kami tiba di Istambul. Pertama kalinya menginjakkan kaki di Eropa bung! hehehe…. Pas ngeliat keluar dari pesawat, kok sepertinya sama saja ya seperti di Indonesia? ^^ Rerumputan dan pohon2nya tidak asing,,, seperti di kampungku, Karawang - Jawa Barat. Hm,, mungkin karena kami tiba di saat musim panas ya… (Konon kabarnya bulan Juli itu adalah saat2 terpanas bagi sebagian besar wilayah di Eropa). Dan setelah sekitar satu jam melalui pemeriksaan visa, akhirnya kami keluar dari airport, menuju tanah Turki, hehehe…. Wow, masih silau aja tuh matahari! Padahal, ini yang bikin aku kaget, jam setempat sudah menunjukkan sekitar pukul 18.30. Maghrib-nya jam berapa bung? Ternyata kami diberitahu bahwa maghrib di sana sekitar pukul 21.30. Wow,,, pengalaman unik lagi nih bung…. Terus Isyanya? Jam 23.00. Kalau subuh? Ternyata tetap jam 4.30 bung, yang berarti bahwa siang di sana sangat panjang, dan sebaliknya, malam di sana sangat pendek. Oya, Dhuhurnya jam 13.30, Asharnya jam17.00.
Kami diantar oleh tour guide kami menuju hotel tempat kami menginap, karena pesawat Istambul - Odessa baru ada besok sore (Sekarang masih tanggal 18 Juli). Yasudah, berangkatlah kami melewati jalan2 raya Istambul. Kesan pertama selepas dari bandara adalah, kota ini padat, sangat padat seperti Jakarta, tapi perkampungan yang dibuat seperti rumah susun terlihat sedikit lebih rapi dan bersih daripada Jakarta. Dan jalan rayanya bung,,, subhanallah… indah sekali… Tak ada sampah sama sekali, yang ada justru taman bunga yang menghias sepanjang jalan raya. Dan di perempatannya, kami menjumpai air mancur besar, dan disana burung2 (burung albatros kalau tidak salah) masih berkumpulan di sekitarnya, menandakan suasana alam yang masih segar untuk ditinggali.
Tiba di hotel pukul 19.30, kami disambut oleh tour agency yang sudah dihubungi sebelumnya, namanya Mbak Susan. Beliau tuh orang Semarang tapi menikah dengan orang Turki, jadi menetap deh di Turki. Btw, ternyata hotelnya (Namanya All seasons hotel) tuh hotel bintang empat lho! Seneng nih,,, tapi kesenangannya agak sedikit berkurang sih…. karena ternyata kualitas hotelnya bahkan menurutku masih kalah jika dibandingkan dengan hotel bintang tiga di Indonesia. Lha kok bisa? Karena kamarnya, dan juga fasilitas lainnya, sangat sempit bung! Lift-nya saja hanya bisa dimasuki oleh dua orang plus koper. Terus kamarnya juga sempit. Sepertinya sih, memang suasana Istambul yang super padat juga berimbas ke hotelnya nih….
Tidak lama setelah beristirahat, mbak Susan mengajak kami jalan2 plus makan malam. Lumayanlah… nyoba makanan Turki ceritanya^^ Kami naik kendaraan umum yang bentuknya mirip Carry gitu deh, menuju pusat perbelanjaan utama Turki, namanya Taksim. Kendaraannya cukup nyaman, tentunya lebih nyaman dari angkot Bandung, dan keramahan supirnya tak perlu diragukan. Katanya, orang sana sangat menghormati orang lain. Bahkan disana, setiap hari raya Idul Fitri, selama seminggu semua kendaraan umum digratiskan. Wah subhanallah,,, orang2 yang ingin bersilaturahmi sangat terbantu tuh…. Kalau diterapkan di Indonesia mungkin tidak ya? (Hehehe soalnya kan, kalo lebaran, orang2 yang mudik di Indonesia itu jutaan, pasti pemerintah bakal kehabisan dana kalo hal seperti itu diterapkan^^).
Tak banyak yang kami lakukan di Taksim, karena memang tujuan utama kami adalah makan malam. Alhamdulillah ada nasi disana! Hehehe… nasi disana dicampur mentega jadi lebih gurih, begitupun lauk (ada daging, terong) -nya, aromanya sangat keras, khas Timur Tengah. Overall sih enak-enak aja siy….. Dan akhirnya kami kembali ke hotel setelah itu… pada pukul 22.30, dan ternyata memang, pada jam itu, maghrib baru mulai berakhir…
19 Juli 2006
Bangun pukul 05.30, dan ternyata benar, suasananya tidak jauh berbeda dengan suasana saat subuh di Indonesia…. Setelah sholat, mandi, bersiap2, dan makan (Makan paginya super komplit, ada daging, keju, madu, telur, roti, sereal, buah, de-el-el, tapi satu yang kurang, gak ada nasi!!!! Mama, mau nasi goreng T_T), akhirnya kami bersiap untuk menjelajah Turki selama satu hari ini hingga sore hari, sebelum pesawat Istambul - Odessa berangkat. Kemana saja kami hari ini? Dilanjutin nanti ya… istirahat dulu hehehe ^^
(To be continued)